Keguguran Berulang

Apakah setiap keguguran berulang penyebabnya dapat dikategorikan sebagai penderita sindrom darah kental? Tidak. Keguguran bisa disebabkan banyak faktor, antara lain adanya tumor dalam rahim, kelainan anatomi misalnya bentuk rahim yang tidak normal, kelemahan pada leher rahim, pengaruh lingkunan, gaya hidup dan lainnya. Faktor-faktor tersebut menyebabkan gangguan pada pertumbuhan janin; rahim tidak mampu mengikat janin yang berkembang sehingga janin tidak dapat bertahan sampai waktu persalinan tiba.

Namun jika keguguran terjadi tanpa diketahui penyebabnya, kemungkinan disebabkan sindrom darah kental atau yang disebut juga APS. Menurut Dr. Baharudin Hafied, SpOG, disebut sindrom ACA (anticardiolipin). Sekitar 60% wanita yang mempunyai antibodikardiolipin beresiko mengalami keguguran berulang. Kelainan tersebut disebut sindrom APS yang merupakan kelainan dalam sitem kekebalan tubuh, yaitu terbentuknya antibodi yang tidak normal seperti ACA (anticardiolipin antibody). Mereka yang mempunyai ACA inilah yang disebut penderita APS.

Ibu penyandang sindrom APS darahnya mudah mengental yang bisa menyebabkan penyumbatan pembuluh darah. Antibodinya yang abnormal berakibat pengentalan darah. Jika pengentalan darah terjadi dalam plasenta, maka pembuluh darah yang menuju plasenta tersumbat atau terhambat, maka janin akan kekurangan atau sama sekali tidak mendapat suplai darah/makanan dan oksigen. Ini bisa berakibat kematian janin. Keguguran bisa terjadi pada akhir trimester pertama atau awal trimester kedua.

Sementara itu pembuluh kapiler juga mengalami penyempitan, menyebabkan ibu hamil menderita hipertensi (preeklamsia). Jadi, akibat sindrom APS adalah bayi bisa lahir prematur atau si ibu mengalami keguguran. Karena itu wanita hamil perlu memeriksakan diri ke dokter dengan segera jika mengalami :
* perdarahan di vagina pada usia kehamilan 20 minggu. Kemungkinan ini pertanda awal keguguran. Namun, bisa jadi juga bukan. Karena itu perlu pemeriksaan dokter untuk memastikannya karena kemungkinan keguguran bisa dipertahankan jika terjadi.
*Mengalami rasa sakit atau pembengkakan pada tungkai kaki atau lengan. Periksakan ke dokter terutama jika terjadi pembengkakan pada pembuluh darah dengan warna kemerahan, disertai rasa sakit, demam, atau napas sesak karena dikhawatirkan ada bekuan darah yang ikut aliran darah menuju paru (pulmonary embolism)

Untuk memastikan bahwa wanita yang mengalami keguguran berulang itu menderita sindrom darah kental dan bagaimana menghindari keguguran, maka pertama-tama kita akan mendefinisikan terlebih dahulu apa itu keguguran berulang, yaitu keguguran yang dialami tiga kali berturut dengan usia kehamilan kurang dari 24 minggu. APS sebagai biang keladi memang merupakan suatu kelainanyang relatif baru di dunia kedokteran di Indonesia maupun mancanegara. Demikian menurut Prof. Dr. dr. karmel L. Tambunan, DSPD, KHOM, F.A.C.T.H. Kasus-kasus APS iniĀ  baru ditemukan dan mulai mendapat penanganan serius sejak Okteber 1997.

Untuk memastikannya, dianjurkan menjalani tes ACA. Dengan demikian wanita hamil yang dicurigai darahnya mengandung antibodi antifosfolipid beresiko mengalami keguguran berulang. Namun tes ACA baru dapat dilakukan di beberapa rumah sakit saja, dan di kota-kota besar, dengan biaya yang cukup tinggi.

Karena APS tidak memperlihatkan gejala yang spesifik, maka parameter yang dipakai sebagai hasil laboratorium adalah jika darah mengandung imunoglobulin (Ig) kelas IgG dan IgM maka dipastikan pasien terkena ACA.

Cara yang paling efektif menghindari keguguran (abortus habitualis) pada ibu yang beresiko tingggi adalah dengan melakukan pemeriksaan sebelum kehamilan. Pemeriksaan ini sangat penting guna mensinyalir adanya kemungkinan ibu bakal mengalami kegugguran. Dengan demikian dapat diberikan bantuan medis untuk mengurangi kemungkinan abortus.

Apa saja pemeriksaan itu? Pertama-tama uji hapusan paps (paps smear) untuk mendeteksi adanya infeksi disekitar vagina dan rahim. Pemeriksaan lain adalah hitung darah lengkap, urinalisis dan biakan urine, uji darah (serologis) untuk sipilis. Dapat juga ditambahkan pemeriksaan gula darah, titer antibody rubella, golongan darah dan faktor Rh (rhesus). Dengan demikian, dapat diketahui faktor apa saja yang bisa menyebabkan gangguan kehamilan/ keguguran. Semakin dini dilakukan pemeriksaan, semakin besar pula kemungkinan kehamilan dapat diselamatkan.

Tidak hanya keguguran berulang yang perlu diwaspadai wanita hamil bahwa dirinya kena sindrom darah kental. Wanita hamil yang memiliki riwayat ginekologis buruk seperti keguguran berulang, janin mati dalam kandungan, dan preeklamsia semasa kehamilan terdahulu, perlu waspada bahwa dirinya kemungkinan menderita sindrom darah kental karena dengan adanya faktor-faktor tersebut ia berpeluang lebih besar kena APS pada kehamilan-kehamilan berikutnya. Diperkirakan sebanyak 7-25% penderita keguguran berulang mengalami sindrom darah kental. Demikian disinyalir oleh Dr. Baharuddin Hafied, SpOG.

Sebenarnya tidak cuma wanita hamil yang terancam kena APS, penyakit ini juga menyerang pria dan wanita tidak hamil, berusia tua maupun muda terutama yang menderita penyakit pembuluh darah seperti jantung dan stroke. Selain itu setiap orang mempunyai peluang untuk kena APS tanpa penyebab yang pasti.

Karena itu, wanita hamil juga perlu waspada terhadap serangan jantung dan stroke, juga gagal ginjal dan emboli paru.

Darah Kental pada Kehamilan | Gejala Tidak Spesifik Wanita Hamil dengan ACA dan yang Tidak Mengidap APS

This entry was posted in Sindrom Darah Kental. Bookmark the permalink.