Ginjal Tidak Berfungsi

Apa yang terjadi jika ginjal tidak berfungsi?

Melihat fungsi ginjal yang begitu penting, tentu dengan tidak bekerjanya ginjal secara maksimal akan banyak gangguan yang terjadi dalam tubuh kita. Tubuh akan keracunan sampah hasil metabolisme karena tidak dapat dikeluarkan dengan baik sehingga menumpuk di dalam darah, terbawa dalam sirkulasi aliran darah ke seluruh tubuh dan akan menimbulkan gejala akibat terganggunya sistem ini. Bahkan protein yang sangat dibutuhkan untuk membentuk sel-sel baru pada jaringan yang rusak dan beregenerasi seperti otot, tulang, kulit, rambut, dan kuku dapat menjadi masalah karena terganggunya ginjal.

Ketika fungsi ginjal terganggu maka terjadi kebocoran protein melalui unit penyaring ginjal (nefron). Pada urin ditemukan protein bahkan albumin yang memiliki berat molekul besar.

Gangguan ginjal dapat pula terjadi akibat komplikasi gangguan pembuluh darah, misalnya hipertensi, penyakit jantung, dan diabetes. Tekanan darah tinggi yang berlangsung lama pada penyakit hipertensi akan menyebabkan ginjal harus bekerja keras dalam menjalankan fungsinya. Sebaliknya terganggunya fungsi ginjal pada mekanisme pengaturan tekanan darah juga dapat menyebabkan hipertensi.

Jika fungsi ginjal 100% baik, maka tidak terjadi gangguan dalam tubuh. Jika salah satu ginjal tidak berfungsi, ginjal lainnya akan mengambil ahli fungsi penyaringannya. Jika kedua ginjal tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya, dapat berakibat fatal dimana urea akan tertimbun yang akan meracuni tubuh bahkan dapat menyebabkan kematian. Ketika fungsi kedua ginjal masih 25% kemampuannya, manusia masih bisa hidup normal. Namun, ketika kemampuannya tinggal 15% penderita mulai merasakan gangguan pada ginjalnya. Jika sudah berada dibawah 15% maka seseorang dikatakan mengalami gagal ginjal terminal / tahap akhir.

Seperti halnya mesin pembuang limbah yang membuang barang tidak berguna melalui saluran pembuangan. Begitu juga ginjal membuang zat racun yang seharusnya dikeluarkan bersamaan melalui air kencing (urin). Tetapi, bila alat pembuang limbah atau ginjalnya rusak, maka zat-zat yang seharusnya dibuang tetap berada didalam darah dan ikut dalam aliran ke seluruh tubuh.

Pada stadium awal gangguan ginjal ini 90% tanpa gejala. Setelah mencapai penurunan fungsi yang sangat bermakna barulah gejala akan muncul meski sering tidak terlalu jelas. Gejala dan tanda umum gagal ginjal yang perlu diwaspadai antara lain :

* Kencing terasa kurang jumlahnya dibandingkan kebiasaan sebelumnya.
* Kencing berubah warna, berbusa, atau sering bangun malam untuk kencing.
* Sering bengkak di kaki, pergelangan, tangan, dan muka. Antara lain karena ginjal tidak bisa membuang air yang berlebih.
* Lekas lelah atau lemah karena anemia.
* Sesak napas, akibat air berkumpul di paru-paru. Keadaan ini sering disalahartikan sebagai asma atau kegagalan jantung.
* Napas bau karena adanya kotoran yang mengumpul di rongga mulut, sering berbau pesing.
* Rasa pegal di punggung.
* Gatal-gatal di kulit, terutama di kaki.
* Kehilangan nafsu makan, mual, dan muntah.
* Kram dan kesemutan
* Kejang-kejang
* Sakit kepala
* Kebingungan, sulit tidur, bicara kacau, bahkan penurunan kesadaran.

Gejala yang disebabkan oleh kelainan ginjal dan saluran kemih sangat bervariasi, tergantung kepada bagian ginjal atau saluran kemih yang terkena. Demam dan malaise (perasaan tidak enak badan) merupakan gejala yang umum, tetapi infeksi kandung kemih (sistitis) biasanya tidak menyebabkan demam. Suatu infeksi bakteri pada ginjal (pielonefritis) biasanya menyebabkan demam tinggi. Kanker ginjal terkadang menyebabkan demam.

Fungsi Ginjal Manusia

This entry was posted in Penyakit Ginjal. Bookmark the permalink.

Comments are closed.