Klasifikasi Tingkat Keparahan Asma dan Pengendali Asma Menurut NAEPP

Begitu diagnosis asma ditegakkan, langkah berikutnya adalah menentukan tingkat keparahan dalam rangka memandu terapi. Laporan Panel Ahli (EPR-3) NAEPP yang ketiga menetapkan frekuensi gejala asma, frekuensi terbangun di malam hari karena asma, seberapa sering pemakaian obat hirup bronkodilator beta-2 kerja pendek (SABA), sejauh mana asma mengganggu aktivitas normal, dan pengukuran fungsi paru (FEV1) sebagai dasar klasifikasi asma. Berdasarkan gambaran klinis ini, penderita asma akan terbagi ke dalam salah satu dari empat kategori, yaitu asma intermiten, asma persisten ringan, asma persisten sedang, atau asma persisten berat. Ringkasan tabel klasifikasi NAEPP yang diadaptasi dari EPR-3 termasuk dalam Lampiran.

Seseorang yang mengalami mengi dan batuk setiap hari, serta terbangun setiap malam dengan gejala asma dimasukkan ke dalam klasifikasi tingkat keparahan dari asma persisten sedang, misalnya. Penyakit asmanya tidak terkendali dengan baik dan menandakan pengobatan yang tidak kuat. Semua penderita asma seharusnya diresepkan obat hirup bronkodilator beta-2 kerja pendek (SABA) untuk menghilangkan gejala dengan cepat. Selanjutnya, individu yang baru didiagnosis dengan pengendalian asma yang kurang baik (menggunakan istilah yang disarankan oleh EPR-3) membutuhkan terapi tambahan termasuk obat anti-inflamasi, idealnya obat hirup kortikosteroid. Tujuan pengobatan adalah untuk mencapai kondisi asma yang terkendali, meningkatkan dosis obat-obatan jika diperlukan. EPR-3 mendefinisikan tiga kategori pengendalian asma, sebagai berikut: terkendali dengan baik, tidak terkendali dengan baik, dan sangat tidak terkendali.

Dokter dan pasien sama-sama harus dapat mengenali asma yang terkendali dengan baik. Penelitian telah menunjukkan bahwa kedua kelompok ini cenderung menaksir terlalu tinggi terhadap tingkat pengendalian asma pada saat yang sama, mereka meremehkan tingkat keparahan dan pentingnya gejala asma yang sedang berlangsung. Pasien asma terlalu sering menerima dengan atau hanya beradaptasi dengan gejala asma yang tidak terkendali yang dimilikinya. Mereka tidak seharusnya menerima gejala batuk, sesak napas, mengi, atau rasa tidak nyaman yang sering sebagai sesuatu yang normal, tidak seharusnya juga mereka menganggap menggunakan inhaler yang memiliki kerja pendek, cepat melegakan dua kali atau lebih dalam seminggu, merupakan sesuatu yang dapat diterima. Mereka seharusnya tidak pernah menganggap keterbatasan aktivitas merupakan kenyataan hidup. Dokter dan perawat yang gagal mengenali asma seseorang yang tidak terkendali dengan baik akan kehilangan kesempatan yang penting untuk meresepkan obat-obatan yang tepat bagi pasien mereka.

EPR-3 menekankan bahwa komponen utama dari penilaian pengendalian asma termasuk yaitu seberapa sering gejala hadir pada siang hari, berapa kali terbangun di malam hari dalam seminggu, seberapa sering obat hirup bronkodilator beta-2 diperlukan untuk menghilangkan gejala, pengukuran fungsi paru (FEV1), serta frekuensi dan tingkat keparahan eksaserbasi. Tujuan asma yang terkendali dengan baik dikatakan tercapai, bila seorang penderita asma (umur 12 tahun dan lebih) mengalami sedikit atau tanpa gejala asma (tidak leih dari dua kali seminggu), berkurangnya terbangun malam hari karena asma (tidak lebih dari dua kali sebulan), tidak mengganggu kegiatan dan rutinitas sehari-hari, dan tidak perlu menggunakan obat hirup bronkodilator beta-2 kerja pendek, cepat melegakan lebih dari dua kali seminggu. Fungsi paru seharusnya mendekati normal seperti ditunjukkan oleh nilai FEV1 atau nilai PEF 80% dari prediksi. Asma yang terkendali dengan baik seharusnya mengakibatkan tidak lebih dari satu kali eksaserbasi selama setahun. Begitu asma menjadi terkendali dengan baik, EPR-3 menganjurkan penurunan dosis obat asma untuk menyesuaikan obat dalam mempertahankan pengendalian dengan dosis minimal dan meminimalkan potensi efek samping.

