Gejala Kanker Testis, Diagnosis Kanker Testis, dan Pengobatan Kanker Testis

Gejala Kanker Testis

Gejala kanker testis yang terjadi adalah :

* Testis membesar dan jika diraba terasa aneh (tidak seperti biasanya).
* Adanya benjolan atau pembengkakan pada salah satu testis atau kedua-duanya.
* Nyeri tumpul pada punggung atau perut bagian bawah.
* Rasa tidak nyaman / rasa nyeri atau skrotum terasa berat.
* Atau, mungkin bisa saja tidak ditemukan gejala-gejala sama sekali.

Diagnosis Kanker Testis

Biasanya, diagnosis kanker testis dilakukan setelah dilakukan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan adalah :

* USG skrotum.
* Pemeriksaan darah untuk petanda tumor AFP (alfa fetoprotein), HCG (human chorionic gonadotrophin) dan LDH (lactic dehydrogenasi). Hampir 85% kanker non-seminoma menunjukkan peningkatan kadar AFP atau beta HCG.
* Rontgen dada (untuk mengetahui penyebaran kanker ke paru-paru).
* CT scan perut (untuk mengetahui penyebaran kanker ke organ perut).
* Biopsi jaringan.

Setelah Anda melakukan pemeriksaan secara fisik maupun dengan melakukan rontgen, dan Anda sudah benar-benar diketahui mengidap kanker testis, yang harus Anda lakukan adalah menentukan jenis dari sel kankernya dan stadium dari kanker yang telah Anda alami.
Stadium dari kanker testis tersebut adalah :
* Stadium I : kanker belum menyebar ke luar testis
* Stadium II : kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening di perut.
* Stadium III : kanker telah menyebar ke luar kelenjar getah bening, bisa sampai ke hati atau paru-paru.

Pengobatan Kanker Testis

Ada empat macam pengobatan kanker testis yang bisa Anda lakukan, yaitu :

1. Pembedahan

Pengangkatan testis (orkiektomi dan pengangkatan kelenjar getah bening / limfadenektomi).

2. Terapi penyinaran

Menggunakan sinar X dosis tinggi atau sinar energi tinggi lainnya, sering dilakukan setelah limfa denektomi pada tumor non-seminoma. Juga, dapat digunakan sebagai pengobatan utama pada seminoma, terutama pada stadium awal.

3. Kemoterapi

Digunakan obat-obatan (misalnya, cisplastin, bleomycin, dan etoposid) untuk membunuh sel-sel kanker. Kemoterapi telah meningkatkan angka harapan hidup penderita tumor non-seminoma.

4. Pencangkokan sumsum tulang

Dilakukan jika kemoterapi telah menyebabkan kerusakan pada sumsum tulang penderita.

1. Pengobatan untuk Tumor seminoma

* Stadium I diobati dengan orkiektomi dan penyinaran kelenjar getah bening perut.
* Stadium II diobati dengan orkiektomi, penyinaran kelenjar getah bening, dan kemoterapi dengan sisplastin.
* Stadium III diobati dengan orkiektomi dan kemoterapi multi-obat.

2. Pengobatan Tumor non-seminoma :

* Stadium I : diobati dengan orkiektomi dan kemungkinan dilakukan limfadenektomi perut.
* Stadium II : diobati dengan orkiektomi dan limfadenektomi perut, kemungkinan diikuti dengan kemoterapi.
* Stadium III : diobati dengan kemoterapi dan orkiektomi.

Jika kanker yang telah Anda alami merupakan kekambuhan dari kanker testis sebelumnya, akan diberikan kemoterapi dengan menggunakan beberapa obat (ifosfamide, cisplastin, dan etoposid atau vinblastin).

Kanker Testis dan Penyebab Kanker Testis | Perawatan Organ Reproduksi Pria

This entry was posted in Kanker Testis. Bookmark the permalink.