Ibu dengan APS yang Ingin Hamil Lagi

Wanita yang kadar ACA-nya tinggi tidak disarankan untuk hamil lagi sampai kadar ACA-nya normal. Ibu hamil dengan kadar ACA tinggi beresiko ganda, selain berdampak pada janin yang dikandungnya juga pada si ibu.

Ibu hamil dengan APS yang pernah mengalami keguguran berulang, melahirkan prematur atau memiliki riwayat preeklamsia, sebaiknya menghubungi dokter ahli kandungan jika ingin hamil lagi, untuk menjalani screening. Kemudian ibu tersebut harus minum obat minum dan suntikan untuk menurunkan kadar ACA dalam darahnya. Menurut Dr. Andika, yang berat dijalani memang suntikan . Suntikan tersebut dilakukan dua kali dalam sehari. Karena itu harus dilakukan sendiri atau dengan bantuan suami. Untuk menyuntik, diperlukan latihan. Dan suntikan itu harus dijalaninya samapai kehamilan berakhir.

Selama kehamilan, sebaiknya perkembangannya terus dipantau dokter agar kondisi kesehatannya tetap baik tidak membahayakan ibu maupun janin yang dikandungnya.

Kehamilan dengan APS termasuk kehamilan beresiko tingggi. Karena itu Dr. Judi menyaranakan agar ibu hamil dengan APS menjaga kehamilannya dengan ekstra hati-hati. dalam kehidupan sehari-hari seperti juga pada kehamilan pada umumnya ibu hamil dengan APS disarankan tidur minimal 8 jam, banyak istirahat, dan redam kadar stres. Selain itu lakukan pola makan sehat kualitas maupun kuantitasnya. AKtivitas lain seperti olahraga ringan, melakukan pekerjaan rumahtangga dan lainnya bebas dilakukan sepanjang tidak membahayakan kehamilan.

Dokter Judi tidak mengetahui dengan pasti tentang makanan yang bisa membantu mengencerkan darah, namun disarankan ibu hamil dengan kelainan APS mengonsumsi makanan yang serba alami, hindari makanan olahan yang mengandung pengawet, penyedap dan zat-zat kimia lainnya. Sedapat mungkin hindari pula polusi udara dan insektisida ketika berkebun atau insektisida antinyamuk.

Disarankan pula oleh Dr. Judi agar ibu hamil dengan APS menjauhi infeksi virus maupun bakteri. Menurut Dr. Judi, infeksi herpes atau tokso akan memperparah kosndisi APS yang diidapnya. Kemungkinan juga justru APS nya dipicu oleh virus. Namun tidak setiap bakteri dan virus memicu timbulnya antibodi antifosfolipid.

Disarankan pula agar ibu hamil dengan APS banyak minum minimal 2 liter perhari karena kurang minum dikhawatirkan darahnya mudah mengental, meskipun tidak berarti asupan air bisa langsung mengencerkan darah.

Ada dugaan bahwa salah satu pemicu APS adalah konsumsi obat-obatan tertentu misalnya obat epilepsi yang memunculkan antibodi antifosfolipid.

Sementara suntikan obat-obatan yang harus dijalani ibu hamil dengan APS tidak berbahaya bagi janin karena  tidak menembus plasenta. Dengan demikian tidak ada kemungkinan terserap janin. Memang ada dampaknya, yaitu berat badan bayi kemungkinan berkurang, namun tidak mengganggu perkembangan fisiknya.

Dampak pada si ibu justru lebih nyata, misalnya gatal-gatal, lebam biru disekitar bekas suntikan. Jika kadar ACA si ibu tingggi, bisa menyebabkan stroke, tuli, daya penglihatan berkurang bahkan bisa buta. Karena itu ibu hamil dengan APS harus rajin kontrol ke dokter.

Sedangkan dalam hal proses persalinan, pada dasarnya tidak berbeda dengan persalinan ibu lainnya. Demikian menurut Dr, Karmel maupun Dr. Judi. Artinya, si ibu bisa melahirkan dengan normal/spontan jika memang tidak ada indikasi lain. Bedanya  hanyalah pada persalinan ibu hamil dengan APS, harus ada tim medis yang standby terhadap kemungkinan terjadi pembekuan darah saat persalinan. Alasan ini pula yang dijadikan pertimbangan diperlukannya tindakan sesar, terutama jika proses persalinan makan waktu lama, lebih dari 8 jam. Maksudnya agar si ibu tidak terlalu lelah yang makin memperburuk kondisinya.

