Jenis Olahraga untuk Penderita Asma

Orang dengan asma dapat berpartisipasi dalam berbagai olahraga – sepanjang asma mereka terkendali dengan baik. Latihan merupakan pemicu gejala asma yang potensial untuk sebagian besar orang dengan asma, baik dewasa maupun anak-anak, petarung akhir pekan atau atlet elit. Penelitian memperkirakan hampir 80% orang yang didiagnosis dengan asma mengembangkan satu atau lebih gejala yaitu batuk, sesak napas, atau mengi karena latihan. Individu-individu ini, dengan definisi disebut asma yang diobati tidak sempurna. Jika asma Anda mempengaruhi kemampuan Anda untuk latihan, berarti asma Anda membutuhkan pengendalian yang lebih baik. Spesialis asma akan membuat perbedaan antara seseorang dengan asma yang memiliki satu atau beberapa pemicu dan seseorang yang hanya mengalami gejala asma pada situasi latihan. Orang terakhir mungkin dengan diagnosis bronkospasme yang diinduksi oleh latihan atau EIB. Ingat, bahwa asma yang terkendali dengan baik cocok dengan gaya hidup yang aktif dan memuaskan. Jika Anda mengalami gejala suar asma yang berhubungan dengan latihan, berarti pengobatan asma Anda membutuhkan peningkatan dan perbaikan. Perbaikan rejimen pengobatan tidak otomatis berarti bahwa Anda memerlukan obat tambahan. Anda mungkin memerlukan perubahan sederhana seperti minum obat lebih awal di hari itu atau sebelum latihan. Yang penting, perbaikan rejimen pengobatan tidak berarti bahwa Anda tidak lagi berlatih atau berpartisipasi dalam kegiatan olahraga yang Anda sukai. Fakta yang menarik tentang asma dan latihan, di mana latihan itu sendiri merupakan bronkodilator. Dengan latihan, saluran paru benar-benar melebar dan membuka lebih besar. Latihan baik untuk paru Anda. Anda memiliki tanggung jawab untuk melaporkan latihan apa saja yang berhubungan dengan gejala kepada dokter Anda atau spesialis asma. Dokter yang merawat Anda memiliki tanggung jawab, pada gilirannya untuk mengalamatkan kedaruratan latihan yang berhubungan dengan gejala dan menasehati Anda tentang pengobatan dan langkah yang tepat.

Pengobatan asma yang sukses selalu meliputi resep untuk latihan aerobik. Program latihan yang seimbang, sesuai dengan ketertarikan dan kemampuannya, yang ideal dan menjadi sifat untuk kesehatan yang baik. Latihan dapat dibagi menjadi aktivitas aerobik, fleksibiliti, dan anaerobik. Pencapaian pertama, yaitu fitnes kardiopulmoner, target kedua yaitu gerakan otot dan sendi, dan yang ketiga fokus pada latihan untuk membangun otot dan kekuatan. Mengayuh sepeda merupakan contoh latihan aerobik. Bila Anda mengayuh dengan cepat, jantung dan paru bekerja sama menyediakan oksigen untuk melatih otot pada saat asam dikeluarkan dari upaya akumulasi. Yoga merupakan contoh latihan fleksibiliti (kelenturan). Angkat berat merupakan latihan anaerobik. Rejimen latihan yang baik dapat menggabungkan keseimbangan ketiga jenis latihan dengan penekanan khusus pada aktivitas aerobik.

Penelitian telag mengidentifikasi faktor yang cenderung memicu gejala asma selama latihan. Hipotesis terkenal melibatkan inhalasi cepat dari udara dingin, kering sebagai kontributor utama terhadap asma yang diinduksi oleh latihan. Bernapas lewat mulut, khususnya, menghindari saluran hidung yang membantu untuk menghangatkan dan membasahkan udara yang dihirup sebelum udara masuk ke paru. Kontributor lainnya yang menimbulkan gejala saat latihan, jelas, tetapi terlalu umum, yaitu kepatuhan yang buruk terhadap pengobatan. Dengan kata lain, jika Anda tidak menggunakan obat asma yang diresepkan dan Anda mengalami kondisi suar pada gejala asma Anda, kemudian pergi ke lingkungan outdoor untuk bersepatu salju melalui pohon-pohon pada liburan musim dingin, misalnya, pastilah akan memprovokasi gejala tambahan! Pastikan asma Anda dalam keadaan terkendali sebelum berlatih. Selain daripada menggunakan obat asma, Anda mungkin dapat menemukan manfaat dalam mengukur aliran puncak dan menggunakan nilai PEF untuk membuat keputusan yang objektif untuk berpartisipasi dalam olahraga hari itu.

