Gaya Hidup yang Dapat Mengurangi Jumlah Enzim

Setelah membaca buku karangan Hiromi Shinya, MD, guru besar kedokteran di Albert Einstein College of Medicine, AS, (“Terapi Alternatif Kanker tanggal 13 Juni 2010”), ternyata untuk menjaga kesehatan dan mencapai kesembuhan dari berbagai penyakit, cukup dengan mengubah gaya hidup dan pola makan / minum. Memang mudah mengatakannya, tetapi tidak mudah untuk menerapkannya. Beliau adalah doter spesialis ahli endoskopi gastrointestinal (dikenal luas oleh gastroenterologis dan ahli bedah di seluruh dunia sebagai pelopor pembedahan menggunakan kolonoskop).

Berdasarkan pengalamannya selama 40 tahun lebih dalam bidang pencernaan khususnya lambung dan usus, beliau sudah melihat, memeriksa, dan meneliti ratusan ribu pencernaan pasien, baik di Amerika maupun di Jepang. Melalui penelitian yang dilakukannya tersebut, beliau berpendapat bahwa jika pencernaan seseorang bersih, tubuh orang tersebut dapat melawan penyakit jenis apapun dengan mudah. Di pihak lain jika pencernaannya tidak bersih, orang tersebut akan rentan menderita suatu penyakit. Menurut beliau, hanya tubuh yang dapat menyembuhkan dirinya sendiri. Seorang dokter menciptakan ruang bagi terjadinya penyembuhan tersebut.

Mengapa bisa begitu ? Teori yang disampaikan beliau adalah adanya enzim pada tubuh manusia yang berperan dalam metabolisme. Manusia memiliki 5.000 enzim yang menghasilkan sekitar 25.000 reaksi yang berbeda. Enzim-enzim ini diciptakan dari enzim dasar atau enzim pangkal yang jumlahnya terbatas. Gaya hidup yang kurang tepat dapat mengurangi enzim pangkal tersebut, sehingga dapat menimbulkan ketidakseimbangan, yang pada akhirnya mengakibatkan berbagai macam penyakit, termasuk kanker.

Hampir semua penyakit adalah akibat dari kebiasaan atua gaya hidup yang terakumulasi selama beberapa waktu. Gaya hidup yang dimaksud meliputi pola makan, minum, bekerja, istirahat, olahraga, dan penanganan stres. Gaya hidup juga amat penting. Walaupun seseorang dilahirkan dengan faktor-faktor keturunan tertentu (misal gen-gen kanker), tetapi kebiasaan-kebiasaan dapat diubah dengan kekuatan usaha. Kebiasaan-kebiasaan baik akan mengalahkan gen-gen buruk, menyelamatkan pasien, dan juga generasi berikutnya.

Dikatakan pula bahwa dorongan energi emosi yang positif (cinta, tawa, bahagia) dapat menstimulasi DNA untuk memproduksi limpahan enzim pangkal. Ada beberapa hal yang dapat menguras enzim. Beberapa hal tersebut antara lain adalah sebagi berikut :

1. Konsumsi alkohol dan tembakau
2. Terlalu banyak makan (enzim akan terkuras mencerna makanan)
3. Makanan dengan bahan tambahan
4. Penggunaan obat-obatan
5. Makanan basi
6. Sinar ultraviolet dan gelombang elektromagnetik
7. Stres secara emosi

Selain itu, banyak mitos yang kurang tepat mengenai makanan atau minuman yang berakibat buruk pada kesehatan. Mitos tersebut antara lain adalah sebagai berikut :

1. Mengkonsumsi yoghurt setiap hari bagus untuk pencernaan (bakteri bisa tidak sesuai dengan bakteri di usus, buang air besar lancar karena diare dalam tahap ringan)
2. Minum susu setiap hari untuk mencegah kekurangan kalsium (dapat menimbulkan alergi, protein berlebihan membuat defisiensi kalsium)
3. Memenuhi kebutuhan vitamin dari supplemen
4. Pantang konsumsi karbohidrat untuk menghindari kenaikan berat badan
5. Makan asupan protein tinggi (produk sampingan pencernaan lemak dan protein hewani yang berlebihan dapat merusak DNA, kelebihan protein membuat hati dan ginjal kerja berat, protein berlebihan membuat defisiensi kalsium)
6. Minum teh hijau yang kaya antioksidan (dapat menipiskan lapisan lambung)

Beliau juga memiliki beberapa hal menarik untuk disampaikan. Beberapa hal menarik tersebut antara lain adalah sebagai berikut :
1. Kriteria dalam memilih makanan menentukan kondisi kesehatan
2. Kemampuan melawan kanker bergantung pada jumlah enzim pangkal yang dimiliki
3. Kuatnya keteguhan hati dapat membuka pintu menuju berbagai kemungkinan (kesembuhan)
4. Penyakit berakar dari kurangnya pengetahuan atau kurangnya pengendalian diri
5. Kebiasaan baik, betapa kecil pada awalnya, akan berdampak pada kesehatan

Berdasarkan uraian di atas beliau menyatakan bahwa memperbaiki pencernaan adalah jalan pintas untuk meningkatkan kesehatan. Selain itu beliau juga menyimpulkan tentang gaya hidup yang baik. Gaya hidup yang baik menurut beliau adalah sebagai berikut :

1. Menu makan yang baik (85% – 90% makanan nabati, 10% – 15% protein hewani)
2. Minum air yang baik (jumlah, kualitas, dan waktu minum)
3. Pembuangan yang teratur
4. Olahraga secukupnya
5. Istirahat yang cukup
6. Pernapasan dan meditasi
7. Kebahagiaan dan cinta

Selain itu, terdapat pula beberapa kebiasaan-kebiasaan makan yang dianjurkan. Beberapa kebiasaan makan yang dianjurkan adalah sebagai berikut :
1. Kunyah makanan dengan baik 30 – 70 kali
2. Makan biji-bijian (organik jika mungkin)
3. Konsumsi daging bersuhu tubuh lebih rendah dari manusia
4. Hindari makan / minum sebelum tidur malam
5. Minum 8 – 10 gelas air yang baik setiap hari
6. Konsumsi karbohidrat berkualitas (mengandung serat tinggi, vitamin dan mineral)
7. Konsumsi minyak ikan
8. Kurangi ketergantungan obat

Enzim Bagi Kesehatan Tubuh ManusiaDefinisi Enzim untuk Keberlangsungan Hidup Manusia

This entry was posted in Enzim. Bookmark the permalink.