Gejala Alergi pada Hidung

Pasien dengan alergi hidung musiman, juga dikenal sebagai rinitis alergi musiman atau seasonal hay fever (demam musiman yang disebabkan alergi terhadap rumput kering), sering timbul gejala pada hidung yang intermittent (sebentar hilang-timbul) yang dapat menjadi buruk pada waktu akut saat pasien di luar rumah, khususnya bila banyak angin. Gejalanya biasanya terdiri dari kombinasi bersin-bersin, hidung gatal, hidung berair, dan tersumbat. Bersin dapat terjadi 5 sampai 10 kali atau lebih yang timbul sporadis sepanjang hari. Gatal yang sering membuat pasien terutama anak-anak, untuk mendorong hidung keatas dengan pola berulang-ulang (“allergic salute”). Cairan dapat keluar dari lubang hidung atau menetes ke bawah memasuki tenggorokan; seringkali cairan berwarna bening, encer, dan berair secara tetap. Bila cairan menjadi sangat kental dan mulai berwarna kekuningan atau kehijauan, harus dicurigai kemungkinan infeksi. Hidung tersumbat adalah gejala yang paling menonjol pada separuh dari semua pasien dengan alergi pada hidung dan disebabkan kombinasi pembengkakan membran dan cairan terperangkap dalam hidung. Selain empat gejala utama pada hidung ini, kira-kira separuh pasien dengan alergi musiman juga memiliki gejala pada mata, yaitu gatal, merah, dan berair.

Bersamaan dengan menetapnya gejala selama beberapa minggu pada musim alergi, usapan terus menerus di sekitar mata dapat menimbulkan kemerahan dan menampakkan penebalan pada kulit. Bersamaan dengan semua gejala ini, sejumlah keluhan lain seperti sakit kepala, nyeri wajah, telinga tersumbat, dan batuk, juga sangat mengganggu. Kumpulan gejala alergi musiman berbeda dari pasien-pasien yang sepanjang tahun memiliki rinitis alergi, terutama bila alergi tersebut disebabkan oleh tungau debu rumah. Pada pasien yang alergi tungau debu, keluhan yang paling banyak umumnya hidung mampet, dan gejala-gejala mata kurang sering terjadi.

Gejala alergi dan flu mungkin amat mirip, tetapi ada beberapa yang mungkin dapat membantu membedakan gejala tersebut. Berkaitan dengan tipe kumpulan gejala, alergi, dan flu menyebabkan gejala-gejala bersin, hidung mampet, dan berair. Namun, flu dimulai dengan demam dan nyeri tenggorokan sebelum timbul gejala-gejala lainnya secara bertahap, sedangkan pada rinitis alergi, gejala-gejala tersebut di atas timbul dengan cepat tanpa ada demam atau nyeri tenggorokan. Kumpulan gejala spesifik dapat beraneka ragam; flu sering menyebabkan cairan kekuningan pada infeksi hari ketujuh, sedangkan alergi lebih banyak menimbulkan lendir hidung encer, bening, mengalir. Sebagai tambahan, mata dan hidung gatal dapat sangat menonjol pada alergi tetapi tidak pada flu. Berhubungan dengan lama gejala, flu umumnya berlangsung 5 sampai 7 hari, sedangkan gejala alergi terus berlanjut sepanjang seseorang terpajan terhadap bahan yang menyebabkan alergi (alergen). Kumpulan gejala alergi dapat hilang segera setelah menghindari pajanan alergen.

Flu atau Alergi ?

Flu
Parameter :
* Demam : Sering
* Nyeri tenggorok : Sering
* Gatal : Sering
* Hidung berair : Sering
* Warna cairan : Bening, kuning
* Gatal pada hidung : Tidak
* Gatal pada mata : Tidak
* Durasi : 7 – 10 hari
* Musim : Sering pada musim dingin

Alergi
Parameter :
* Demam : Tidak
* Nyeri tenggorok : Tidak selalu
* Gatal : Sering
* Hidung berair : Sering
* Warna cairan : Bening
* Gatal pada hidung : Sering
* Gatal pada mata : Sering
* Durasi : Menetap
* Musim : Semi, panas, dan gugur; atau sepanjang tahun

Akhirnya, musim merupakan petunjuk yang sangat menolong. Flu lebih banyak terjadi di bulan musim dingin, sedangkan alergi terjadi sporadis sepanjang tahun atau dapat paling menonjol sewaktu musim semi, panas, dan/atau musim gugur.

Peningkatan Penyakit Alergi | Faktor Lingkungan Pemicu Alergi pada Hidung

This entry was posted in Alergi. Bookmark the permalink.