Tujuan Pengobatan Asma : Pengendalian

Asma diklasifikasikan kedalam 3 kategori, berdasarkan pada tingkat pengendalian :

Pedoman EPR-3 Kategori Pengendalian :
– Terkendali dengan Baik
– Kurang Terkendali dengan Baik
– Sangat tidak Terkendali

Pedoman GINA Kategori Kontrol :
– Terkendali
– Sebagian Terkendali
– Tidak Terkendali

* Tujuan utama pengobatan asma adalah pencapaian dan pemeliharaan pengendalian secara klinis.
* Pengobatan asma yang berlangsung bersifat individual dan berdasarkan pada tingkat pengendalian asma.
* Terapi asma diselenggarakan kurang lebih pada beberapa “langkah” yang mencerminkan intensitas pengobatan yang dibutuhkan untuk mendapatkan pengendalian asma. Cepat melegakan dan obat kerja cepat merupakan bagian dari semua langkah, dan obat pengendali selalu diperlukan untuk langkah 2 – 6.
* Pengobatan asma disesuaikan secara terus menerus, berdasarkan respon klinis dan tingkat pengendalian asma. Dosis obat-obatan harus segera ditingkatkan saat kehilangan pengendalian terhadap asma dan diturunkan setelah pengendalian tercapai dan dipertahankan.
* Sama seperti tingkat keparahan asma seseorang dapat bervariasi setiap saat, demikian juga tingkat pengendalian dan juga kebutuhan terhadap pengobatan.
* Tujuan pengobatan asma = pengendalian asma, khususnya :
– Tidak ada (atau jarang) gejala asma pada siang hari.
– Tidak ada (atau jarang) terbangun malam hari.
– Tidak ada pembatasan latihan.
– Tidak ada pembatasan kegiatan “rutin” sehari-hari.
– Jarangnya kebutuhan terhadap obat hirup bronkodilator beta-2 agonis yang kerja cepat dan cepat melegakan.
– FEV1 normal (atau mendekati normal) dan / atau PEF (besar dari atau sama dengan 80% dari prediksi atau nilai terbaik personal).
– Tidak ada eksaserbasi.

Lampiran

Suatu komponen utama dari pedoman pengobatan asma NAEPP adalah klasifikasi asma ke dalam empat kategori terpisah berdasarkan gejala asma, nilai tes fungsi paru (FEV1), dan tingkat keparahan penyakit. Seorang individu dengan asma akan masuk ke dalam satu kelompok dari empat kelompok pada saat penilaian awal tingkat keparahan asma mereka yaitu asma intermiten, asma persisten ringan, asma persisten sedang, atau asma persisten berat. Menariknya, nahwa klasifikasi seseorang dapat berubah dari waktu ke waktu tergantung pada seberapa efektif penyakit dan terkendalinya gejala. Pasien dapat mengalami eksaserbasi pada semua tingkat keparahan, dengan intensitas ringan, sedang, atau berat. Klasifikasi akurat dari tingkat keparahan asma seseorang pada saat diagnosis dan evaluasi follow-up yang sedang berlangsung terhadap pengendalian penyakit sebagai hasil pengobatan merupakan bagian dari upaya NAEPP untuk menjamin perawatan yang lebih baik bagi penderita asma dari semua usia. NAEPP merekomendasikan obat spesifik dan intervensi untuk setiap tingkat keparahan asma.

