Infeksi Pada Osteoartritis dan Cairan Artritis Infeksiosa

Infeksi Pada Osteoartritis

Infeksi bakteri sering pula terjadi pada Osteoartritis, seperti infeksi salmonella yang sering terjadi pada musim panas atau musim kemarau. Terjadi pula infeksi Haemophilus influenzae tipe B. Selain itu infeksi Mycobacterium juga terjadi pada Osteoartritis.

Khusus infeksi mycobacteria dilaporkan bahwa atypical mycobacteria dapat menyebabkan kasus infeksi yang meluas pada abses. Managemen dari pembedahan, seperti pembedahan dan penggantian sendi yang kurang baik, dapat menimbulkan kasus infeksi atypical mycobacteria. Kejadian inflamasi dan osteoartritis, insiden dari infeksi atypical mycobacteria, telah bertambah secara gradual pada manusia. Isolasi atypical mycobacteria dan komplikasi infeksi pada pembedahan sendi pasien osteoartritis, merupakan etiologi dari infeksi luka bedah. Dilaporkan pula bahwa atypical mycobacteria tumbuh cepat pada seorang wanita dengan osteoartritis kronis. Bakteri-bakteri tersebut biasanya ditemukan pada jaringan sendi yang rusak dan pada cairan sendi.

Infeksi Pada Cairan Artritis Infeksiosa

Artritis Infeksiosa adalah infeksi pada cairan (cairan sinoval, cairan rongga sendi) dan jaringan dari suatu sendi.

Penyebab

Organisme penyebab infeksi (terutama bakteri), biasanya mencapai sendi melalui aliran darah, tetapi suatu sendi bisa terinfeksi secara langsung melalui pembedahan, penyuntikan, atau suatu cidera. Bakteri apa yang paling sering menyebabkan infeksi, tergantung pada usia penderita. Bayi dan anak kecil sering terinfeksi oleh stafilokokus, hemophilus influenza, dan bakteri basilus gram negatif. Dewasa dan anak yang lebih tua sering terinfeksi gonokokus (bakteri penyebab gonore), stafilokokus, dan streptokokus. Virus (misalnya HIV, parvovirus dan virus penyebab rubella, gondongan, dan hepatitis B) bisa menginfeksi sendi pada berbagai usia. Infeksi sendi menahun sering disebabkan oleh tuberkulosis atau infeksi jamur.

Gejala

Anak-anak biasanya mengalami demam dan nyeri, dan cenderung rewel. Biasanya anak tidak mau menggerakkan sendi yang terkena, karena pergerakan dan perabaan menyebabkan nyeri. Pada anak yang lebih tua dan orang dewasa yang mengalami infeksi bakteri atau virus, gejala biasanya dimulai sangat tiba-tiba. Sendi tampak merah dan teraba hangat, pergerakan dan perabaan akan terasa sangat nyeri. Cairan yang terkumpul dalam sendi yang terinfeksi, menyebabkan sendi membengkak dan kaku. Penderita juga bisa mengalami demam dan menggigil. Sendi-sendi yang sering terkena adalah lutut, bahu, pergelangan tangan, panggul, jari dan sikut. Jamur atau mikobakteria (bakteri penyebab tuberkulosis dan infeksi sejenisnya) biasanya menyebabkan gejala yang tidak terlalu  berat. Sebagian besar infeksi bakteri, jamur dan mikobakteria, hanya mengenai satu sendi atau kadang-kadang mengenai satu beberapa sendi. Contohnya, bakteri yang menyebabkan penyakit Lyme paling sering menyerang sendi lutut, bakteri gonokokus dan virus bisa menyerang beberapa sendi pada saat yang sama.

Diagnosis

Biasanya contoh cairan sendi diambil untuk pemeriksaan terhadap sel darah putih, bakteri, dan organisme lainnya. Laboratorium hampir selalu dapat menumbuhkan dan menentukan bakteri penyebab infeksi dari cairan sendi, selama penderita belum mendapatkan terapi antibiotik. Tetapi bakteri penyebab gonore, penyakit Lyme dan sifilis, sulit ditemukan pada cairan sendi. Pemeriksaan darah dilakukan karena bakteri dari sendi yang terinfeksi sering muncul dalam aliran darah. Untuk membantu menentukan sumber infeksi, dilakukan pemeriksaan cairan spinal, flegmon, dan air kemih.

Informasi Osteoartritis Khusus Pada Wanita

This entry was posted in Osteoartritis. Bookmark the permalink.