Kucing dan Anjing

Walaupun fokus bahasan pada peran kucing terhadap pasien alergi, informasi yang diberikan disini dapat diterapkan pada sebagian besar hewan peliharaan berbulu, meliputi anjing, kelinci, tikus, dan hewan peliharaan lain yang berbulu tipis. Catatan kejadian terdahulu yang akurat adalah langkah pertama dalam penentuan apakah hewan peliharaan adalah penyebab gejala alergi seseorang dan apakah jika hewan itu disingkirkan akan menyembuhkan penyakit alergi. Apakah gejala bertambah buruk jika pasien berdekatan atau bermain dengan hewan peliharaan. Jika jawabannya adalah ya, maka diagnosisnya adalah alergi terhadap hewan. Kadang-kadang, pertanyaan ini tidak membantu karena ada orang yang memiliki hewan peliharaan tetapi tidak berhubungan dekat dengan hewannya. Dalam situasi ini, penting untuk ditanyakan apakah gejala meningkat jika pasien berada di rumah, dan juga apakah gejala membaik jika pasien di luar rumah untuk beberapa hari atau lebih lama.

Uji alergi terhadap semua alergen yang berhubungan adalah sama pentingnya dalam menentukan alergi pasien terhadap apa, khususnya ketika pertanyaan awal tidak memberi jawaban yang jelas. Dalam kasus ini, uji cukit kulit atua uji darah untuk alergi dapat dilakukan. Namun, jika uji darah dilakukan dan hasilnya negatif terhadap semua alergen, terutama hewan peliharaan, maka saya akan melakukan uji kulit. Jika hasil uji kulit negtaif terhadap kucing dari rumah. Tetapi jika hasil uji alergi terhadap kucing positif, maka keluarga dihadapkan dengan pilihan yang sulit. Jika pasien dan keluarga tidak ingin menyingkirkan hewan peliharaan dari rumah mereka, dan gejala pasien minimal dan stabil, kadang memerlukan obat atau kadang tidak perlu obat, lalu dengan hati-hati saya rekomendasikan hewan diperbolehkan berada di rumah. Dalam kasus ini, sejumlah aturan penghindaran harus dijalankan, termausk pencegahan hewan masuk ke dalam kamar pasien; membungkus bantal, matras, dan tempat tidur per dengan sarung penahan alergen; pembersihan dengan alat penghisap dan mengepel lantai secara teratur; pertimbangkan membuang karpet; dan memakai penyaring HEPA diseluruh rumah. Satu hasil penelitian memperlihatkan kepatuhan terhadap aturan ini dapat menurunkan tingkat alergen hewan di udara secara signifikan.

Jika gejala pasien lebih berarti, dan terutama jika ada penyakit asma, dokter dengan tegas mendesak keluarga untuk memindahkan hewan peliharaan ke rumah lain. Berikutnya setelah menyingkirkan hewan peliharaan dari rumah, sangat untuk penting untuk membuang dan mengganti karpet, semua mebel berlapis kain dibersihkan secara profesional, dan dinding dicat kembali. Tindakan yang agresif ini dapat dengan sukses menurunkan alergen hewan di udara menjadi kadar yang sangat rendah secara sangat cepat.

Empat puluh persen rumah tangga di Amerika Serikmat memiliki paling sedikit satu ekor anjing dan enam puluh persen orang mengalami kontak secara teratur dengan anjing di rumah atau di tempat lain. Karena sepuluh sampai lima belas persen orang Amerika yang alergi terhadap anjing, maka masuk akal bahwa ada jutaan orang di Amerika yang mengalami reaksi alergi berulang terhadap anjing. Alergen yang signifikan adalah kandungan protein dalam serpih kulit anjing (lepasan kulit mati anjing) dan air liur. Perbedaan produksi alergen terhadap anjing yang diternakkan dan antara anjing milik individu yang dikawinkan mungkin membuat orang dapat lebih mentoleransi anjing tertentu dibandingkan yang lain. Kemampuan toleransi orang pada anjing ternak jenis tertentu atau anjing jenis khusus adalah sangat beraneka ragam dan tidak dapat memprediksi apa yang kita ketahui sekarang. Beberapa anjing hasil perkembangbiakan dipopulerkan sebagai anjing “hipoalergenik”, dinyatakan bahwa anjing-anjing itu kurang menimbulkan reaksi alergi pada orang-orang yang didiagnosis alergi terhadap anjing. Anjing-anjing ini mempunyai ciri sedikit bulu dan kulit yang lepas dibandingkan anjing lain dan meliputi jenis poodle, terrier, maltese, schnauzers, dan bichon frises, juga perkawinan campur anjing-anjing ini dengan jenis anjing lain. Walaupun anjing “low shedding” ini jelas memiliki kerontokan bulu yang sedikit, anjing tersebut masih mengalami kerontokan bulu yang dapat mengakibatkan reaksi alergi pada beberapa orang, terutama mereka yang mengidap alergi berat. Jumlah alergen yang berasal dari seekor anjing dapat diturunkan atau dihilangkan dengan memandikan anjing sebanyak satu sampai dua kali seminggu.

Tungau Debu dan Jamur | Antihistamin dan Dekongestan

This entry was posted in Alergi. Bookmark the permalink.