Kanker Payudara atau Tumor

Kanker payudara merupakan tumor ganas dan menduduki peringkat kedua setelah kanker leher rahim di antara kanker yang menyerang wanita Indonesia. Sel kanker payudara dapat bersembunyi di dalam tubuh kita selama bertahun-tahun tanpa kita ketahui, dan tiba-tiba aktif menjadi tumor ganas atau kanker.

Wanita diatas usia 30 tahun, pernah punya riwayat kanker payudara, usia diatas 25 tahun yang keluarganya (ibu, saudara perempuan ibu, saudara perempuan satu ibu) pernah menderita kanker payudara, tidak menikah, menikah tetapi tidak pernah melahirkan anak, melahirkan anak pertama setelah berusia 35 tahun, tidak menyusui, mengalami trauma berulang kali pada payudara, mendapat haid pertama pada usia yang sangat muda, mengalami radiasi sebelumnya pada payudara (pengobatan keloid), cendrung kelebihan berat badan, pernah dioperasi payudara atau alat reproduksinya, pernah mendapat obat hormonal yang lama karena mandul, mengalami berbagai macam goncangan jiwa yang hebat dalam kehidupannya.

Adanya benjolan di payudara, keluar cairan tidak normal dari puting susu yang berupa nanah, darah, cairan encer atau keluar air susu pada ibu yang tidak hamil atau tidak sedang menyusui, perubahan bentuk dan besar payudara, serta kulit, puting susu, dan areola melekuk ke dalam atau berkerut.

Untuk mendeteksi adanya kanker payudara dapat dilakukan SADARI (“pemeriksaan payudara sendiri”). Tindakan ini sangat penting karena hampir 85% benjolan di payudara ditemukan oleh penderita sendiri. Pada wanita normal, American Cancer Society menganjurkan wanita yang berusia di atas 20 tahun untuk melakukan SADARI setiap tiga bulan, usia 35 – 40 tahun melakukan mamografi, diatas 40 tahun melakukan check up pada dokter ahli, lebih dari 50 tahun check up rutin dan mamografi setiap tahun, dan bagi wanita yang beresiko tinggi pemeriksaan dokter lebih sering dan rutin.

Tidak ada cara mencegah yang absolut, tetapi pola hidup sehat dan menghindari stres adalah salah satu sarana untuk menghambat penyebaran sel kanker dan memperpanjang usia harapan hidup. Banyak mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan terutama yang mengandung vitamin C, juga menghindari rokok dan alkohol.

Pengobatan kanker payudara yang disepakati ahli-ahli kanker sedunia adalah sebagai berikut :

Stadium I : Dilakukan operasi dan kemoterapi
Stadium II : Operasi dilanjutkan dengan kemoterapi ditambah hormonal
Stadium III : Operasi dilanjutkan dengan kemoterapi ditambah radiasi dan hormonal
Stadium IV : Dilakukan kemoterapi dilanjutkan dengan radiasi dan hormonal
Stadium Lanjut : Setelah diobati harapan hidup pasien paling lama adalah empat tahun

Stadium penyakit kanker adalah suatu keadaan dari hasil penilaian dokter saat mendiagnosis suatu penyakit kanker yang diderita pasiennya, sudah sejauh manakah tingkat penyebaran kanker tersebut baik ke organ atau jaringan sekitar maupun penyebaran ke tempat jauh misalnya ke paru-paru, liver, tulang, otak.

Stadium hanya dikenal pada tumor ganas atau kanker dan tidak ada pada tumor jinak. Untuk menentukan suatu stadium, harus dilakukan pemeriksaan klinis dan ditunjang dengan pemeriksaan penunjang lainnya yaitu histopatologi atau PA, rontgen, USG, dan bila memungkinkan dengan CT Scan, scintigrafi, sehingga dapat dinilai keadaan kanker dan penyebarannya ke jaringan sekitar dan metastasisnya.

Banyak sekali cara untuk menentukan stadium, namun yang paling banyak dianut saat ini adalah staidum kanker berdasarkan klasifikasi sistem TNM yang direkomendasikan oleh UICC / AJCC. UICC adalah INternational Union Against Cancer dari WHO atau World Health Organization / Badan Kesehatan Sedunia.

Pada sistem TNM dinilai tiga faktor utama : “T” yaitu Tumor size atau ukuran tumor, “N” yaitu Node atau kelenjar getah bening regional dan “M” yaitu metastasis atau penyebaran jauh. Ketiga faktor T, N, M dinilai baik secara klinis sebelum dilakukan operasi, juga sesudah operasi dan dilakukan pemeriksaan histopatologi (PA).