Faktor ketiga dalam asma yang diinduksi oleh latihan berhubungan dengan jenis olahraga itu sendiri. Beberapa jenis latihan, terutama sebaiknya dilakukan pada kondisi asma, sedangkan latihan yang lain dipandang sebagai pemicu asma. Pada kategori terakhir, lari jarak jauh, ski lintas negara, misalnya dapat menyebabkan gejala batuk, sesak napas, atau mengi. Lari jarak jauh, bersepeda, ski Nordic memerlukan kondisi aerobik yang sangat baik, tetapi aktivitas tetap tanpa istirahat atau interupsi, termasuk pajanan lingkungan outdoor dengan temperatur yang ekstrim, aeroallergen, dan kadang-kadang polutan atmosfir. Aktivitas atletik yang menggabungkan istirahat dalam intensitas penggunaan tenaga kurang menyebabkan gejala asma, sangat masuk akal, memberi Anda waktu untuk bernapas. Contoh lain termasuk olahraga yang kompetitif, seperti tenis, sepak bola, hoki lapangan, bola basket, bisbol, dan lakrose. Semua pasien didorong untuk melakukan latihan dan olahraga. Kenyataannya latihan yang lama kemungkinan memprovokasi gejala asma, namun tidak ada cara untuk melarang pasien dari bersepeda, lari maraton, atau ski lintas negara, jika mereka menginginkannya. Pasien akan mengatakan apa saja kegiatan olahraga yang mereka ingin lakukan. Tugas dokter adalah membantu mengendalikan asma mereka dan membolehkan mereka berpartisipasi penuh dan memuaskan dalam latihan rutin yang mereka pilih.

Para orang tua kadang-kadang ingin tahu apa olahraga untuk mendorong anak-anak mereka yang menderita asma. Renang merupakan bentuk olahraga yang sangat baik untuk orang yang menderita asma pada usia berapapun. Udara yang hangat dan lembab dalam ruang indoor renang khususnya, lembut untuk paru asma dan tidak memicu gejala. Renang merupakan latihan aerobik terkemuka. Dengan berenang akan mengembangkan kelompok otot secraa simetris dan membantu mengembangkan kesadaran pernapasan yang sehat sambil meningkatkan kebugaran seseorang secara keseluruhan dan kesejahteraan. Karena renang bukan olahraga kontak, cedera muskuloskeletal jarang. Perhatikan juga, berenang merupakan bentuk latihan yang Anda tidak akan pernah meninggalkannya. Sungguh suatu olahraga untuk selamanya. Perlu diketahui bahwa berenang dalam suasana dingin, di dalam air yang terlalu dinging, atau di kolam yang banyak mengandung klor dapat memicu asma. Pengobatan ozon dan desinfeksi dari kolam renang telah umum dipraktekkan di Eropa selama lebih dari 50 tahun, dan lambat laun diperkenalkan dan diterima di Amerika Serikat. Kolam renang yang didesinfeksi terutama dengan ozon telah meningkatkan kejernihan air, bersama dengan bau kimia yang sangat berkurang. Air kolam lebih murni dan jauh lebih sedikit menyebabkan iritasi pada kulit, mata, dan paru-paru. Jika Anda tinggal di daerah yang memiliki pilihan untuk kolam renang, Anda mungkin ingin menyelidiki apakah salah satu kolam terutama didesinfeksi dengan ozon. Kolam renang indoor komersial pertama di negara bagian New York yang terutama didesinfeksi oleh ozon misalnya, terletak di 92 Street Y di Manhattan.

Untuk berhasil menggabungkan latihan dan olahraga dalam pengobatan asma Anda, jaga agar asma Anda terkendali dengan baik, konsultasikan dengan dokter Anda tentang setiap latihan khusus atau langkah-langkah yang diperlukan untuk olahraga tertentu, dan membangun aktivitas secara bertahap dan mantap untuk mencapai tingkat yang Anda inginkan. Tambahan, lebih spesifik pada fokus rekomendasi untuk tindakan preventif sebelum setiap sesi latihan. Beberapa obat asma yang dihirup sangat berguna bila diberikan secara preventif, sesaat sebelum latihan. Termasuk obat-obat hirup, beta-2 agonis kerja pendek, serta kromolin dan nedokromil. Tergantung pada derajat asma Anda dan apa pengobatan pemeliharaan, asma Anda sangat mungkin mendapat manfaat dari dosis obat yang dihirup sebelum latihan. Hal ini jauh lebih baik, dan secara medis lebih diinginkan, untuk menggunakan obat hirup untuk asma Anda sebelum latihan daripada mencoba latihan dan mengembangkan kombinasi sesak napas, batuk, sesak dada, bernapas tidak nyaman atau mengi. Jika gejala muncul, kemungkinan besar Anda tidak akan mencapai latihan yang memuaskan dan bahkan mungkin harus berhenti sebelum waktunya. Anda kemudian akan berada dalam posisi untuk bermain “menyusul” dalam upaya Anda untuk mengobati gejala-gejala yang muncul. Jika dokter Anda menginstruksikan Anda untuk melakukan dua semprotan dari inhaler dalam latihan, lakukan inhalasi sebelum latihan Anda dimulai untuk melindungi paru-paru dan untuk mencegah gejala yang diinduksi oleh latihan.