Tabel A-1 Klasifikasi NAEPP dari Asma Intermiten

Asma intermiten : klasifikasi pada anak usia 0 – 4 tahun

Gejala
* Gejala siang hari : kurang atau sama 2 hari dalam seminggu
* Gejala malam hari : tidak ada
* Memerlukan bronkodilator beta-2 kerja pendek untuk pengendalian gejala : kurang atau sama 2 hari / minggu
* Gangguan terhadap aktivitas normal dan rutinitas sehari-hari : tidak ada

Eksaserbasi
* Dari 0 – 1 x per tahun

Pengobatan
(Langkah 1) Pengobatan langkah 1 diindikasikan untuk pengobatan awal asma intermiten.
* Semua anak penderita asma harus diresepkan bronkodilator inhalasi kerja pendek, cepat melegakan untuk digunakan sesuai kebutuhan. Agonis beta-2 inhalasi kerja pendek direkomendasikan sebagai agen pelega.
* Tidak diperlukan pengobatan sehari-hari.

Setiap anak dengan asma intermiten dapat mengalami eksaserbasi. Eksaserbasi mungkin ringan, sedang, atau bahkan berat, tetapi biasanya singkat, berlangsung dari beberapa jam sampai beberapa hari. Pengobatan terhadap eksaserbasi harus dilakukan, apapun tingkat keparahannya dan akan memerlukan pengobatan tambahan. Program singkat kortikosteroid oral mungkin diperlukan. Antara eksaserbasi, seorang anak dengan asma intermiten tidak memiliki gejala (asimptomatik). Terdapat fungsi paru yang normal tanpa gejala dalam periode yang lama antara eksaserbasi.

Asma intermiten : klasifikasi pada anak usia 5 – 11 tahun

Gejala
* Gejala siang hari : kurang atau sama 2 hari dalam seminggu
* Gejala malam hari : kurang atau sama 2x sebulan
* Memerlukan bronkodilator beta-2 kerja pendek untuk pengendalian gejala : kurang atau sama 2 hari / minggu
* Gangguan terhadap aktivitas normal dan rutinitas sehari-hari : tidak ada

Tes fungsi paru
* Volume ekspirasi paksa (FEV1) antara eksaserbasi, normal
* Volume ekspirasi paksa (FEV1) > 80% dari yang diprediksi
* Rasio FEV1/FVC > 85% dari yang prediksi

Eksaserbasi
* Kurang dari 2x per tahun

Pengobatan
(Langkah 1) Pengobatan langkah 1 diindikasikan untuk pengobatan awal asma intermiten.
* Semua anak penderita asma harus diresepkan bronkodilator inhalasi, kerja pendek, cepat melegakan untuk digunakan sesuai kebutuhan. Agonis beta-2 inhalasi kerja pendek merupakan agen pelega yang direkomendasikan.
* Tidak diperlukan pengobatan sehari-hari.

Setiap anak dengan asma intermiten dapat mengalami eksaserbasi. Eksaserbasi mungkin ringan, sedang, atau bahkan berat, tetapi biasanya singkat, berlangsung dari beberapa jam sampai beberapa hari. Pengobatan terhadap eksaserbasi harus dilakukan, apapun tingkat keparahannya dan akan memerlukan pengobatan tambahan. Program singkat kortikosteroid oral mungkin diperlukan. Antara eksaserbasi, pengukuran fungsi paru normal, dan seorang anak yang memiliki asma intermiten tidak memiliki gejala (asimptomatik). Terdapat fungsi paru yang normal tanpa gejala dalam periode yang lama antara eksaserbasi.

