Gejala Asma

Ada tiga gejala “klasik” gejala asma : mengi, batuk, dan sensasi napas tak normal, atau dispnea. Gejala-gejala khas asma yang kita lihat di kantor atau klinik, di sisi lain, merupakan variasi dari tiga gejala besar diatas: kesadaran akan pernapasan yang tidak biasa, pernapasan yang tidak nyaman, tekanan dada atau perasaan ketidaknyamanan di dada, mengi atau napas yang berbunyi, napas yang tersengal-sengal, batuk, produksi mukus, dan sesak napas dengan kelelahan. Gejala-gejala yang muncul pada malam hari, seperti bangun dari tidur dengan pernapasan yang tidak nyaman atau mengi, merupakan indikasi dari pengendalian asma yang kurang optimal dan merupakan tanda dari eksaserbasi asma. Asma dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari yang ringan sampai yang parah. Seseorang dengan asma dalam bentuk yang lebih ringan biasanya mengalami gejala-gejala yang berbeda pada tingkat frekuensi dan intesitas yang berbeda dari seseorang dengan asma dalam bentuk yang lebih parah. Anak-anak mungkin mengalami batuk terus-menerus (sering disalahdiagnosiskan sebagai bronkitis berulang) sebagai satu-satunya gejala asma. Batuk merupakan gejala asma yang paling umum pada anak-anak. Dengan demikian, gejala-gejala asma mungkin berbeda pada setiap orang dan mungkin berbeda pada orang yang sama dari waktu ke waktu. Gejala-gejala asma biasanya adalah gejala episodik; gejala dapat datang dan pergi, dan tidak harus ada terus menerus.

Asma ditandai dengan periode gejala eksaserbasi dan remisi. Saat asma mengalami remisi, gejalanya dapat dikendalikan dengan baik dan ukuran fungsi paru kembali normal. Sebaliknya, eksaserbasi asma mengacu pada peningkatan peradangan paru-paru dan mewakili suatu periode dimana kegiatan asma meningkat. Hal ini menunjukkan suar dari penyakit ini. Sebuah eksaserbasi asma muncul melalui berkembangnya gejala paru-paru. Contoh gejala eksaserbasi atau suar meliputi mengi, batuk, gejala paru-paru malam hari, peningkatan produksi mukus dari paru-paru, sesak napas atau dyspnea dan tekanan atau ketidaknyamanan pada dada.

Selama eksaserbasi, ukuran fungsi paru, seperti ditunjukkan oleh FEV1 (dan arus puncak) biasanya akan menunjukkan nilai-nilai menurun. Eksaserbasi biasanya berkembang secara bertahap dan mulai dengan gejala ringan.

Jika dibiarkan, eksaserbasi ringan itu akan memburuk dan menjadi lebih parah. Eksaserbasi ringan, jika diidentifikasi secara dini dan diobati dengan tepat mungkin dengan penggunaan obat hirup yang lebih banyak, dapat diatasi dengan gangguan yang minimal, itupun jika ada, pada kesehatan dan pola hidup. Akan tetapi, eksaserbasi yang lebih tinggi tingkatannya, mungkin memerlukan tambahan penggunaan obat, seperti tablet steroid. Eksaserbasi yang parah memerlukan perawatan rumah sakit atau gawat darurat.

Istilah eksaserbasi asma telah menggantikan istilah kuno serangan asma pada literatur ilmiah dan medis. Eksaserbasi menggambarkan dengan lebih akurat sifat bertahap dari penumpukan peradangan paru-paru pada saat penyakit mengalami suar. Namun demikian, beberapa dokter anak, internis, dokter keluarga, dan spesialis asma dan alergi masih tetap memilih untuk menggunakan istilah serangan asma saat berbicara dengan pasien mereka tentang asma. Kata serangan, dengan makna kiasan pembelaan diri, dapat diartikan dengan sesuatu yang tidak bisa diprediksi, kekerasan dan kerentanan, sementara eksaserbasi menekankan pada kondisi yang bisa berbalik dan tidak menetap. Istilah eksaserbasi lebih akurat dan telah diterima secara ilmiah. Apapun istilah yang Anda gunakan, haruslah diingat bahwa eksaserbasi asma, bahkan dari tipe yang paling ringan, tidak boleh diabaikan atau dianggap sebagai tidak signifikan (Tabel 8).

Pengobatan dari eksaserbasi asma selalu meliputi pencarian terhadap faktor-faktor yang mendasari hilangnya pengendalian asma. Apakah mengi muncul karena infeksi pernapasan? Apakah beberapa dosis obat hirup yang terlewatkan penyebabnya? Mungkinkah lama menunggu di halte bus di pagi hari pada suhu di bawah nol menjadi salah satu faktor? Identifikasi yang benar pada pemicu asma tidak hanya memungkinkan untuk pemahaman yang lebih baik dari asma Anda tetapi juga mengarah pada pendekatan yang lebih proaktif untuk mengelola asma Anda, dengan penekanan pada tindakan pencegahan. Sebagai contoh, membiasakan untuk menambah obat asma bila gejala khusus infeksi muncul, dapat membantu Anda mencegah kondisi suar atau eksaserbasi. Contoh lain dari pengobatan asma proaktif termasuk meningkatkan obat asma yang tepat sebelum munculnya cuaca musim semi, jika Anda telah didiagnosis dengan alergi serbuk sari bunga dan asma dan telah mengalami eksaserbasi yang berhubungan dengan berbunganya pohon pada masa lalu.

Pandangan Kontemporer Asma | Definisi Mengi

This entry was posted in Asma. Bookmark the permalink.