Hipertensi dan Stres

Stres atau gaya hidup yang tegang cenderung mengakibatkan timbulnya penyakit hipertensi. Stres mudah terjadi pada mereka yang memiliki sifat suka berkompetisi, terlalu bersemangat, tidak sabaran, terburu-buru, serta sering gusar dan gelisah. Stres dapat meningkatkan tekanan darah sesaat ketika timbul rasa takut, gugup, atau sedang berada dalam tekanan tertentu. Dan ketika ancaman atau tekanan pergi, biasanya kita mulai rileks dan tekanan darah pun turun. Mungkin efek penurunan stres tidak serta merta dapat menurunkan tekanan darah, tetapi stres perlu dikelola karena dampak jangka panjangnya dapat merusak tubuh. Kita perlu melakukan berbagai tindakan yang efektif untuk meredakan stres.

Berikut adalah beberapa tindakan praktis untuk meredakan stres :

1. Menerima keadaan.
Pasien harus dapat menguasai diri dan menerima dengan lapang dada hipertensi yang dialaminya. Harus tetap hidup dengan santai dan tidak terus menerus merasa khawatir dan takut. Jalani hidup sebagaimana layaknya.

2. Tetapkan nilai dan tujuan hidup.
Periksa kembali tujuan dan nilai-nilai hidup Anda; apakah ada yang perlu dikoreksi dan jika ya, tetapkan prioritas yang baru. Saatnya bagi Anda untuk menemukan jati diri yang sesungguhnya, bukan hanya sibuk mencari uang saja sampai merasa tegang dan menjalani pola kehidupan yang tidak menentu. Ubahlah gaya hidup menjadi lebih santai agar dapat menghindari stres serta jadwal-jadwal yang padat. Menetapkan kembali tujuan hidup dapat memberikan perspektif baru tentang arti hidup sehingga dapat menurunkan tekanan darah tinggi.

3. Melakukan aktivitas yang baik untuk kesehatan.
Aktivitas di luar rumah yang baik untuk dilakukan adalah berjalan kaki, bersepeda, bermain-main, memancing, berkebun, membersihkan rumah atau taman, berenang, serta berolahraga aerobik. Sedangkan aktivitas dalam rumah yang baik adalah melakukan kegiatan yang menjadi hobi Anda, seperti memotret, melukis, melakukan kerajinan tangan, menulis, membaca, menonton, atau sekedar duduk saja.

4. Meluangkan waktu untuk liburan.
Merencanakan liburan untuk melepaskan ketegangan merupakan hal yang baik bagi penderita hipertensi, dan sebaiknya dilakukan secara rutin agar mereka dapat melepaskan diri dari ketegangan dan rutinitas pekerjaan yang mencemaskan.

5. Pastikan Anda cukup tidur.
Kurang tidur sudah tentu membuat kita cenderung stres, sementara stres membuat kita tidak dapat tidur dengan baik dan nyenyak. Oleh karena itu, pastikan Anda cukup tidur setiap harinya.

6. Pastikan iman Anda tetap teguh.
Salah satu pencetus stres adalah karena orang yang merasa ditinggalkan Tuhan dan atau karena mereka meragukan kemampuan Tuhan untuk melindungi dan memelihara hidup mereka. Namun, sebenarnya Tuhan tidak seperti itu, Dia peduli setipa detail dan segi kehidupan kita, Jadi percayakan hidup Anda ke dalam tanganNya.

Umumnya jika seseorang memiliki iman yang teguh, ia akan dapat menjalani kehidupan dengan lebih tenang, dan menghindari stres yang berlebihan. Yakin dan percayalah pada pemeliharaan, kasih, dan kuasaNya, maka stres yang merusak kehidupan dan kesehatan akan menjauh dari kehidupan kita.

Semua hal-hal di atas, ada satu hal yang perlu Anda perhatikan, yaitu berkaitan dengan pekerjaan. Pekerjaan merupakan salah satu sumber utama terjadinya stres. Oleh karena itu, lakukan hal-hal berikut ini :
* Hindari tekanan yang terlalu kuat atau pengerahan energi secara berlebihan.
* Bekerjalah sesuai batas waktu jam kerja. Bila ada lembur atau jam kerja yang panjang, harap dipertimbangkan terlebih dahulu sebelum dilakukan.
* Berusaha menyelesaikan tugas lebih awal dari tenggat waktu yang telah ditetapkan.
* Pergunakan waktu istirahat untuk makan siang dan sisihkan sedikit waktu untuk beristirahat atau bersantai sejenak.
* Jika sebagian besar pekerjaan dilakukan sambil duduk di belakang meja, maka luangkan sedikit waktu untuk beraktivitas fisik atau bergerak; dan berlaku pula sebaliknya.
* Pastikan Anda memiliki waktu luang untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi kesehatan.

Hipertensi pada Orang Tua (Lansia) | Pertanyaan Seputar Hipertensi

This entry was posted in Hipertensi. Bookmark the permalink.