Kadar Kolesterol Tinggi

Untuk mengetahui keadaan kolesterol tentunya Anda harus memeriksakan darah Anda ke laboratorium dengan permintaan “gambaran lipid”, yaitu pengukuran kolesterol secara total, kolesterol LDL (jahat), kolesterol HDL (baik), dan kadar trigliserida.

Kadar kolesterol baik HDL minimal harus 45, idealnya 67. Kadar HDL yang rendah mengindikasikan potensi resiko penyakit jantung pada pria maupun wanita. Sedangkan wanita dengan kadar HDL rendah (35 atau kurang) berpotensi resiko gangguan jantung tujuh kali lebih tinggi dibandingkan mereka dengan kadar HDL normal.

Kadar kolesterol jahat LDL harus dibawah 130. Umumnya kadar LDL meningkat setelah menopause. Fakta ini digunakan untuk mempromosikan pemakaian TSH (terapi sulih hormon) atau TSE (terapi sulih estrogen) yang dapat menurunkan kadra LDL. Jika kadar LDL Anda lebih tinggi dari 150 mg/dl, maka beresiko mengalami gangguan jantung koroner.

Trigliserida harus 150 atau lebih rendah. Pada wanita kadar idelanya adalah 75. Wanita dengan kadar trigliserida lebih dari 200 mempunyai resiko 14% menderita penyakit arteri koroner.

Sesungguhnya HDL dan LDL tidak benar-benar baik dan jahat. Keduanya dibutuhkan untuk kesehatan tubuh karena itu kadarnya perlu diseimbangkan. Ada cara lain untuk mengetahui kondisi resiko penyakit jantung, yaitu angka kolesterol total dibagi dengan angka kolesterol HDL. Jika hasilnya 4 atau kurang, maka resiko Anda kecil.

Lakukan pemeriksaan gambaran lipid setiap tahun, dan simpan hasilnya. Perhatikan peningkatan gambaran lipid Anda sehingga Anda mengetahui peningkatan atau penurunan kondisi jantung Anda dengan meningkatnya usia. Perubahan gaya hidup dapat memperbaiki keadaan gambaran lipid. Lakukan pola makan sehat dengan banyak mengkonsumsi sayur dan buah segar, hindari lemak jahat dan karbohidrat sederhana. Lakukan olahraga teratur dan terukur, jangan merokok dan minum minuman keras.

Kadar kolesterol bisa naik dan turun dalam darah. Kadar kolesterol HDL maupun LDL berkaitan dengan kondisi limfe (getah bening). LDL atau kolesterol “jahat” adalah molekul lemak halus yang dapat menembus dinding pembuluh darah. Begitu memasuki darah, maka LDL cenderung memecah diri dan meninggalkan kumpulan lemak kolesterol di sana-sini. Sedangkan HDL adalah kolesterol “baik” yang juga halus dan mampu menembus dinding pembuluh darah. Di dalam darah, HDL akan membersihkan lemak-lemak LDL yang berceceran di sana-sini. Untuk itu HDL tentu saja harus mendatangi tempat-tempat kumpulan LDL berada, dan itu dilakukan HDL melalui sirkulasi limfe. Masalah timbul bila sirkulasi limfe tersendat dan aliran limfe menjadi lambat. Karena itu, kapasitas HDL dalam membersihkan tumpukan LDL pun terhambat sehingga kadar LDL pun meningkat. Hal ini memengaruhi kondisi jantung. Perlu mempercepat aliran limfe agar HDL menjadi efisien menangkap kelebihan LDL dalam pembuluh arteri.

Tekanan Darah Tinggi Setelah Menopause | Mempercepat Aliran Limfe

This entry was posted in Menopause. Bookmark the permalink.