Katakanlah bahwa Anda memiliki asma intermiten dan diperlukan sesuai dengan kebutuhan, obat hirup agonis beta-2 kerja pendek. Gejala asma Anda telah sangat terkendali dengan baik. Anda sekarang melihat bahwa Anda sedang mengembangkan gejala asma pada hari-hari dimana Anda berpartisipasi dalam kelas dansa aerobik. Anda kemudian diminta untuk menghirupdua semprotan dari obat yang dihirup 30 menit sebelum kelas dansa Anda untuk melindungi paru-paru. Hasilnya mengejutkan. Tidak hanya asma Anda menjadi terkendali, tapi sekarang Anda dapat mengikuti instruktur dan tuntutan gerakannya.

Skenario klinis lain yang mengambil keuntungan dari fakta bahwa kelas modifier leukotriena pengobatan asma juga sangat membantu dalam pengobatan bronkospasme yang diinduksi olahraga (EIB).

Selain menghirup setiap obat asma untuk preventif dan protektif, selalu lakukan pemanasan sebelum berolahraga dan pendinginan setelah itu. Aktivitas pemanasan menguntungkan dari kenyataan bahwa olahraga adalah sebuah bronkodilator. Bila Anda melakukan pemanasan, tujuan Anda adalah untuk melakukan aktivitas yang cukup yang memungkinkan pipa bronkial membuka lebih sedikit. Tergantung pada olahraga Anda, Anda harus melakukan sekitar 10 menit dengan tenaga ringan, cukup untuk berkeringat. Anda dapat, misalnya, melakukan berulang-ulang, berlari singkat (10 – 30 detik). Hentikan latihan segera setelah Anda menyelesaikan pemanasan, dan kemudian menunggu setidaknya 30 menit sebelum mulai turun ke “latihan nyata Anda”. Hindari udara dingin sebisa mungkin. Tutup hidung dan mulut selama olahraga outdoor di udara dingin untuk membantu menghangatkan udara yang Anda hirup. Beberapa orang suka memakai syal atau menarik suatu gaiter leher atas menutupi mulut mereka agar tetap hangat. Jika Anda seorang pelari, pindah ke treadmill indoor di gym yang panas pada hari-hari yang sangat dingin. Demikian pula, jika Anda tinggal di daerah dengan polusi udara yang signifikan pada waktu-waktu tertentu, pertimbangkan untuk memindahkan latihan di dalam ruangan pada hari-hari tersebut. Sebagian besar surat kabar harian mempublikasikan ukuran kualitas udara pada halaman cuaca. Jika daerah Anda dikenakan satu hari atau lebih dari alert ozon atmosfer selama musim panas, hari-hari panas dan lembab, perhatikan, lindungi paru-paru Anda dan pindahkan ruangan latihan. Nasihat serupa berlaku jika Anda memiliki pemicu asma alergi seperti pohon atau rumput polen. Jika Anda berencana untuk latihan di luar ruangan, dan udara memiliki konsentrasi alergen spesifik yang tinggi, Anda tahu, hal tersebut dapat memicu asma Anda, gunakan akal sehat Anda. Cobalah untuk mencegah suar alergi dan pertimbangkan untuk memindahkan kegiatan ke tempat, di dalam ruangan ber-AC.

Sebagai kesimpulan, asma yang terkendali dengan baik, tidak ada hambatan untuk fitnes dan olahraga. Jika Anda memerlukan obat hirup, pastikan Anda menggunakannya sebelum latihan, bahkan jika PEF Anda normal dan Anda merasa baik-baik saja. Ingatlah untuk pemanasan dan pendinginan. Jadikan dokter Anda sebagai teman Anda, dan laporkan setiap kekhawatiran yang mungkin Anda miliki tentang latihan dengan asma.

Ada yang merekomendasikan yoga pranayama (latihan pernapasan) untuk meringankan gejala asma. Kami berdua mengakui bahwa renang dan rutinitas aquatik lainnya melindungi sendi dan mungkin menawarkan latihan aerobik yang baik, tapi kami juga setuju bahwa kami tidak pernah menggunakan kolam renang yang, cepat atau lambat, menyebabkan kulit gatal, mata merah, dan pernapasan terganggu.

Apakah Kafein Baik untuk Penderita Asma? | Perjalanan Udara dan Scuba Diving Bagi Penderita Asma

This entry was posted in Asma. Bookmark the permalink.