Gejala Tidak Spesifik Wanita Hamil dengan ACA dan yang Tidak Mengidap APS

Menurut dr. Judi Januadi Endjun, SpOG, sonologist, dari RSPAD Gatot Subroto, gejala tersebut misalnya ngidam, selain dialami oleh wanita hamil yang tidak mengidap APS, antara lain mual, pusing, mudah mengantuk, sulit konsentrasi dan lainnya. Pada wanita hamil dengan APS, gejala-gejala tersebut bukan disebabkan kehamilannya melainkan disebabkan adanya kelainan akibat kekentalan darah yang memengaruhi fungsi organ tubuh. Perbedaannya dengan kehamilan normal adalah gejala-gejala tersebut hilang setelah usia kehamilan 4 bulan. Sedangkan gejala / keluhan pada penyandang APS berlangsung sepanjang masa kehamilan.

Yang perlu dicermati adalah meningkatnya tekanan darah tanpa sebab pada wanita hamil yang sebelum hamil tekanan darahnya normal. Meningkatnya tekanan darah itu disebabkan peningkatan kekentalan darah. Dan ini berbahaya karena bisa terjadi stroke atau serangan jantung.

Menurut penelitian, ada beberapa pil KB yang bisa mengakibatkan darah menjadi kental. Jadi, kemungkinan Anda bermaksud menunda kehamilan tapi menjadi “keterusan” malah kena sindrom ACA gara-gara pil KB. Jadi tidak hanya kasus keguguran berulang, ternyata susah hamil juga bisa menjadi akibatnya.

Salah seorang penulis dalam http://theurbanmama.com/forum/topic32-kekentalan-darah-kehamilan yang mempunyai masalah yang sama dengan Anda, mengaku akhirnya hamil setelah gagal mengikuti program hamil dokter SPOG selama 13 tahun, kemudian beralih ke Prof. Dr. Karmel, spesialis Hematologi. Ia mendapat treatment ACA selama 10 bulan, langsung positif dan kini melahirkan bayinya. Seorang penulis lain mengaku dirujuk oleh dokter SPOG-nya ke prof. Dr. Karmel, dan 10 minggu kemudian dia berhasil hamil dan melahirkan dengan selamat. ” Dulu-dulu cuma sampai usia janin 8 mingggu, lantas keguguran,” tulisnya.

Salah seorang penulis dalam website tersebut atas yang kadar ACA-nya tinggi dan mengalami sulit hamil, mengaku mendapat treatment selama hamil berupa konsumsi pladogrel (obat antipembekuan darah, dia tak bisa minum ascardia karena alergi aspirin), asam folat 10 mg, dan suntik fraxiparine (dosisnya selang seling antara 0,4 dan 0,6- dosisnya akan tetap 0,6 begitu berat badannya mencapai 55 kg). Suntikan dilakukan setiap hari, dimulai saat diketahui kehamilannya. Kini dia hamil yang kelima kalinya.

Menurut Prof. Dr. dr. Karmel L. Tambunan berdasarkan ACA-nya, penderita APS bisa dikategorikan dalam tiga tingkatan, yaitu :
– mild, Jika IgG-nya berkisar antara 15-20
– moderat, jika kadar IgG-nya antara 20-80
– high, jika kadar IgG-nya lebih dari 80

Tingkat kekentalan darahnya bisa diketahui dengan mengukur kecepatan membeku dari darah. Penderita APS darahnya akan cepat membeku. Jika darah normal akan membeku dalam waktu sekitar 25-40 detik, maka darah penderita APS akan membeku dalam waktu kurang 25 detik. Dan ini tidak baik bagi ibu hamil karena membahayakan janinnya karena hidup matinya janin dalam kandungan sangat tergantunng pada suplai darah ibunya lewat plasenta. Darah ibu membawa nutrisi dan oksigen bagi janin.

Pengobatannya tergantung pada keparahan penyakit darah kentalnya.

Keguguran Berulang | Janin yang Ibunya Menderita APS

This entry was posted in Sindrom Darah Kental. Bookmark the permalink.