Kemungkinan Komplikasi Lain Akibat Migrain

Komplikasi yang dikenal sebagai migrain kronis (chronic migraine) didiagnosis ketika sakit kepala Anda muncul 15 hari atau lebih per bulan, selama tiga bulan berturut-turut atau lebih. Diagnosis ini dilakukan hanya ketika sudah dibuktikan tidak adanya penggunaan obat berlebih.

Komplikasi potensial lainnya adalah status migrainosis, yang didefiniskan sebagai migrain dalam tingkat berat yang berlangsung lebih dari 72 jam. Beberapa pengobatan yang digunakan untuk mengatasi status migrainosis, termasuk steroid, dihydroergotamine dan/atau narkotika. Jika Anda menderita status migrainosis dan tidak menggunakan pengobatan penangkal semacam ini, maka bisa menjadi alasan yang baik untuk mencobanya.

Dalam beberapa tahun terakhir, para ilmuwan telah meneliti efek jangka panjang migrain terhadap otak. Terdapat spekulasi bahwa risiko jangka panjang dari strok kemungkinan lebih tinggi pada penderita migrain, terutama migrain dengan aura. Kaitan antara demensia dan migrain juga telah diteliti. Beberapa penelitian menunjukkan migrain sebagai faktor risiko dari demensia.

Sebagian besar penderita migrain tidak mengalami defisit neurologis fokal dengan sakit kepala. Oleh karena itu, mengalami lemah bagian wajah atau bagian tubuh sebelum, selama atau setelah migrain menjadi sangat menakutkan. Sangat penting bagi Anda untuk menghubungi dokter dengan segera, jika Anda mengalami gejala lain bersamaan dengan sakit kepala yang mengkhawatirkan bagi Anda. Mati rasa atau lemah bagian tubuh yang baru diderita atau tidak teratasi, memang sangat mengkhawatirkan. Aturan praktik yang baik adalah pertama kali Anda mengalami lemah bagian tubuh, mati rasa, kesulitan bicara atau gangguan penglihatan bersamaan dengan migrain, atau sakit kepala lain, Anda seharusnya langsung menuju unit gawat darurat untuk menemui dokter. Biasanya seorang ahli saraf dipanggil untuk memastikan kemungkinan strok. Obat “penghancur sumbatan” yang kuat biasanya digunakan pada serangan strok akut untuk mengatasinya dan mencegah kerusakan lebih lanjut pada otak, namun obat-obatan tersebut harus diberikan dalam waktu tiga jam sejak gejala itu terjadi agar dapat bekerja efektif.

Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut dan diakhiri dengan sakit kepala yang hebat, indikasinya adalah migrain dengan aura atau sporadic hemiplegic migraine. Namun, sangat penting untuk mengesampingkan penyebab berbahaya lainnya. Jika Anda tidak menemui dokter, maka Anda harus mengecek gejala-gejala tersebut pada ahli saraf. Seorang ahli saraf kemungkinan akan meminta Anda menjalani tes MRI (Magnetic Resonance Imaging) atau pemindai CAT (Computerized Axial Tomography) untuk memastikan bukan strok ringan atau penyakit lain. Sebagai tambahan, ahli saraf juga kemungkinan akan meminta Anda melakukan tes darah untuk memastikan bukan berbagai penyebab strok dan untuk mencari permasalahan yang kemungkinan diturunkan secara genetik. Sementara penyebab tersebut mungkin tidak umum, sangat penting untuk seorang hali saraf melakukan konfirmasi bahwa tidak ada masalah berkaitan dengan saraf yang muncul.

Jenis Migrain | Apakah Semua Migrain Sama?

This entry was posted in Migrain. Bookmark the permalink.