Insiden, Etiologi, dan Patologi Osteoartritis

Osteoartritis adalah suatu penyakit sendi degeneratif yang terutama terjadi pada orang dengan usia lanjut dan ditandai oleh degenerasi kartilago artikularis, perubahan pada membran sinovia, serta hipertrofi tulang pada tepinya. Rasa nyeri dan kaku, khususnya setelah melakukan aktivitas yang lama, akan menyertai perubahan degeneratif tersebut.

Osteoartritis merupakan bentuk penyakit sedni yang paling sering ditemukan. Diperkirakan dari orang berusia > 35 tahun menunjukkan bukti radiografik yang memperlihatkan penyakit osteoartritis dengan prevalensi yang terus meningkat sampai usia 80 tahun. Meskipun mayoritas pasien, khususnya yang berusia muda, menderita penyakit ringan dan relatif asimptomatik, namun osteoartritis merupakan salah satu dari beberapa penyebab utama yang menimbulkan disabilitas orang yang berusia > 65 tahun.

Osteoartritis mungkin bukan satu penyakit melainkan beberapa penyakit yang semuanya memperlihatkan gambaran klinis dan patologis yang serupa. Akan tetapi terdapat dua perubahan morfologis utama, yaitu kerusakan fokal tulang rawan sendi yang progresif dan pembentukan tulang baru pada dasar lesi tulang rawan dan tepi sendi yang dikenal sebagai osteofit. Penelitian menunjukkan bahwa perubahan metabolisme tulang rawan sendi sudah timbul sejak awal proses patologis osteoartritis. Perubahan metabolisme tulang tersebut berupa peningkatan aktivitas enzim-enzim yang merusak makromolekul matriks tulang rawan sendi, yaitu kolagen dan proteoglikan. Perusakan ini membuat kadar proteoglikan dan kolagen berkurang sehingga kadar air tulang rawan sendi juga berkurang.

Hal tersebut di atas membuat tulang rawan sendi rentan terhadap beban biasa. Permukaan tulang rawan sendi menjadi tidak homogen, terpecah-pecah dan timbul robek-robekan. Dalam hal inilah, diduga pembentukan tulang baru, yaitu osteofit yang merupakan mekanisme pertahanan tubuh untuk memperbesar permukaan tulang di bagian inferior tulang rawan sendi yang telah rusak tersebut. Dengan menambah luas permukaan tulang di bawahnya diharapkan distribusi beban yang ditanggung persendian tersebut dapat merata.

Beberapa faktorr turut terlibat dalam timbulnya osteoartritis ini. Penambahan usia semata tidak menyebabkan osteoartritis, seklaipun perubahan selular atau matriks pada kartilago yang terjadi bersamaan dengan penuaan kemungkinan menjadi predisposisi bagi lanjut usia untuk mengalami osteoartritis. Faktor-faktor lain yang diperkirakan menjadi predisposisi adalah obesitas, trauma, kelainan endokrin (misalnya diabetes mellitus), dan kelainan primer persendian (misalnya artritis inflamatorik).

Osteoartritis

This entry was posted in Osteoartritis. Bookmark the permalink.