Impotensi

Pengertian Impotensi

Impotensi adalah ketidakmampuan yang menetap atau terus-menerus untuk mencapai atau mempertahankan ereksi penis yang berkualitas sehingga dapat mencapai hubungan seksual yang memuaskan. Batasan tersebut menunjukkan bahwa proses fungsi seksual laki-laki mempunyai dua komponen, yaitu mencapai keadaan ereksi dan mempertahankannya.

Mekanisme terjadi impotensi merupakan kombinasi neuropati otonom dan keterlibatan arteriosklerosis arteri pudenda interna.

Sebenarnya ada dua pandangan utama tentang terjadinya impotensi. Yang pertama, adanya perubahan yang dipengaruhi tekanan oksigen pada penis selama ereksi ditujukan untuk mempengaruhi struktur korpus kavernosum dengan cara menginduksi sitokin yang bermacam-macam.

Faktor vasoaktif dan faktor pertumbuhan pada kondisi tekanan oksigen yang berbeda akan mengubah metabolisme otot polos dan sintesis jaringan ikat. Penurunan rasio antara otot polos dengan jaringan ikat pada korpus kavernosum dihubungkan dengan meningkatnya vena difus dan kegagalan mekanisme penyumbatan vena.

Hipotesis tersebut menyertakan bukti adanya perubahan pada afse ereksi penis malam hari dan perubahan circadian (ritme atau siklus kehidupan; jam biologis) hubungannya dengan oksigenasi (mensuplai oksigen) yang penting dalam pengaturan ereksi sehat.

Hipotesis lainnya menyatakan bahwa impotensi adalah hasil ketidakseimbangan metabolisme antara proses kontraksi dan relaksasi di dalam otot polos trabekula, misalnya dominasi proses kontraksi. Kedua hipotesis ini dikaitkan dengan strategi penanganan impotensi.

Pada berbagai kasus dengan penyebab biologis jelas (misalnya neuropati diabetika, yaitu gangguan persarafan akibat kencing manis), pengobatan dan akibat dalam jangka panjang kelainan seksual sekunder tersebut akan terpengaruh juga oleh faktor psikoseksual. Penyebab organik impotensi termasuk vaskuler (keterlibatan pembuluh darah), neurologis (keterlibatan saraf), hormonal (keterlibatan hormon), penyakit, atau obat-obatan tertentu dan pada beberapa orang memiliki faktor penyebab ganda. Pada faktor neurologik dapat berupa stroke, penyakit demielinasi (gangguan atau kerusakan selubung saraf), kelainan dengan bangkitan atau kejang, tumor, trauma (cedera) sumsum belakang, dan kerusakan saraf tepi.

Hampir dua pertiga kasus impotensi adalah impotensi organik dan kondisi komorbid (secara bersamaan disertai penyakit atau gangguan lain) sebaiknya dievaluasi secara aktif. Penyakit vaskular dan jantung, terutama yang berhubungan dengan hiperlipidemia (berlebihnya lemak di dalam darah), diabetes mellitus (kencing manis), dan hipertensi (tekanan darah tinggi) berkaitan erat dengan impotensi. Kombinasi kondisi-kondisi ini dan penuaan meningkatkan resiko impotensi pada usia lanjut. Permasalahan hormonal dan metabolik lainnya termasuk hipogonadisme primer dan sekunder. hypothyroidism (penurunan aktivitas kelenjar tiroid), gagal ginjal kronis, dan gagal hati juga berdampak buruk pada impotensi.

Penyalahgunaan zat seperti intake (konsumsi) alkohol atau penggunaan obat-obatan secara berlebihan merupakan kontributor utama pada impotensi. Merokok merupakan salah satu penyebab arterio-occlusive disease (penyakit akibat tersumbatnya pembuluh darah arteri). Psikogenic disorder (gangguan kejiwaan) termasuk depresi, disforia, dan kondisi kecemasan juga berhubungan dengan peningkatan kejadian disfungsi seksual multipel termasuk kesulitan ereksi. Cedera tulang belakang, tindakan bedah pelvis (rongga panggul), prostat, dan trauma pelvis (cedera panggul) merupakan penyebab impotensi yang jarang atau kurang umum ditemukan.

Impotensi iatrogenik dapat disebabkan oleh gangguan saraf pelvis atau pembedahan prostat, kekurangan glikemik, tekanan darah, kontrol lipid (lemak), dan banyak medikasi (terapi medis) yang umum digunakan dalam pelayanan primer. Obat anti-hipertensi (tekanan darah tinggi) khususnya diuretic (meningkatkan ereksi urin) dan central acting agents dapat menyebabkan impotensi. Begitu pula Digoxin psikofarmakologic agents (obat untuk atrial fibrillation, gangguan irama jantung) termasuk beberapa antidepresan dan antitestosteron hormon. Kadar testosteron memang seikit menurun dengan bertambahnya usia tetapi yang berkaitan dengan impotensi adalah minoritas lelaki yang benar-benar hipogonadisme yang memiliki kadar testosteron yang rendah.

Home | Seluk Beluk Impotensi

This entry was posted in Impotensi. Bookmark the permalink.