Gejala Khas Kerusakan Jantung dan Pembuluh Darah (Bagian 2)

Rasa sesak disebabkan oleh :

Sesak napas

Merupakan gejala yang biasa ditemukan pada gagal jantung. Sesak merupakan akibat dari masuknya cairan ke dalam rongga udara di paru-paru (kongesti pulmoner atau edema pulmoner) dari jantung. Kondisi ini akibat darah dari paru-paru yang seharusnya masuk ke jantung kanan (serambi kanan), terhambat masuk. Pada stadium awal dari gagal jantung, penderita merasakan sesak napas hanya selama melakukan aktivitas fisik yang agak berat. Sejalan dengan memburuknya penyakit, sesak napas akan terjadi ketika penderita melakukan aktivitas yang ringan sekalipun, bahkan ketika penderita sedang beristirahat pun (tidak melakukan aktivitas). Sebagian besar penderita merasakan sesak napas terutama ketika sedang berada dalam posisi berbaring karena cairan mengalir ke jaringan paru-paru. Jika duduk, akibat gaya gravitasi menyebabkan cairan terkumpul di dasar paru-paru sehingga paru bagian atas masih dapat digunakan untuk bernapas, dan sesak pun akan berkurang. Gejala yang khas untuk gagal jantung adalah sesak napas pada malam hari (nokturnal dispeu), yaitu sesak yang terjadi pada saat penderita berbaring di malam hari sehingga penderita bangun serta batuk-batuk dan akan hilang jika penderita duduk tegak karena cairan akan menumpuk di bagian bawah paru.

Kelelahan atau kepenatan disebabkan oleh :

1. Jantung lemah memompa darah

Jika jantung tidak efektif memompa, maka aliran darah ke otot selama melakukan aktivitas akan berkurang, menyebabkan penderita merasa lemah dan lelah. Gejala ini seringkali bersifat ringan. Untuk mengatasinya, penderita biasanya mengurangi aktivitasnya secara bertahap atau mengira gejala ini sebagai bagian dari penuaan. Padahal ini terjadi karena kegagalan jantung sebagai pompa untuk memenuhi kebutuhan sirkulasi jaringan atau organ tubuh. Sebagai salah satu dari gejala penyakit jantung dikenal dengan Dyspnoe On Effort (DOE), yaitu gejala kelelahan saat beraktivitas sehingga penderita harus istirahat sejenak saat beraktivitas seperti naik tangga atau saat berjalan terburu-buru.

2. Palpitasi (jantung berdebar-debar)

Biasanya seseorang tidak memperhatikan denyut jantungnya. Tetapi pada keadaan tertentu (misalnya jika seseorang yang sehat melakukan olah raga berat atau mengalami hal yang dramatis), dia bisa merasakan denyut jantungnya. Jantungnya berdenyut dengan sangat kuat atau sangat cepat atau tidak teratur. Dokter bisa memperkuat gejala ini dengan meraba denyut nadi dan mendengarkan denyut jantung melalui stetoskop. Palpitasi, timbul bersamaan dengan gejala lainnya (sesak napas, nyeri, kelelahan, kepenatan atau pingsan) kemungkinan merupakan akibat dari irama jantung yang abnormal atau penyakit jantung yang serius. Hal ini harus dikonsultasikan ke dokter yang berkompeten karena dapat menimbulkan kematian mendadak.

Detak jantung tidak normal (Aritmia) disebabkan oleh :

Penurunan aliran darah karena denyut atau irama jantung yang abnormal atau karena kemampuan memompa yang buruk, bisa menyebabkan pusing dan pingsan.

Gejala ini juga bisa disebabkan oleh penyakit otak atau syaraf tulang belakang, atau bisa tanpa penyebab yang serius. Di rumah sakit khusus jantung kondisi ini dapat dipantau dengan alat pantau detak (irama jantung) yang dipasang di tubuh selama 24 jam, alat ini mampu memantau rekaman EKG jantung di kehidupan sehari-hari, alat tersebut dengan Holter monitor.

Gejala Khas Kerusakan Jantung dan Pembuluh Darah (Bagian 1)

This entry was posted in Penyakit Jantung. Bookmark the permalink.