Gejala Menopause

Gejala Menopause yang Dialami Wanita

Menopause memang bukan penyakit melainkan gejala alami yang bakal dialami setiap wanita pada usia sekitar 40-an atau 50-an. Namun gejalanya yang kadang parah dan membutuhkan penanganan dokter, seakan-akan gejala penyakit sehingga menopause dianggap penyakit. Hal ini disebabkan selama ini kaum wanita tidak dipersiapkan menghadapi menopause sebagaimana mereka dulu dipersiapkan menghadapi menstruasi. Karena itu, ketika muncul berbagai gejala menjelang menopause, banyak yang bingung dan mengira dirinya diserang sutau penyakit. Dan oleh dokter, diberikan bermacam-macam obat untuk menekan gejala sehingga seolah-olah si wanita memang sedang sakit. Padahal yang terjadi sesungguhnya adalah perubahan-perubahan alami yang berkaitan dengan menghilangnya estrogen.

Kemungkinan dokter memang mengetahui bahwa Anda sedang mengalami “sindrom kekurangan hormon” dan ia memperlakukan Anda seakan-akan sedang sakit. Padahal sesungguhnya Anda baik-baik saja, tetapi sedang mengalami proses alami yang pasti dialami oleh setiap wanita di usia pertengahan. Memang ada beberapa konsekuensi serius dengan menghilangnya hormon estrogen, seperti ancaman penyakit jantung, hipertensi, osteoporosis, dan lain-lain. Inilah penyakit yang sesungguhnya, bukan menopause. Tetapi penyakit tersebut juga bisa diderita oleh wanita yang belum menopause bahkan oleh kaum pria. Karena itu, yang harus diperhatikan untuk dicegah adalah resiko menopause, yaitu penyakit-penyakit degeneratif seperti jantung, diabetes, hipertensi, kanker, osteoporosis, dan sebagainya.

Secara medis hanya ada tiga gejala menopause, yaitu menstruasi yang kacau, semburan panas, dan keringnya vagina. Semua itu disebabkan oleh penurunan kadar estrogen yang diproduksi tubuh. Gejala-gejala lain yang kadang juga sangat mengganggu adalah gejala emosional yang disebabkan oleh meningkatnya kadar follical stimulating hormone (FSH, hormon perangsang folikel telur) dan luteinizing hormone (LH). Kedua hormon itu diproduksi oleh kelenjar pituitari sebagai respons untuk menstimulasi hipotalamus di otak untuk mengaktifkan ovarium. Ketika siklus menstruasi kacau dan persediaan sel telur makin menipis, maka FSH dan LH diproduksi sangat banyak sampai 15 kali biasanya. Ini merupakan mekanisme tubuh mengaktifkan kembali ovarium yang “mogok”. Pemeriksaan laboraturium yang mengindikasikan tingginya kadar FSH dan LH menunjukkan bahwa pada saat itu Anda memasuki masa perimenopause. Berikut ini beberapa gejala emosional menopause yang disebbakan membanjirnya FSH dan LH yang sering dialami wanita menjelang menopause.

* Suasana hati yang berubah-ubah, mudah marah dan mudah sedih tanpa sebab yang jelas.
* Depresi
* Sering cemas dan gelisah tanpa sebab yang jelas
* Alergi meningkat
* Sulit tertidur pulas, sering terbangun tanpa sebab

Selain itu masih ada beberapa gejala fisik yang sering dialami wanita menopause:

* Semburan panas (hot flashes), ini merupakan ciri khas menopause
* Banjir keringat di saat terjadi semburan panas maupun di saat tidur malam hari
* Vagina mengering
* Jantung berdebar
* Kelelahan yang berlebihan
* Gangguan kulit
* Gangguan sendi
* Dan sebagainya, yang masing-masing wanita mempunyai pengalaman yang berbeda

Gejala mulai menghilang pada tahap pascamenopause. Hilangnya tidak seketika tapi berangsur-angsur, gejala mulai menghilang sejak berlalunya waktu 12 bulan penuh menstruasi terakhir. Banyak hal yang perlu mendapat perhatian sejak menstruasi terakhir. Pertama, perdarahan dari vagina yang terjadi setelah menstruasi terakhir berarti adanya suatu penyakit. Jadi Anda harus memeriksakannya ke dokter. Kedua, Anda mulai rentan terhadap penyakit-penyakit degeneratif karena menghilangnya hormon estrogen yang tidak lagi diproduksi tubuh. Penyakit-penyakit degeneratif tersebut antara lain jantung, diabetes, kanker, osteoporosis, dan sebagainya. Karena itu, Anda perlu mengubah gaya hidup dengan menerapkan pola makan sehat, olahraga teratur dna terukur, tidak merokok maupun minum minuman beralkohol, tetap beraktivitas/bersosialisasi, tidur/istirahat cukup, dan sebagainya. Lebih baik lagi jika semua itu telah dilakukan sejak usia muda, sebelum umur 30-an.

