Impotensi dan Onani

Kaitan Impotensi dan Onani

Sering kali orang yang tidak memiliki pengetahuan cukup tentang seks, terpengaruh oleh pembicaraan-pembicaraan tanpa dasar yang benar (mitos). Seperti halnya anggapan bahwa onani menyebabkan impotensi. Ini adalah sesuatu yang tidak berdasar. Bahkan dari segi medis, dalam kondisi darurat onani dapat dianjurkan agar terjadi pelepasan yang sehat.

Hal yang menjadi masalah kemudian kalau si pelaku onani ini menganggap apa yang dilakukannya adalah suatu beban, dosa, perbuatan tercela, dan lain sebagainya. Akibatnya, dia menjadi terbebani secara mental emosional. Apabila ini terjadi terus menerus dan dalam waktu yang lama akan menyebabkan terjadinya impotensi sungguhan.

Kalau ditelusuri lebih jauh, bukan onaninya yang menyebabkan impotensi tetapi karena adanya tekanan batin dan mental yang begitu kuat. Terlebih onani tidak ada rangsangan nyata tetapi biasanya berupa khayalan. Inilah yang memicu terjadinya beban mental.

Sebaiknya, bagi mereka yang sudah menikah menyalurkan hasrat seksual dengan pasangannya secara rutin. Hindari hidup terpisah dalam waktu yang lama. Selain tidak sehat bagi kehidupan seksual, terpisah jarak juga dapat memicu terjadinya perselingkuhan. Sedangkan bagi mereka yang belum menikah, memperbanyak kegiatan positif sehingga dapat mengalihkan perhatian dari keinginan onani. Kebiasaan onani ini biasanya sering terjadi pada mereka yang memiliki banyak waktu luang.

Artinya, cara terbaik untuk menghindari onani adalah memiliki banyak kegiatan positif. Dengan kesibukan tersebut, tidak akan sempat memikirkan hal yang negatif. Kegiatan-kegiatan positif apa saja yang dipilih akan sangat baik, seperti berolahraga, berkebun, membaca, dan lain-lain. Pilihlah kegiatan yang sesuai dengan hobi dan kesenangan masing-masing.

Bagaimana cara menghentikan kebiasaan onani? Untuk menghentikan kebiasaan onani, sebenarnya yang paling penting adalah niat dari diri masing-masing yang bersangkutan. Berikut ini 16 tips efektif untuk menghentikan kebiasaan onani.

1. Awali dengan berdoa, memohon, dan bertobat kepada Tuhan agar diberi kemampuan berhenti dari kebiasaan onani selamanya.

2. Harus memiliki tekad, kemauan, dan motivasi yang kuat dari diri sendiri untuk menghentikan kebiasaan onani tersebut.

3. Terapkan sistem reward and punishment yang tegas dan disiplin utnuk diri sendiri. Misalnya, jika satu hari saya tidak beronani maka saya akan “menghadiahi diri sendiri” dengan membeli sesuatu yang berharga atau berwisata yang tidak biasa dilakukan. Jika saya beronani satu kali saja, saya harus “menghukum diri senidri” dengan membaca satu buku tentang ilmu pengetahuan.

4. Katakan TIDAK pada ONANI dan SEKS sebelum MENIKAH!

5. Hendaknya tidak sering menyendiri, melamun, atau menonton film yang “membangkitkan gairah”.

6. Bergaullah dengan orang-orang yang alim, cerdas, saleh, beriman, dan bertakwa. Hindarilah lingkungan pergaulan yang membawa diri menuju “lembah maksiat” atau “dunia hitam”.

7. Perbanyaklah beribadah sesuai dengan agama dan keyakian masing-masing.

8. Jika sudah memiliki “hobi beronani”, berhat-hatilah atau waspadalah dengan kanker prostat! Sebab, hasil riset yang dilakukan oleh Universitas Nottingham Inggris, menyatakan bahwa pria berusia antara 20 – 30 tahun yang “gemar beronani” memiliki resiko lebih tinggi untuk terkena kanker prostat. Juga, sebanyak 34% atau 146 dari 431 orang yang terkena kanker prostat sering melakukan onani mulai usia 20 tahun. Sekedar tambahan, kanker prostat adalah penyakit kanker yang berkembang di kelenjar prostat disebabkan sel prostat bermutasi dan mulai berkembang di luar kendali.

9. Sibukkanlah diri Anda dengan hal-hal yang positif dan bermanfaat, misalnya dengan berolahraga, menjadi pecinta alam, membaca buku, menulis, bernyanyi, memasak, berkebun, dan lain-lain.

10. Hindari bergaul dengan teman atau sahabat yang juga “hobi beronani”. Sebab seseorang itu dapat dinilai; salah satunya dengan siapa (saja) ia bergaul.

11. Mandilah secepat mungkin. Hindari untuk berlama-lama di kamar mandi. Kondisi ini akan mendorong seseorang untuk berpikiran macam-macam.

12. Hindari melihat tontonan, tayangan, gambar, video yang “syur”, “aduhai”, atau porno, baik di internet, telivisi, VCD, DVD, dan sebagainya. Hindari juga “bacaan dewasa”, “kisah panas”, atau “bumbu-bumbu seksual”, kecuali Anda sudah menikah dan akan melakukan hubungan seks.

13. Perbanyak aktivitas fisik yang sehat (berolahraga, berkebun, pencinta alam, dan lain-lain) terutama jika sedang stres atau diri Anda sedang dalam keadaan tertekan.

14. Lakukan semua hal, aktivitas, atau kegiatan yang Anda sukai sepanjang tidak melanggar aturan agama dan norma.

15. Temukan, kembangkan, dan salurkan semua bakat, hobi, dan kreativitas Anda semaksimal mungkin.

16. Sadarilah bahwa onani hanya akan menghabiskan energi dan waktu Anda yang sebenarnya dapat Anda gunakan untuk melakukan hal-hal lainnya yang bermanfaat.

Demikianlah, cara-cara dan tips-tips yang dapat dilakukan untuk menghindari onani. Betapapun baiknya saran tetapi kalau seseorang yang bersangkutan tidak memiliki niat dan kesungguhan, pasti tidak akan bisa menghentikan kebiasaan onani tersebut.

Impotensi dan Olahraga | Pencegahan Impotensi

This entry was posted in Impotensi. Bookmark the permalink.