Hubungan Pindah ke Daerah Lain dan Suasana Hati serta Tingkat Energi dengan Alergi pada Hidung

Pasien dengan alergi sepanjang tahun dan musiman kadang-kadang mengalami kesulitan dengan alergi pada hidungnya sehingga mereka beranggapan pindah ke lokasi geografi lain dapat menolong mengurangi gejala alerginya. Pasien dengan hay fever musiman sering menemukan bahwa banyak tepung sari tanaman musiman dan/atau spora jamur yang saat ini mengganggu mereka di rumah mereka juga ada di kawasan yang mereka pertimbangkan untuk pindah. Satu pengecualian mungkin tepung sari ragweed, yang lebih banyak ditemukan di dataran tinggi daerah timur pegunungan Rocky Mountains. Mengenai alergen sepanjang tahun yaitu tungau debu rumah ditemukan dalam jumlah yang jauh lebih besar di daerah dengan kelembaban di luar ruangan yang relatif lebih tinggi dari 45% (terutama di dekat kawasan genangan air), sementara di daerah dengan kelembabab lebih rendah (di gurun pasir dan gunung), tungau rumah cenderung lebih jarang ditemukan. Oleh karena itu, jika seorang pasien terutama alergi terhadap tungau, pindah ke daerah beriklim lebih kering dengan jumlah tungau debu yang sedikit secara teoritis dapat memperbaiki gejala. Namun, faktor lain seperti populasi udara, suhu udara luar yang ekstrem, dan efek udara kering, mungkin dapat memperberat gejala hidung dengan cara yang tidak dapat diperkirakan, dengan demikian sulit untuk merekomendasikan dengan pasti tentang perubahan lokasi.

Banyak penelitian memperlihatkan bahwa orang-orang dengan rinitis alergi memiliki masalah suasana hati dan energi. Dalam suatu survei terhadap 2500 orang penderita alergi, hampir 1 dari 4 orang merasa malu akibat gejala alerginya, lebih dari sepertiga merasa depresif, dan lebih dari setengah merasa lekas marah atau menderita karena alerginya. Selain itu, 80% kelompok ini merasa lelah akibat dari gejala alerginya. Penyebab dari temuan ini tidak sepenuhnya dipahami, tetapi sejumlah faktor mungkin berpengaruh. Pertama, efek alergi terhadap tidur dapat berdampak besar pada kondisi psikologis. Kedua, kita tahu bahwa berbagai zat kimia berbeda meningkat dalam aliran darah sewaktu reaksi alergi, yang dapat mempengaruhi energi dan suasana hati. Selain itu, obat-obat alergi yang biasa dipakai, terutama obat antihistamin kuno (misal, difenhidramin) dan dekongestan oral (misal: pseudoefedrin), juga dapat menyebabkan pasien merasa lelah, depresif, dan/ atau cemas. Jadi masuk akal jika dikatakan bahwa pengobatan alergi yang efektif dapat memperbaiki suasana hati dan tingkat energi seseorang.

Hubungan antara Sakit Kepala Kronis, Asma Bronkial, dan Tidur dengan Alergi pada Hidung | Makanan yang Menimbulkan Alergi pada Pasien

This entry was posted in Alergi. Bookmark the permalink.