Jenis Migrain

Migrain didiagnosis seperti gangguan medis lainnya. Dokter menggunakan pengalaman dan panduan mereka untuk memformulasikan diagnosis. Banyak orang mengalami migrain selama bertahun-tahun dan tidak pernah didiagnosis secara formal. Walaupun Anda mampu mendiagnosis diri sendiri mengenai migrain yang Anda rasakan dengan menggunakan buku dan sumber lain yang sekarang dapat diperoleh dengan mudah di Internet, Anda tidak bisa menggantikan kontak langsung dengan seorang dokter. Penggunaan obat tidak menggunakan pendekatan seperti buku resep, meskipun seberapa mirip tampaknya pada kasus Anda. Anda harus menggunakan informasi yang ditawarkan di buku ini sebagai suatu titik awal untuk mencari tahu apakah sakit kepala Anda termasuk ke dalam spektrum migrain atau sindrom sakit kepala lainnya. Jika Anda merasa gejala-gejala tersebut berbeda atau tidak diketahui, jangan segan untuk berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan atau seorang dokter ahli saraf.

Selama bertahun-tahun, para dokter ahli saraf telah menggunakan berbagai kriteria untuk mendiagnosis migrain dan beragam jenis sakit kepala. Pada tahun 1988, sekelompok peneliti dan praktisi bergabung bersama dan membangun The International Classification of Headache Disorders. Sistem klasifikasi ini telah menyediakan para peneliti untuk penelitian yang lebih baik dalam mempelajari unsur terbaru pengobatan migrain, dan meraih popularitas dengan cepat di kalangan praktisi klinis. Saya cenderung menggunakan klarifikasi ini dalam praktek sesering mungkin, karena hal itu menyediakan sebuah rangkaian kriteria, memungkinkan saya untuk mengaplikasikan konsistensi di antara pasien-pasien yang saya temui di klinik.

Konsistensi ini juga memungkinkan saya untuk memahami bagaimana pengobatan bekerja dalam berbagai jenis migrain. Saya selalu mengatakan kepada pasien-pasien sata bahwa mereka tidak menderita sendirian, namun mereka tetap unik secara individual. Meskipun ini terdengar basi, namun hal itu sangat tepat. Meskipun saya konsisten dalam hal membuat diagnosis, saya juga memiliki variabel konstan yang dapat mempengaruhi respons mereka terhadap pengobatan. Hal ini penting karena ada berbagai faktor yang akan mempengaruhi bagaimana mereka merespons rencana perkembangan pengobatan di dalam kantor. Sistem klasifikasi ini juga menyediakan model pengajaran yang sangat bagus bagi para dokter baru mengenai diagnosis dari migrain. Dalam berbagai hal, sistem ini merupakan pelengkap dari daftar istilah tradisional, yang membuatnya lebih menarik. Kemajuan pemahaman kita mengenai migrain jauh lebih maju dibandingkan masa dekade yang lalu.

Tipe migrain paling umum adalah migrain tanpa aura (migrain without aura). Anda juga mungkin mendengar migrain jenis ini disebut migrain pada umumnya. Migrain jenis ini harus memenuhi beberapa kriteria tertentu dan sejumlah rangkaian episode tertentu. Migrain tanpa aura diikuti oleh gejala-gejala seperti mual dan muntah serta keinginan utnuk tidur di sebuah kamar yang gelap. Kualitas dari sakit kepala juga penting, sakit kepala migrain biasanya ditandai dengan denyutan yang hebat. Migrain tanpa aura biasanya bersamaan dengan siklus menstruasi wanita. The International Classification of Headache Disorders (edisi kedua) memberikan krriteria yang sangat spesifik untuk migrain tanpa aura yang banyak digunakan para praktisi dalam membuat diagnosis. Termasuk minimal lima kali terjadinya migrain yang memenuhi lima kriteria sebagai berikut:

* Sakit kepala yang berlangsung 4 – 72 jam tanpa diobati atau tidak diobati dengan sukses.
* Dua dari gejala berikut: terjadi di salah satu sisi, berdenyut, intensitas sedang hingga berat, diperburuk oleh kegiatan olahraga atau menyebabkan Anda menghindari olahraga.
* Minimal satu dari gejala berikut: Sensitif terhadap suara dan/atau cahaya, mual, dan/atau muntah.
* Tak ada penyebab lain yang tampak untuk sakit kepala.