Asma intermiten : klasifikasi pada usia 12 tahun dan lebih tua (termasuk semua orang dewasa)

Gejala
* Gejala siang hari : kurang atau sama 2 hari dalam seminggu
* Gejala malam hari : kurang atau sama 2x sebulan
* Memerlukan bronkodilator beta-2 kerja pendek untuk pengendalian gejala : kurang atau sama 2 hari / minggu
* Gangguan terhadap aktivitas normal dan rutinitas sehari-hari : tidak ada

Tes fungsi paru
* Volume ekspirasi paksa (FEV1) antara eksaserbasi, normal
* Volume ekspirasi paksa (FEV1) > 80% dari yang diprediksi
* Rasio FEV1/FVC normal

Eksaserbasi
* Kurang dari 2x per tahun

Pengobatan
(Langkah 1) Pengobatan langkah 1 diindikasikan untuk pengobatan awal asma intermiten.
* Semua pemuda dan orang dewasa penderita asma harus diresepkan bronkodilator inhalasi kerja pendek, cepat melegakan untuk digunakan sesuai kebutuhan. Agonis beta-2 inhalasi kerja pendek merupakan agen pelega yang direkomendasikan.
* Tidak diperlukan pengobatan sehari-hari.

Setiap pemuda atau orang dewasa dengan asma intermiten dapat mengalami eksaserbasi. Eksaserbasi mungkin ringan, sedang, atau bahkan berat, tetapi biasanya singkat, berlangsung dari beberapa jam sampai beberapa hari. Pengobatan terhadap eksaserbasi harus dilakukan, apapun tingkat keparahannya dan akan memerlukan pengobatan tambahan. Program singkat kortikosteroid oral mungkin diperlukan. Antara eksaserbasi, pengukuran fungsi paru normal, dan seorang pemuda yang memiliki asma intermiten ringan tidak memiliki gejala (asimptomatik). Terdapat fungsi paru yang normal tanpa gejala dalam periode yang lama antara eksaserbasi.

Tabel A-2 Klasifikasi NAEPP dari Asma Persisten Ringan

Asma persisten ringan : klasifikasi pada anak usia 0 – 4 tahun

Gejala
* Gejala siang hari : > 2 hari dalam seminggu, tapi tidak setiap hari
* Gejala malam hari : 1 sampai 2x sebulan
* Memerlukan bronkodilator beta-2 kerja pendek untuk pengendalian gejala : > 2 hari dalam seminggu, tapi tidak setiap hari.
* Gangguan terhadap aktivitas normal dan rutinitas sehari-hari : + keterbatasan kecil

Eksaserbasi
* 2x atau lebih dalam 6 bulan yang membutuhkan penggunaan steroid oral, atau 4x atau lebih episode mengi per tahun yang berlangsung lebih dari 24 jam.

Pengobatan
(Langkah 2) Pengobatan langkah 2 diindikasikan untuk pengobatan awal asma persisten ringan.
* Semua anak penderita asma harus diresepkan bronkodilator inhalasi kerja pendek, cepat melegakan untuk digunakan sesuai kebutuhan. Agonis beta-2 inhalasi kerja pendek merupakan agen pelega yang direkomendasikan.
* Pengobatan harian diperlukan untuk perawatan asma persisten ringan. Dalam sebagian besar kasus, obat anti inflamasi inhalasi dosis rendah lebih disukai. Montelukas atau kromolin dapat menjadi alternatif.
* Konsultasi dengan spesialis asma dapat dipertimbangkan.

Setiap anak dengan asma persisten ringan dapat mengalami eksaserbasi. Eksaserbasi mungkin ringan, sedang, atau bahkan berat. Pengobatan terhadap eksaserbasi harus dilakukan, apapun tingkat keparahannya dan akan memerlukan pengobatan tambahan. Program singkat kortikosteroid oral mungkin diperlukan.

Asma persisten ringan : klasifikasi pada anak usia 5 – 11 tahun

Gejala
* Gejala siang hari : > 2 hari dalam seminggu, tapi tidak setiap hari
* Gejala malam hari : 3 sampai 4x sebulan
* Memerlukan bronkodilator beta-2 kerja pendek untuk pengendalian gejala : > 2 hari dalam seminggu, tapi tidak setiap hari.
* Gangguan terhadap aktivitas normal dan rutinitas sehari-hari : + keterbatasan kecil

Tes fungsi paru
* Volume ekspirasi paksa (FEV1) > 80% dari yang diprediksi
* Rasio FEV1/FVC > 80% dari yang diprediksi

