Impotensi dan Olahraga

Kaitan Impotensi dan Olahraga

Olahraga adalah kegiatan positif yang menyenangkan dan menyehatkan. Namun walaupun sudah terbukti banyak manfaatnya, di zaman yang serba sibuk dan cepat ini, tidak banyak orang yang bersedia meluangkan waktu untuk berolahraga. Padahal, kegiatan olahraga yang baik bagi jantung ini juga baik bagi seksual. Lelaki yang tiap hari membakar 200 kalori melalui olahraga, kemungkinannya lebih kecil untuk menderita impotensi dibanding lelaki yang tidak aktif. Itu berarti berjalan 3,2 kilometer tiap hari sudah mencukupi.

Dengan adanya dampak positif ini, seharusnya para lelaki mulai rajin berolahraga. Tidak perlu menunggu usia pertengahan atau tua untuk mulai rajin berolahraga, berhenti begadang di malam hari, suka lembur, hobi merokok, maupun mengurangi minuman keras. Bagaimana olahraga dapat mencegah impotensi, pada prinsipnya sama seperti halnya berolahraga dapat mencegah penyakit jantung.

Impotensi dan penyakit jantung terjadi karena aliran darah ke organ tubuh jelek dan olahraga membantu memperlancar peredaran darah. Dengan kata lain, impotensi dapat merupakan tanda awal penyakit jantung arteri karena penis lebih sensitif terhadap buruknya aliran darah dari jantung.

Impotensi mempengaruhi seperempat lelaki di AS berusia 65 dan belum ada obat untuk menyembuhkannya secara sempurna. Dengan Viagra, penyakit itu mungkin dapat diatasi tetapi mencegah seharusnya menjadi sasaran utama daripada mengobati.

Di Amerika, setiap 3 menit sebutir Viagra dikonsumsi. Padahal, kalau lelaki berolahraga, mereka akan memiliki kemungkinan yang sangat rendah untuk terkena impotensi. Lagipula, dengan berolahraga badan juga menjadi lebih ramping. Ukuran penis pun dapat menjadi lebih panjang. Dari penelitian disebutkan bahwa ukuran penis dapat bertambah 1 inch (sekiatr 2,54 cm) jika berat badan lelaki turun sekitar 35 pound atau sekitar 17 kg. Ketentuan ini juga berlaku sebaliknya, kalau berat badan bertambah 17 kg maka panjang penis akan berkurang 1 inch.

Berolahraga secara teratur dapat mengurangi kecenderungan impotensi seiring dengan bertambahnya usia lelaki. Oleh sebab itu, setiap lelaki dianjurkan agar tidak terlalu pasif dalam hidup. Jurnal Eurologi mengemukakan bahwa paling tidak, para lelaki sebaiknya berolahraga ringan saja daripada tidak sama sekali untuk terhindar dari masalah kehidupan seksual. Bahkan resiko akan semakin rendah pada lelaki yang awalnya tidak memiliki keinginan untuk berolahraga sama sekali kemudian melakukan olahraga ringan, terus sampai menjadi rutin dan jadi kebiasaan.

Kegiatan fisik sebenarnya berguna untuk meningkatkan kesehatan. Alasan ini sangat masuk akal jika olahraga berefek positif terhadap gangguan impotensi. Impotensi merupakan suatu kondisi di mana darah tidak cukup mengalir atau aliran darah ke penis terhambat. Dengan olahraga, aliran darah yang terhambat tersebut akan lancar kembali.

Selain mengurangi resiko impotensi, olahraga juga dapat meningkatkan kesehatan jantung dan stamina organ-organ tubuh yang lainnya. Jadi, bagi perempuan yang memiliki pasangan malas berolahraga, ajaklah pasangan yang malas berolahraga itu agar mau ikut menemani jogging, lari-lari, atau berenang bersama. Setidaknya, 1 – 2 kali dalam seminggu. Walaupun belum optimal, olahraga dapat mengurangi resiko impotensi.

Impotensi dan Merokok | Impotensi dan Onani

This entry was posted in Impotensi. Bookmark the permalink.