Klasifikasi yang jarang, namun sangat penting adalah migrain dengan aura (migraines with aura), juga yang lebih tradisional yang dimaksud sebagai migrain klasik. Karakteristik migrain ini yaitu diawali defisit neurologis fokal (focal neurological deficit) sebelum terjadinya migrain. Defisiensi ini bisa dalam bentuk penglihatan atau fisik. Migrain dengan aura visual, gejalanya kemungkinan terdiri dari titik gelap, sinar terang yang tidak rata atau fenomena berubahnya kemampuan visual, yang saya sebut sebagai efek predator (Predator effect) setelah menonton film Predator, dimana layar mengalami perubahan ketika predator yang tidak terlihat dan bergerak di layar. Distorsi dari persepsi ini muncul tanpa hilangnya penglihatan yang sebenarnya atau cahaya terang dan hampir serupa dengan melihat sesuatu melalui kaca yang retak. Jenis gejala gangguan visual lain adalah Sectoma, atau kehilangan penglihatan sehingga tampak seolah-olah seseorang melihat ke dalam sebuha lubang. “Lubang” itu dapat tampak pada satu atau kedua mata. Jenis migrain dengan aura lain termasuk mati rasa pada satu bagian tubuh dan/atau wajah, sensasi rasa geli dan kesemutan, dan kesulitan untuk berbicara atau bahasa.

Semua jenis migrain dengan aura itu berkembang sekitar lima menit dan berlangsung hingga 60 menit sebelum permulaan sakit kepala, jika terjadi sebaliknya, maka akan memenuhi kriteria dari migrain tanpa aura. Aura itu bisa hilang setelah sakit kepala terasa atau mungkin juga terus ada selama sakit kepala. Untuk sebagian besar para penderita migrain, aura tampak tanpa merasakan sakit kepala.

Migrain yang terjadi didahului atau diikuti dengan lemah di salah satu sisi wajah dan/atau tubuh biasanya disebut dengan sporadic hemiplegic migraines. Migrain tersebut diikuti dengan sinar yang kelap-kelip atau gejala sensori atau kesulitan berbicara dan dapat kembali seperti semula dalam waktu kurang dari 24 jam. Dalam sesi yang jarang terjadi, lemah yang mengikuti migrain dapat menjadi tanda terhadap sebuah penyakit keturunan yang langka yang disebut familial hemiplegic migraine. Migrain ini hampir serupa dengan sporadic hemiplegic migraine, kecuali para penderita migrain memiliki anggota keluarga yang menderita penyakit yang sama. Kedua jenis migrain ini dikerjakan (proses dari diagnosis) dengan sangat hati-hati untuk menghilangkan kemungkinan lain terhadap defisit neurologis. Sangat penting untuk menghilangkan strok sebagai penyebab dari gejala tersebut, sehingga pemeriksaan dapat termasuk MRI atau pemindai CAT (computerized axial tomography) pada otak dan pembuluh darah di dalamnya, juga pemeriksaan terhadap jantung.

Migrain jenis Basilar adalah jenis lain yang mungkin Anda alami. Migrain tersebut ditandai dengan minimal dua serangan migrain dengan aura terdiri dari minimal dua dari gejala berikut:

* Bicara yang menjadi cadel
* Vertigo (sensasi seakan-akan ruangan berputar)
* Tinnitus (bunyi mendenging di telinga)
* Hyperacusis (suara terdengar lebih keras dari sebenarnya)
* Diplopia (penglihatan ganda)
* Perubahan visual di bagian penglihatan di sekitar dekat jalur penghubung hidung atau di bagian luar kedua mata
* Ataxia (berjalan tidak seimbang)
* Penurunan tingkat kesadaran
* Rasa geli secara simultan di kedua sisi tubuh

Meskipun tidak umum dibandingkan jenis migrain lainnya, sakit kepala jenis ini seringkali mengkhawatirkan dan evaluasi resmi dari dokter spesialis saraf untuk mencoret kemungkinan strok atau tumor.

Siapa yang Terkena Migrain? | Kemungkinan Komplikasi Lain Akibat Migrain

This entry was posted in Migrain. Bookmark the permalink.