Secara ringkas, bereikut ini beberapa saran Dr. Judi bagi ibu hamil dengan APS.

*Pertama-tama sebagaimana setiap ibu hamil, harus rajin memeriksakan diri secara teratur sesuai dengan perintah dokter ahli kandungan dan kebidanan. Jika mengalami gangguan misalnya pada jantung atau mata atau telinga dan lainnya, harus segera melaporkannya kepada dokter, agar bisa segera dirujuk ke ahlinya.

*Jangan minum obat-obatan tanpa sepengetahuan dokter yang merawat Anda karena ada obat-obat yang justru memicu munculnya antibodi antifosfolipid. Jaga diri agar tidak terinfeksi virus tertentu yang menimbulkan antibodi antifosfolipid.

*Perhatikan pola makan. Meski belum diketahui dengan pasti bahan makanan yang bisa membantu mengencerkan darah, namun ibu hamil dengan APS sangat dianjurkan mengonsumsi makanan yang serba alami bukan makanan instant atau makanan olahan (sosis, kornet, bakso, mi, makanan kaleng dan sebagainya), tidak mengandung pengawet, penyedap dan semacamnya yang biasa terkandung dalam junk food. Seminimal mungkin konsumsi lemak (mentega, minyak goreng, daging berlemak), tapi banyak konsumsi sayur dan buah segar. Tujuannya, meminimalkan benda-benda “asing” masuk kedalam tubuh yang memicu terbentuknya antibodi antifosfolipid. Sangat dianjurkan banyak minum air putih, minimal 2 liter per hari, untuk mencegah pengentalan darah menjadi lebih parah. Sebagaimana diketahui, wanita hamil darahnya lebih kental daripada biasanya.

*Paparan zat-zat kimia juga bisa menjadi pemicu antibodi antifosfolipid, misalnya insektisida (antinyamuk) dan polusi udara. Sedangkan infeksi, misalnya infeksi herpes dan toksoplasma, bisa memperparah kondisi APS.

*Banyak istirahat, jangan memaksakan kerja fisik yang berlebihan, tidur 8 jam perhari dan kelola stres menjadi seminimal mungkin.

*Lakukan olahraga ringan secara teratur. Biasanya rumah sakit menyediakan senam khusus bagi ibu hamil.

Nah, dengan mengikuti saran Dr. Judi tersebut, insya allah ibu hamil penyandang APS dapat melahirkan secara normal dengan selamat.

Untuk menghindari ACA, lakukan pola makan sehat alami: konsumsi sayuran segar dan buah-buahan sampai 60% dari total asupan makanan per hari, pilih karbohidrat kompleks dengan IG rendah (indeks glikemik rendah misalnya nasi beras merah, roti atau pasta dari tepung whole wheat), hindari makanan instant, cepat saji, dan makanan berlemak (termasuk santan, margarine, dan gorengan). Hindari makanan yang diproses berlebihan dan makanan yang di proses dengan fermentasi (keju, minuman anggur, tapai), daging olahan (sosis, kornet). Banyak minum air putih. Dan banyak istirahat. Jangan lupa olahraga ringan sesuai kondisi kesehatan. Hindari rokok, minuman keras, dan minuman bersoda.

Jangan malas melakukan olahraga sesuai dengan kondisi tubuh, agar sirkulasi udara lancar. Dengan demikian kualitas darah selalu baik dan darah lancar menjalankan fungsinya membawa nutrisi dan oksigen yang dapat menjangkau seluruh sel-sel tubuh.

Jika perlu (misalnya para lansia) minumlah suplemen: omega-3, vitamin A, vitamin B, vitamin C, Vitamin E dan mineral terutama kalsium, magnesium. Dengan hidup sehat, daya tahan tubuh tinggi, terhindar dari penyakit-penyakit dan kelainan-kelainan antara lain terbentuknya fibrin yang tidak terkendali, terbentuknya antibodi antifosfolipid.

Resiko APS terhadap Janin | Polycythemia Vera

This entry was posted in Sindrom Darah Kental. Bookmark the permalink.