Eksaserbasi
* 2x atau lebih per tahun

Pengobatan
(Langkah 2) Pengobatan langkah 2 diindikasikan untuk pengobatan awal asma persisten ringan.
* Semua anak penderita asma harus diresepkan bronkodilator inhalasi cepat melegakan untuk digunakan sesuai kebutuhan. Agonis beta-2 inhalasi kerja pendek merupakan agen pelega yang direkomendasikan.
* Pengobatan harian diperlukan untuk perawatan asma persisten ringan. Dalam sebagian besar kasus, obat anti inflamasi inhalasi dosis rendah lebih disukai. Pil seperti pengubah leukotriena atau sediaan tablet lepas lambat teofilin dapat menjadi alternatif bersama kromolin atau nedokromil inhalasi.

Setiap anak dengan asma persisten ringan dapat mengalami eksaserbasi. Eksaserbasi mungkin ringan, sedang, atau bahkan berat. Pengobatan terhadap eksaserbasi harus dilakukan, apapun tingkat keparahannya dan akan memerlukan pengobatan tambahan. Program singkat kortikosteroid oral mungkin diperlukan.

Asma persisten ringan : klasifikasi pada orang usia 12 tahun dan lebih (termasuk semua orang dewasa)

Gejala
* Gejala siang hari : > 2 hari dalam seminggu, tapi tidak setiap hari
* Gejala malam hari : 3 sampai 4x sebulan
* Memerlukan bronkodilator beta-2 kerja pendek untuk pengendalian gejala : > 2 hari dalam seminggu, tapi tidak setiap hari.
* Gangguan terhadap aktivitas normal dan rutinitas sehari-hari : + keterbatasan kecil

Tes fungsi paru
* Volume ekspirasi paksa (FEV1) lebih atau sama 80% dari yang diprediksi
* Rasio FEV1/FVC normal

Eksaserbasi
* 2x atau lebih per tahun

Pengobatan
(Langkah 2) Pengobatan langkah 2 diindikasikan untuk pengobatan awal asma persisten ringan.
* Semua pemuda dan dewasa penderita asma harus diresepkan, bronkodilator inhalasi cepat melegakan untuk digunakan sesuai kebutuhan. Agonis beta-2 inhalasi kerja pendek merupakan agen pelega yang direkomendasikan.
* Pengobatan harian diperlukan untuk perawatan asma persisten ringan. Dalam sebagian besar kasus, obat anti inflamasi inhalasi dosis rendah lebih disukai. Pil seperti pengubah leukotriena atau sediaan tablet lepas lambat teofilin dapat menjadi alternatif bersama kromolin atau nedokromil inhalasi.

Setiap pemuda dan orang dewasa penderita asma persisten ringan dapat mengalami eksaserbasi. Eksaserbasi mungkin ringan, sedang, atau bahkan berat. Pengobatan terhadap eksaserbasi harus dilakukan, apapun tingkat keparahannya dan akan memerlukan pengobatan tambahan. Program singkat kortikosteroid oral mungkin diperlukan.

Tabel A-3 Klasifikasi NAEPP dari Asma Persisten Sedang

Asma persisten sedang : klasifikasi pada anak usia 0 – 4 tahun

Gejala
* Gejala siang hari : setiap hari
* Gejala malam hari : 3 sampai 4x sebulan
* Memerlukan bronkodilator beta-2 kerja pendek untuk pengendalian gejala : setiap hari
* Gangguan terhadap aktivitas normal dan rutinitas sehari-hari : beberapa keterbatasan

Eksaserbasi
* 2x atau lebih dalam 6 bulan yang membutuhkan penggunaan steroid oral, atau 4x atau lebih episode mengi per tahun

Pengobatan
(Langkah 3) Pengobatan langkah 3 diindikasikan untuk pengobatan awal asma persisten sedang, kortikosteroid oral untuk penggunaan singkat seharusnya dipertimbangkan.
* Semua anak penderita asma harus diresepkan bronkodilator inhalasi cepat melegakan untuk digunakan sesuai kebutuhan, ditambahkan ke dalam obat pengendali sehari-hari. Agonis beta-2 inhalasi kerja pendek merupakan agen pelega yang direkomendasikan.
* Pengobatan harian diperlukan untuk perawatan asma persisten sedang. Dokter yang merawat akan meresepkan rejimen berdasarkan karakteristik individual asma pasien. Obat anti inflamasi kortikosteroid inhalasi dosis sedang lebih disukai.
* Konsultasi dengan spesialis asma dapat dipertimbangkan.

