Gejala Sindrom Darah Kental

Sindrom darah kental dapat dikenali dari gejalanya. Waspadalah akan kemungkinan Anda menderita sindrom darah kental, apabila mengalami gejala berikut:
– Perdarahan lamban ketika terjadi luka
– Defisiensi gizi dan hormon yang meluas
– Mengalami satu atau lebih kondisi kronis misalnya sindrom kelelahan kronis, candida, sindrom, gangguan pencernaan dan lain-lain.
– Kesemutan yang tidak jelas penyebabnya.
Kaki dan tangan sering kesemutan. Salah satu penyebabnya adalah viskositas darah yang menurun karena kekurangan pasokan cairan. Viskositas darah menurun, tentu akan terjadi hambatan aliran darah, dan ini merupakan salah satu faktor yang kita kenal dengan istilah kesemutan.
Penyakit darah kental yang disebut HVS (hyperviscousity syndrome) menyebabkan gangguan-gangguan proliferasi sel darah miasalnya leukimia (sel darah putih yang meningkat), polisitemia (sel darah merah yang meningkat); dan mudah di pahami bahwa darah sebagai alat transportasi nutrisi dan oksigen, jika alirannya terhambat, maka salah satu korbannya adalah jaringan perifer seperti otot. Otot akan mengalami hipoksia (kekurangan oksigen), akibatnya muncul gejala-gejala kesemutan, matirasa dan sebagainya.
– Sering sakit kepala atau migrain yang tidak jelas penyebabnya
– Jika anda wanita, mengalami keguguran berulang

Nah, jangan menunda ke dokter jika Anda mengalami beberapa gejala tersebut di atas karena Anda berpacu dengan waktu. Makin lama Anda menunda, makin banyak sel-sel tubuh Anda yang mati karena kurang atau tiadanya pasokan makanan dan oksigen. Bisa dibayangkan akibatnya, kan, jika banyak sel jantung atau sel otak yang mati? Dan jika Anda sedang hamil, pasokan nutrisi dan oksigen ke janin (lewat plasenta) terhambat lantaran darah Anda mengental. Akibatnya terjadi keguguran.

Sering migrain dan setiap bangun tidur seluruh tubuh pegal-pegal dan pandangan serasa berputar. Gejala yang dideritanya itu merupakan beberapa dari gejala sindrom darah kental. Karena itu dokter memberi obat pengencer darah. Jadi dokter sudah waspada bahwa itu menderita penyakit darah kental. Tetapi untuk memastikan adanya darah kental, seharusnya dokter melakukan pemeriksaan darah.

Yang perlu diketahui pula, harus waspada bahwa darah kental pada usia muda beresiko mengalami trombosis, yaitu pengentalan darah yang akibat nya bisa bermacam-macam seperti stroke, serangan jantung, gagal ginjal, keguguran kandungan dan sebagainya. Karena itu harus mengetahui penyebab penyakitnya itu.

Penyakit darah kental yang disebabkan faktor genetik penderitanya harus minum obat antikoagulan seumur hidup. Demikian menurut Dr. Aru. “Syukurlah kelainan ini hanya diderita oleh sebagian kecil populasi manusia,” ujarnya. Namun ia menyayangkan bahwa di  Indonesia  belum ada data jumlah pasien usia muda yang menderita sindrom darah kental. Padahal menurutnya, hampir setiap hari ada pasien baru yang didiagnosis darah kental di Klinik Hematologi RSCM dan Medistra tempatnya berpratik.

“Pasien umumnya datang dengan keluhan pusing, migrain, vertigo, telinga berdenging, dan penglihatan tergangggu. Semua itu disebabkan gejala ganggguan pembuluh darah yang salah satunya adalah darah kental,” tuturnya.

Masih menurut Dr. Aru, masuknya perempuan ke dunia kerja diduga berhubungan dengan makin banyaknya perempuan yang terkena sindrom darah kental. “Perempuan yang bekerja, bebannya makin berat sehingga rentan menderita stres,” demikian Dr. Aru W. Sudoyo. Dan stres merupakan salah satu faktor darah mengental. Selain itu, perempuan muda yang minum obat-obat KB juga rentan mengalami darah kental.

Gejala umum sindrom darah kental

Tanda-tanda umum pengidap darah kental antara lain:
– Sering kesemutan tanpa sebab,
– Sering sakit atau nyeri kepala, pusing, migrain
– Sering kram/kejang
– Mendadak hilang keseimbangan
– Perdarahan yang lamban akan terjadi luka
– Definisi gizi dan hormon yang meluas,
– Memiliki satu lebih kondisi kronis seperti sindrom kelelahan kronis, sindrom gangguan pencernaan, Candida
– Keguguran
– Rasa sakit di tungkai kaki atau lengan,
– Pembuluh vena membengkak dan kemerahan,
– Gangguan pada penglihatan
– Gangguan pada orientasi pikiran.

Jika Anda mengalami beberapa gejala tersebut, segeralah memeriksakan diri ke dokter, terutama jika anda berusia lanjut, termasuk lansia karena makin tua seseorang, makin kental darahnya.

Penyebab Darah Kental | Mekanisme Pengentalan Darah

This entry was posted in Sindrom Darah Kental. Bookmark the permalink.