Klasifikasi dan Sifat Enzim

Nomenklatur dan Klasifikasi Enzim

Enzim diberi nama dengan menambahkan akhiran ase terhadap nama substrat yang diubah oleh enzim tersebut, misalnya enzim maltase menjadi glukosa; enzim yang mengubah elmak (lipid) adalah lipase; enzim-enzim yang mengadakan perubahan karbohidrat merupakan kelompok karbohidrase.

Berdasarkan peristiwa-peristiwa yang terjadi di dalam suatu reaksi, maka enzim dapat digolongkan menjadi golongan berikut :

1. Golongan Hidrolase

Yaitu enzim yang dengan penambahan air atau dengan adanya air dapat mengubah suatu substrat menjadi hasil akhir, misalnya karboksilase, protese dan lipase.

2. Golongan Desmolase

Yaitu enzim yang dapat memecah ikatan C-C atau C-N, contohnya enzim-enzim peroksidase, dehidrogenase, katalase, karboksilase, dan transaminase.

Dengan berkembangnya ilmu generika dan dilakukannya berbagai percobaan di bidang ini, dapat dibuktikan bahwa pembentukan enzim atau kelompok enzim diatur oleh gen atau kelompok gen dalam kromosom. George Beadle dan Edward Tatum mendapat hadiah nobel pada tahun 1958 dalam menemukan gen-gen pengandali sintesis protein dan enzim, yang disimpulkan dalam suatu teori “one gene one enzyme”.

Sifat-sifat Enzim

Enzim memiliki beberapa sifat, yaitu :

1. Enzim adalah protein, karenanya enzim bersifat thermolabil, membutuhkan pH dan suhu yang tepat. Pada suhu rendah dan tinggi enzim akan mengalami kerusakan koagulasi (penggumpalan), yang akhirnya enzim akan terdenaturasi.

2. Enzim bekerja secara spesifik (satu enzim hanya bekerja pada satu substrat). Contoh enzim maltase hanya dapat memecah maltosa menjadi glukosa.

3. Enzim hanya diperlukan dalam jumlah sedikit.

4. Enzim dapat bekerja secara bolak-balik. Enzim tidak mempengaruhi arah reaksi, sehingga dapat bekerja dua arah (bolak-balik). Artinya enzim dapat menguraikan substrat menjadi senyawa sederhana, dan sebaliknya enzim juga dapat menyusun senyawa-senyawa menjadi senyawa tertentu.

5. Kerja enzim dipengaruhi oleh lingkungan, seperti oleh suhu, pH, konsentrasi, dan lain-lain.

6. Enzim menurunkan energi aktivasi. Enzim mengkatalis reaksi dengan meningkatkan kecepatan reaksi, dengan cara menurunkan energi aktivasi. Energi aktivasi yaitu energi yang diperlukan untuk memulai suatu reaksi.

7. Enzim berfungsi sebagai katalisator yang disebut biokatalisator. Katalisator adalah zat yang dapat mempercepat atau memperlambat reaksi kimia, tetapi zat itu sendiri tidak ikut dalam reaksi. Enzim mempengaruhi kecepatan reaksi, tetapi tidak terpengaruh atau dipengaruhi oleh reaksi tersebut. Enzim mengatur kecepatan dan kekhususan ribuan reaksi kimia yang berlangsung dalam sel, dan bertindak tidak harus selalu dalam sel.

Cara Kerja Enzim | Saluran Pencernaan Manusia

This entry was posted in Enzim. Bookmark the permalink.