Setiap anak dengan asma persisten sedang dapat mengalami eksaserbasi. Eksaserbasi mungkin ringan, sedang, atau bahkan berat. Pengobatan terhadap eksaserbasi harus dilakukan, apapun tingkat keparahannya dan akan memerlukan pengobatan tambahan. Program singkat kortikosteroid oral mungkin diperlukan.

Asma persisten sedang : klasifikasi pada anak usia 5 – 11 tahun

Gejala
* Gejala siang hari : setiap hari
* Gejala malam hari : > 1 malam dalam seminggu, tetapi tidak setiap malam
* Memerlukan bronkodilator beta-2 kerja pendek untuk pengendalian gejala : setiap hari
* Gangguan terhadap aktivitas normal dan rutinitas sehari-hari : beberapa keterbatasan

Tes fungsi paru
* Volume ekspirasi paksa (FEV1) > 60% sampai 80% dari yang diprediksi
* Rasio FEV1/FVC antara 75% – 80%

Eksaserbasi
* 2x atau lebih per tahun

Pengobatan
(Langkah 3) Pengobatan langkah 3 diindikasikan untuk pengobatan awal asma persisten sedang, kortikosteroid oral untuk penggunaan singkat seharusnya dipertimbangkan.
* Semua anak penderita asma harus diresepkan bronkodilator inhalasi cepat melegakan untuk digunakan sesuai kebutuhan, ditambahkan ke dalam obat pengendali sehari-hari. Agonis beta-2 inhalasi kerja pendek merupakan agen pelega yang direkomendasikan.
* Pengobatan harian diperlukan untuk perawatan asma persisten sedang. Dokter yang merawat akan meresepkan rejimen berdasarkan karakteristik individual asma pasien. Salah satu rejimen yang direkomendasikan termasuk kortikosteroid inhalasi dosis sedang atau dosis rendah, kortikosteroid inhalasi dikombinasikan dengan bronkodilator agonis beta-2 inhalasi kerja lama. Alternatif lain dapat direview dengan dokter yang merawat dan termasuk kortikosteroid inhalasi dosis rendah yang dikombinasikan dengan obat oral kedua.
* Rujuk anak dengan persisten asma sedang ke dokter spesialis asma.

Setiap anak dengan asma persisten sedang dapat mengalami eksaserbasi. Eksaserbasi cenderung berlangsung beberapa hari. Pengobatan terhadap eksaserbasi harus dilakukan, apapun tingkat keparahannya dan akan memerlukan pengobatan tambahan, seperti kortikosteroid oral.

Asma persisten sedang : klasifikasi pada orang berusia 12 tahun atau lebih (termasuk semua orang dewasa)

Gejala
* Gejala siang hari : setiap hari
* Gejala malam hari : > 1 malam dalam seminggu, tetapi tidak setiap malam
* Memerlukan bronkodilator beta-2 kerja pendek untuk pengendalian gejala : setiap hari
* Gangguan terhadap aktivitas normal dan rutinitas sehari-hari : beberapa keterbatasan

Tes fungsi paru
* Volume ekspirasi paksa (FEV1) > 60% sampai 80% dari yang diprediksi
* Rasio FEV1/FVC turun 5% atau lebih dari normal