Gejala yang tidak nyaman dan kadang mengkhawatirkan itu timbul disebabkan berkurangnya produksi hormon estrogen dan progesteron sampai menghilangnya sama sekali hormon-hormon tersebut. Menghilangnya hormon-hormon tersebut tidak seketika melainkan terjadi secara berangsur-angsur. Ketidaknyamanan yang terjadi dengan semakin berkurangnya hormon-hormon sudah terjadi sekitar 10 tahun sebelum menopause. Makin lama tubuh akan terbiasa dengan tiadanya estrogen, dan gejala tidak nyaman tersebut akan makin menghilang. Kondisi Anda pun akan pulih kembali, bahkan Anda akan terbebas dari berbagai “beban” seperti tidak lagi direpotkan oleh menstruasi setiap bulan, masalah persalinan dan lainnya. Anda hanya perlu menjaga kesehatan Anda, fisik, mental dan spiritual.

Gejala menopause sifatnya individual, jadi tidak sama pada setiap wanita. Para ilmuwan telah menginventarisasi sejumlah gejala pada wanita pada tahap pramenopause dan menopause, yaitu:

1. Semburan panas (hot flashes). Inilah gejala yang paling umum dan nyaris setiap wnaita mengalaminya sadar atau tidak. Rasa panas yang datang mendadak dimulai dari dada terus ke leher, lalu ke wajah. Pada malam hari, semburan panas disertai keringat yang mengucur deras.
2. Jantung berdetak lebih cepat.
3. Mudah marah dan tersinggung.
4. Suasana hati (mood) yang berubah-ubah, sering sedih tanpa sebab.
5. Vagina kering, mengakibatkan rasa pedih pada saat berlangsungnya hubungan seks.
6. Hilangnya libido, terutama pada wanita. Kemungkinan juga disebabkan vagina yang kering sehingga wanita malas melakukan hubungan seks.
7. Haid tidak teratur, kadang sedikit tetapi kadang banjir; dengan siklus yang kadang pendek atau lebih lama dari biasanya.
8. Insomnia, sulit tertidur pulas atau sering kali terbangun mendadak tanpa sebab dan sulit untuk pulas lagi. Kemungkinan disebabkan keringat yang membanjir atau semburan panas.
9. Lelah berkepanjangan (fatigue).
10. Sering kejang otot.
11. Payudara mengendur.
12. Sulit konsentrasi dan orientasi.
13. Gangguan memori, sering lupa dan bingung.
14. Inkontinensia (urinary incontinence). Mengeluarkan urine tanpa bisa dicegah, terutama saat bersin, batuk, tertawa terbahak. Ini disebabkan otot halus tidak lentur lagi.
15. Kulit sering gatal-gatal atau seakan dirayapi semut di abwah kulit.
16. Sendi dan otot sering ngilu.
17. Keseimbangan sering hilang sehingga berpotensi mudah terjatuh.
18. Sering merasa takut, prihatin, gelisah, murung tanpa sebab atau takut membayangakan kematian.
19. Pusing / sakit kepala bisa semakin sering atau justru semakin jarang terjadi.
20. Gangguan pencernaan karena mual atau banyak gas di dalam perut.
21. Perasaan tidak berdaya sehingga menimbulkan depresi.
22. Berat badan meningkat karena endapan lemak, terutama di bagian pinggang, paha, pantat, perut, lengan atas.
23. Terjadi bengkak-bengkak pada beberapa bagian tubuh.
24. Kesehatan mulai memburuk. (Awas penyakit degeneratif)
25. Alergi meningkat.
26. Rambut rontok dan menipis di kepala, kelamin, ketiak.
27. Rasa cemas dan gelisah tanpa sebab.
28. Perubahan bau badan yang semakin keras.
29. Sering timbul rasa seperti tersengat listrik di bawah kulit dan di kepala. Lapisan jaringan antara kulit dan otot seperti terkena jepretan karet. Ini tanda-tanda awal dari hot flashes.
30. Gelenyar-gelenyar di kaki dan tangan (kemungkian tubuh kekurangan vitamin B12, gejala diabetes, perubahan kelenturan pembuluh darah, menipisnya kadar potasium atau kalsium).
31. Gangguan pada gusi, misalnya perdarahan dan rasa sakit.
32. Lidah sering terasa panas, langit-langit seperti terbakar, mulut masam, dan napas bau.
33. Osteoporosis, terjadi beberapa tahun sesudah menopause.
34. Perubahan pada kuku: lebih lunak, mudah retakdan patah.
35. Tinnitus: mendengar suara-suara yang mengganggu.

Anda tidak harus mengalami semua gejala tersebut, beberapa saja yang khas seperti semburan panas, vagin akering, berkeringat malam, sudah dapat dipastikan Anda memasuki periode pramenopause.

Sebaiknya Anda ketahui bahwa semburan panas (hot flashes) merupakan gejala menopause yang sangat khas. Meski semburan panas tidak berbahaya bagi kesehatan, namun sangat tidak nyaman dan membuat wanita tertekan. Semburan panas akan lebih parah jika terjadi pada:

* Wanita yang mengalami menopause dini.
* Wanita bertubuh kurus karena lemak tubuh tempat menyimpan cadangan estrogen menjadi lebih sedikit sehingga hilangnya estrogen akan berdampak lebih parah.
* Wanita yang sulit berkeringat karena kemampuan menurunkan suhu tubuh yang ekstrem menjadi sulit. Akibatnya semburan panas akan menjadi lebih parah.

Penyebab Menopause | Andropause

This entry was posted in Menopause. Bookmark the permalink.

Comments are closed.