Stadium kanker payudara berdasarkan penilaian TNM sebagai berikut :

T (Tumor size), ukuran tumor :
T 0 : tidak ditemukan tumor primer
T 1 : ukuran tumor diameter 2 cm atau kurang
T 2 : ukuran tumor diameter antara 2 – 5 cm
T 3 : ukuran tumor diameter > 5 cm
T 4 : ukuran tumor berapa saja, tetapi sudah ada penyebaran ke kulit atau dinding dada atau pada keduanya, dapat berupa borok, edema atau bengkak, kulit payudara kemerahan atau ada benjolan kecil di kulit di luar tumor utama

N (Node), kelenjar getah bening regional (kgb) :
N 0 : tidak terdapat metastasis pada kgb regional di ketiak / aksilla
N 1 : ada metastasis ke kgb aksilla yang masih dapat digerakkan
N 2 : ada metastasis ke kgb aksilla yang sulit digerakkan
N 3 : ada metastasis ke kgb di atas tulang selangka (supraclavicula) atau pada kgb di mammary interna di dekat tulang sternum

M (Metastasis), penyebaran jauh :
M x : metastasis jauh belum dapat dinilai
M 0 : tidak terdapat metastasis jauh
M 1 : terdapat metastasis jauh

Setelah masing-masing faktor T, N, M didapatkan, ketiga faktor tersebut kemudian digabung dan didapatkan stadium kanker sebagai berikut :
Stadium 0 : T0 N0 M0
Stadium 1 : T1 N0 M0
Stadium II A : T0 N1 M0 / T1 N1 M0 / T2 N0 M0
Stadium II B : T2 N1 M0 / T3 N0 M0
Stadium III A : T0 N2 M0 / T1 N2 M0 / T2 N2 M0 / T3 N1 M0 / T2 N2 M0
Stadium III B : T4 N0 M0 / T4 N1 M0 / T4 N2 M0
Stadium III C : Tiap T N3 M0
Stadium IV : Tiap T – Tiap N – M1

Manfaat diketahuinya stadium kanker antara lain untuk :
1. Dapat mengetahui keadaan sejauh mana tingkat pertumbuhan kanker dan penyebaran kanker ketika pertama kali didiagnosis, apakah stadium dini atau stadium lanjut.
2. Menentukan perkiraan prognosis atau itngkat harapan kesembuhan dan harapan hidup 5 tahun, 10 tahun. Selain itu juga adapt memperkirakan bebas dari kekambuhan penyakit bila sesudah diobati. Makin tinggi stadium maka harapannya makin rendah, sebaliknya makin dini stadium ditangani, maka makin tinggi harapan kesembuhannya.

Di samping itu stadium kanker juga berguna untuk menentukan jenis pengobatan atau tindakan yang terbaik berdasarkan stadiumnya, karena masing-masing stadium akan berbeda cara penanganannya.

Sebagai contoh, pada kanker payudara stadium satu, maka dilakukan operasi pengangkatan tumor beserta payudaranya atau payudara dapat dipertahankan namun harus dikombinasi dengan radioterapi dan dengan syarat-syarat tertentu.

Pada stadium dua, tindakannya berupa operasi baru dilakukan kemoterapi, atau kemoterapi dulu baru operasi tergantung pada ukuran tumor dan besarnya payudara.

Pada stadium tiga, tindakannya adalah kemoterapi dulu atau radioterapi dulu, baru kemudian operasi dan dilanjutkan dengan kemoterapi lagi. Pada stadium empat, maka pengobatannya adalah kemoterapi atau terapi hormon.

Stadium kanker pada saat diperiksa secara klinis sebelum dilakukan operasi dapat sama atau berbeda dengan stadium kanker sesudah dilakukan operasi dan pemeriksaan histopatologi (PA). Sebagai contoh, sebelum operasi dinyatakan kanker payudara stadium satu, tetapi pada saat operasi ternyata didapatkan kelenjar getah bening di ketiak dan secara PA dinyatakan sebagai penyebaran kanker, maka stadiumnya menjadi stadium dua atau tiga, tergantung kelenjar getah bening ketiak di sebelah mana yang terkena kanker.

Demikian juga bisa saja secara klinis dan saat operasi stadiumnya sama, namun setelah pemeriksaan PA menjadi berubah. Sering pada saat operasi tidak diraba adanya kelenjar getah bening, namun setelah diperiksakan ke patologi anatomi, secara mikroskopis ternyata sudah positif penyebaran, maka stadium yang diambil adalah stadium yang telah dilakukan pemeriksaan PA.

Penanganan, Pengobatan dan Pencegahan Kanker Payudara | Strategi Pengobatan Kanker Payudara

This entry was posted in Kanker Payudara. Bookmark the permalink.