Eksaserbasi
* 2x atau lebih per tahun

Pengobatan
(Langkah 3) Pengobatan langkah 3 diindikasikan untuk pengobatan awal asma persisten sedang, kortikosteroid oral untuk penggunaan singkat seharusnya dipertimbangkan.
* Semua pemuda dan orang dewasa penderita asma harus diresepkan bronkodilator inhalasi cepat melegakan untuk digunakan sesuai kebutuhan, ditambahkan ke dalam obat pengendali sehari-hari. Agonis beta-2 inhalasi kerja pendek merupakan agen pelega yang direkomendasikan.
* Pengobatan harian diperlukan untuk perawatan asma persisten sedang. Dokter yang merawat akan meresepkan rejimen berdasarkan karakteristik individual asma pasien. Salah satu rejimen yang direkomendasikan termasuk kortikosteroid inhalasi dosis sedang atau dosis rendah, kortikosteroid inhalasi dikombinasikan dengan bronkodilator agonis beta-2 inhalasi kerja lama. Alternatif lain dapat direview dengan dokter yang merawat dan termasuk kortikosteroid inhalasi dosis rendah yang dikombinasikan dengan obat oral kedua.
* Pertimbangkan merujuk anak dengan persisten asma sedang ke dokter spesialis asma.

Setiap pemuda dan orang dewasa dengan asma persisten sedang dapat mengalami eksaserbasi. Eksaserbasi cenderung berlangsung beberapa hari. Pengobatan terhadap eksaserbasi harus dilakukan, apapun tingkat keparahannya dan akan memerlukan pengobatan tambahan, seperti kortikosteroid oral.

Tabel A-4 Klasifikasi NAEPP dari Asma Persisten Berat

Asma persisten berat : klasifikasi pada anak usia 0 – 4 tahun

Gejala
* Gejala siang hari : setiap hari, sepanjang hari
* Gejala malam hari : lebih dari 1x dalam satu minggu
* Memerlukan bronkodilator beta-2 kerja pendek untuk pengendalian gejala : beberapa kali hari
* Gangguan terhadap aktivitas normal dan rutinitas sehari-hari : + sangat terbatas

Eksaserbasi
* 2x atau lebih dalam 6 bulan yang membutuhkan steroid oral, atau 4x atau lebih episode mengi per tahun yang berlangsung 24 jam atau lebih

Pengobatan
(Langkah 3) Pengobatan langkah 3 diindikasikan untuk pengobatan awal asma persisten berat, kortikosteroid oral untuk penggunaan singkat seharusnya dipertimbangkan.
* Semua anak penderita asma harus diresepkan bronkodilator inhalasi cepat melegakan untuk digunakan sesuai kebutuhan, ditambahkan ke dalam obat pengendali sehari-hari. Agonis beta-2 inhalasi kerja pendek merupakan agen pelega yang direkomendasikan.
* Obat harian diperlukan. Dokter yang merawat akan meresepkan rejimen berdasarkan karakteristik individual asma pasien. Obat anti inflamasi kortikosteroid inhalasi dosis sedang lebih disukai.
* Anak-anak dengan asma persisten berat harus dibawah pengawasan dokter spesialis asma.

Setiap anak dengan asma persisten berat dapat mengalami eksaserbasi. Eksaserbasi cenderung berlangsung beberapa hari. Pengobatan terhadap eksaserbasi harus dilakukan, apapun tingkat keparahannya dan akan memerlukan pengobatan tambahan seperti kortikosteroid oral.

Asma persisten berat : klasifikasi pada anak usia 5 – 11 tahun

Gejala
* Gejala siang hari : setiap hari, sepanjang hari
* Gejala malam hari : sering malam hari, 7x seminggu
* Memerlukan bronkodilator beta-2 kerja pendek untuk pengendalian gejala : beberapa kali setiap hari
* Gangguan terhadap aktivitas normal dan rutinitas sehari-hari : sangat terbatas

Pemeriksaan Fungsi Paru
* Volume ekspirasi paksa (FEV1) < 60% dari yang diprediksi
* Rasio FEV1/FVC < 75% dari yang diprediksi

