Krisis Global Sebabkan Penderita Stroke Meningkat

Saat ini angka kejadian stroke di Indonesia meningkat tajam dari urutan ketiga penyebab kematian, melampaui penyakit yang selama ini mendominasi angka kematian terbesar di Indonesia seperti jantung dan kanker. Ini sebagai akibat perubahan gaya hidup serta stres berat yang dihadapi masyarakat karena beban hidup yang semakin berat.

Sejak beberapa tahun belakangan ini beban masyarakat semakin berat. Krisis global menyebabkan stres yang menerpa masyarakat semakin besar menyebabkan angka kejadian stroke di Indonesia semakin bertambah besar. Kondisi ini diperberat dengan kurangnya perhatian pemerintah terhadap penyakit yang menyerang otak manusia ini.

Meskipun faktor resiko terjadinya stroke hampir sama di seluruh dunia, seperti hipertensi (tekanan darah tinggi), diabetes melitus (kencing manis), dan obesitas (kegemukan), angka kejadian stroke di Indonesia tertinggi dibandingkan negara-negara lain yang memiliki resiko sama dengan Indonesia.

Setelah dilakukan berbagai kajian dan penelitian, ternyata ada faktor lain selain hipertensi (tekanan darah tinggi) dan diabetes melitus (kencing manis) yang memicu tingginya angka kejadian stroke di Indonesia. Pemicu tersebut adalah stres berat yang dialami sebagian besar masyarakat dalam menghadapi persaingan hidup yang begitu ketat.

Angka ini diperberat dengan adanya pergeseran usia penderita stroke yang semula menyerang orang usia lanjut kini bergeser ke arah usia produktif. Bahkan, kini banyak menyerang anak-anak usia muda, karena ada seorang anak usia sembilan tahun sudah terkena stroke.

Usia anak terkena stroke tidak terlepas dari kesalahan orangtua yang sejak usia balita telah memperkenalkan anak-anak balita dengan berbagai makanan junk food (makanan sampah), yang banyak mengandung lemak dan kolesterol tinggi dan sangat rendah serat. Selain itu beban pelajaran yang begitu berat membebani anak-anak menyebabkan sejak kecil mereka terbiasa dengan stres berat yang tidak mudah untuk dihindari.

Stres yang menumpuk ini bila tidak dicarikan jalan keluar dapat mempercepat terjadinya serangan stroke bukan hanya usia produktif, tapi juga menyerang anak-anak usia sekolah yang masa depannya masih panjang. Untuk menghindari diri dan keluarga dari serangan stroke yang datang tiba-tiba, setiap keluarga harus membiasakan diri berpola dan bergaya hidup sehat, dengan rajin berolahraga, menghindari makanan tinggi lemak dan banyak makanan berserat (sayur) serta rajin berolahraga.

Terapi Latihan di Air bagi Penderita Stroke | Pertolongan Pertama pada Penderita Stroke

This entry was posted in Stroke. Bookmark the permalink.