Kanker Kolon

Definisi Kanker Kolon

Kolon (usus besar) adalah bagian dari sistem pencernaan. Seperti yang kita tahu, sistem pencernaan dimulai dari mulut, kerongkongan (esofagus), lambung, usus halus (duodenum, yeyunum, ileum), usus besar (kolon), rektum, dubur. Kolon atau usus besar adalah bagian usus sesudah usus halus. Kolon itu terdiri atas tiga bagian, yaitu : kolon sebelah kanan (kolon asenden), kolon sebelah tengah atas (kolon transversum), dan kolon sebelah kiri (kolon desenden). Setelah kolon ada rektum. Rektum merupakan saluran di atas dubur. Karena kolon dan rektum letaknya berdekatan dan fungsinya berkaitan, sering dikatakan bahwa usus besar terdiri atas kolon dan rektum.

Kanker adalah keganasan pertumbuhan sel yang dapat menyerang organ tubuh yang mana saja. Organ tubuh yang tidak terserang pun berpotensi terkena penyebarannya jika kanker yang bersangkutan tidak diketahui keberadaannya sejak dini. Jadi suatu organ tubuh sangat mungkin ikut terkena imbas dari kanker yang menyerang organ di dekatnya. Demikian juga halnya dengan kanker kolon atau kanker usus besar.

Sering kali di belakang penyebutan kanker kolon ada embel-embel “dan rektum”. Orang pun acap kali bingung dibuatnya. Kanker kolon atau kanker kolon dan rektum? Berikut adalah penjelasannya : jika kanker menyerang kolon maka disebut kanker kolon; jika kanker menyerang rektum maka disebut kanker rektum; jika menyerang keduanya sekaligus maka disebut kanker kolorektal. Akan tetapi, kadang kala pemakaian istilah itu tidak tepat persis. Kebanyakan orang menyebut kanker kolon saja walaupun sebenarnya rektumnya juga terserang.

Kanker kolon dan rektum (atau disebut juga kolorektal) adalah kanker yang tumbuh pada usus besar dan rektum. Keganasan sel kanker kolon terjadi pada permukaan usus besar sampai dubur. Kanker kolorektal merupakan jenis penyakit ganas yang paling dipengaruhi oleh lingkungan dan gaya hidup yang tidak sehat. Kanker ini lebih sering menyerang kaum pria; dan merupakan penyebab kematian kedua akibat kanker.

Sayangnya selama ini banyak orang yang belum terlalu peduli dengan kanker kolorektal (kanker usus besar). Akan tetapi, orang yang memiliki polip di usus sebaiknya waspada karena sekitar 40% – 60% kasus kanker kolorektal berasal dari polip. Jika seseorang pernah memiliki polip (kutil) di saluran cerna, maka ada kemungkinan dalam kurun waktu 5 – 10 tahun ke depan bisa berubah menjadi kanker kolorektal.

Kasus kanker kolorektal umumnya berawal dari pertumbuhan sel yang tidak ganas atau disebut adenoma. Adenoma kemudian membentuk polip, yaitu sel yang memiliki pertumbuhan sangat cepat. Sekitar 40% – 60% kasus kanker kolorektal memang berawal dari polip. Jika polip berada di saluran cerna kecil biasanya tidak menimbulkan gejala dan kebanyakan ditemukannya secara tidak sengaja. Sebaliknya, jika polipnya besar biasanya akan timbul rasa nyeri. Oleh karena itu, pada kanker stadium awal biasanya adenoma tidak menunjukkan gejala apa pun. Keganasan pertumbuhannya pun sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan (misalnya merokok atau terkena paparan bahan kimia).

Diperkirakan sekitar 75% penderita kanker usus besar tidak sadar kalau dirinya terkena penyakit tersebut karena gejalanya tidak langsung terlihat; baru muncul setelah bertahun-tahun kemudian. Tidak mengherankan jika kebanyakan penderita kanker kolon  atau kanker usus besar mendatangi dokter ketika penyakitnya sudah mencapai tahap stadium lanjut. Padahal kanker kolon stadium lanjut penanganannya jauh lebih sulit; bahkan tak jarang karena terlambat ditangani akhirnya berujung kematian.

Home | Penyebab Kanker Kolon

This entry was posted in Kanker Kolon. Bookmark the permalink.