Eksaserbasi
* lebih dari 2x per tahun

Pengobatan
(Langkah 3 atau 4) Pengobatan langkah 3 atau langkah 4 diindikasikan untuk pengobatan awal asma persisten sedang, kortikosteroid oral untuk penggunaan singkat seharusnya dipertimbangkan.
* Semua anak penderita asma harus diresepkan bronkodilator inhalasi cepat melegakan untuk digunakan sesuai kebutuhan, ditambahkan ke dalam obat pengendali sehari-hari. Agonis beta-2 inhalasi kerja pendek merupakan agen pelega yang direkomendasikan.
* Obat harian diperlukan. Dokter yang merawat akan meresepkan rejimen berdasarkan karakteristik individual asma pasien. Salah satu rejimen yang dianjurkan termasuk kortikosteroid inhalasi dosis tinggi, yang dikombinasikan dengan bronkodilator agonis beta-2 inhalasi kerja lama. Alternatif lain dapat didiskusikan dengan dokter yang merawat. Dokter yang merawat dapat juga menganjurkan omalizumab untuk tambahan obat (pada anak yang lebih besar) jika alergi memainkan peranan signifikan pada asma.
* Anak-anak dengan asma persisten berat harus dibawah pengawasan dokter spesialis asma.

Setiap anak dengan asma persisten berat dapat mengalami eksaserbasi. Eksaserbasi cenderung berlangsung beberapa hari. Pengobatan terhadap eksaserbasi harus dilakukan, apapun tingkat keparahannya dan akan memerlukan pengobatan tambahan seperti kortikosteroid oral.

Asma persisten berat : klasifikasi pada orang berusia 12 tahun atau lebih (termasuk semua orang dewasa)
Pengobatan langkah 4 – 6 diindikasikan untuk asma persisten berat.

Gejala
* Gejala siang hari : sepanjang hari
* Gejala malam hari : sering malam hari 7x seminggu
* Memerlukan bronkodilator beta-2 kerja pendek untuk pengendalian gejala : beberapa kali sehari
* Gangguan terhadap aktivitas normal dan rutinitas sehari-hari : + sangat terbatas

Pemeriksaan Fungsi Paru
* Volume ekspirasi paksa (FEV1) < 60% dari yang diprediksi
* Rasio FEV1/FVC turun lebih 5% dari normal

Eksaserbasi
* 2x atau lebih per tahun

Pengobatan
(Langkah 4 atau 5) Pengobatan langkah 4 atau 5 diindikasikan untuk pengobatan awal asma persisten berat, kortikosteroid oral untuk penggunaan singkat seharusnya dipertimbangkan.
* Semua pemuda dan orang dewasa penderita asma harus diresepkan bronkodilator inhalasi cepat melegakan untuk digunakan sesuai kebutuhan, ditambahkan ke dalam obat pengendali sehari-hari. Agonis beta-2 inhalasi kerja pendek merupakan agen pelega yang direkomendasikan.
* Obat harian diperlukan. Dokter yang merawat akan meresepkan rejimen berdasarkan karakteristik individual asma pasien. Salah satu rejimen yang dianjurkan termasuk kortikosteroid inhalasi dosis tinggi, yang dikombinasikan dengan bronkodilator agonis beta-2 inhalasi kerja lama. Beberapa pemuda juga akan membutuhkan kortikosteroid oral dosis harian. Alternatif lain dapat didiskusikan dengan dokter yang merawat. Dokter yang merawat mungkin juga menganjurkan penambahan omalizumab jika alergi memainkan peranan signifikan pada asma.
* Pemuda dan orang dewasa dengan asma persisten berat harus dibawah pengawasan dokter spesialis asma.

Setiap pemuda dan orang dewasa dengan asma persisten berat dapat mengalami eksaserbasi. Eksaserbasi cenderung berlangsung beberapa hari. Pengobatan terhadap eksaserbasi harus dilakukan, apapun tingkat keparahannya dan akan memerlukan pengobatan tambahan seperti kortikosteroid oral.

Program Nasional Pendidikan dan Pencegahan Asma (NAEPP) | Klasifikasi Asma Selain NAEPP

This entry was posted in Asma. Bookmark the permalink.