Life Begin at 50 : A New Life

Usia 50 tahun bagi wanita seakan-akan merupakan batas antara kondisi muda dan kondisi tua. Anda merasa tidak ingin lagi merayakan hari ulang tahun ke 50 dan seterusnya. Meskipun Anda tidak lagi direpotkan oleh menstruasi setiap bulan, menghitung ‘hari-hari subur’ dan ‘hari-hari tidak subur’ atau urusan kontrasepsi, merasakan migrain dan ketidaknyamanan lain yang mengganggu aktivitas sehari-hari menjelang menstruasi sampai berakhirnya menstruasi, merawat anak dan membesarkannya sampai menjadi ‘orang’ dan banyak lagi, namun Anda tetap merasa tidak rela meninggalkan kemudaan Anda dan harus melangkah batas usia tersebut menjadi bagian generasi tua. Anda merasa kehidupan tidak secerah dulu. Kenyataan ini, ditambah dengan gejala-gejala menopause yang sangat tidak nyaman, sungguh merisaukan dan bisa menyebabkan hilangnya rasa percaya diri. Benarkah begitu?

Mari berpikir positif, tetaplah optimis. Memang benar kehidupan berubah saat Anda memasuki tahap menopause. Anak-anak beranjak dewasa, suami dalam masa andropause, dan Anda sendiri berada dalam tahap menopause. Tidak hanya Anda yang mengalami suasana hati yang gonjang-ganjing karena perubahan hormonal, suami dan anak-anak pun demikian. Anda mesti menyadari bahwa mau tidak mau, Anda menghadapi situasi baru yang berat. Memang rasanya tidak adil karena hanya Anda yang dituntut untuk menyadari hal ini. Namun, begitulah kenyataannya kalau Anda menginginkan keluarga tidak berantakan. Karena itu, mari kita susun strategi.

Dalam masa menopause itu Anda harus meluangkan waktu mendampingi anak-anak yang mengawali karirnya, kemudian melepasnya memasuki perkawinan. Dan itu membutuhkan energi dan strategi yang dituntut dari Anda. Di sisi lain, And aharus berkomunikasi menjalin hubungan baik dengan suami yang sedang ‘bertingkah’ lantaran memasuki masa andropause. Jangan anggap enteng masalah ini. Nah, setelah semua itu lewat, Anda mempunyai waktu lebih banyak, lebih ‘menganggur’. Mungkin Anda sudah menjalani persiapan pensiun sebagai wanita karir. Anak-anak sudah ‘mandiri’, mungkin cucu-cucu sudah mulai lahir, dan tingkah laku suami sudah kembali normal. Jadi inilah saatnya Anda memikirkan diri sendiri.

Berbicara tentang cucu, kelahiran cucu pertama selalu memberikan kebahagiaan tersendiri, berbeda dengan kelahiran cucu-cucu berikutnya. Meskipun Anda langsung berpikir bahwa kini Anda seorang nenek, namun saat Anda menggendong si cucu pertama, membelai dan menciumnya, Anda akan merasakan kebahagiaan yang tiada tara. Menjadi nenek tidak identik dengan menjadi tua. Anda tetap bisa tampil sebagai nenek yang cantik dan bersemangat muda.

Bagaimana dengan pasangan hidup? Dia pun mengalami perubahan fisik dan kekacauan suasana hati. Dia mulai menyadari bahwa dirinya tidak lagi langsing dan bugar seperti dulu. Kemungkinan dia akan menanggapinya dengan lebih memperhatikan kesehatannya, yaitu mengubah pola makan menjadi lebih sehat, melakukan olahraga dengan serius, dan menjalin hubungan dengan wanita yang lebih muda. Sebagian besar memang dapat melewati masa andropause dengan selamat dan mensyukuri pencapaian atas prestasinya selama ini. Sebaiknya Anda mendampinginya dengan penuh kesabaran karena Anda akan menghabiskan waktu lebih banyak dengan pasangan Anda sehari-hari dibanding sebelumnya. Anda perlu berbicara dari hati ke hati untuk mengatasi masalah bersama.

Bersamaan dengan semua itu, Anda sebaiknya juga mempelajari tubuh Anda yang sedang dalam masa menopause, apa yang harus Anda lakukan untuk meredakan gejala-gejala menopause. Ingat : tubuh akan membiasakan diri dengan ketiadaan hormon-hormon kewanitaan sampai akhirnya berbagai gejala ketidaknyamanan sebagai sindrom menopause tersebut akan menghilang dengan sendirinya walaupun makan waktu lama sekitar 10-an tahun. Berikutnya Anda mesti mempelajari penyakit-penyakit yang bisa menyusahkan Anda dan bagaimana cara menghindarinya. Penyakit-penyakit itu akan menguras kantung Anda yang memang sudah tipis karena pensiun. Karena itu, ubahlah gaya hidup Anda untuk menghindari serangan penyakit-penyakit degeneratif dan lainnya setelah ketiadaan hormon-hormon kewanitaan. Ajak suami untuk juga mengubah gaya hidup.

Jangan kecewa, jangan putus asa, dan jangan menyerah pada nasib. Hendaknya Anda menyadari bahwa kearifan besar dalam kehidupan datang di masa menopause. Kemudian ketika Anda memasuki fase kehidupan berikutnya, lakukan dengan semangat dan rasa syukur. Tanggulangi masalah-masalah penuaan dengan cerdas dan bersemangat. Mari kita teliti apa saja yang bisa Anda lakukan.

Pertama-tama, jangan pernah berpikir atau berucap “Ah, aku sudah tua. Tentu saja aku sudah tidak kuat mengerjakan itu. Tentu saja aku menjadi sering terjatuh. Tentu saja aku menjadi ‘bodoh’. Tentu saja aku penyakitan” Tetapi lakukan apa yang harus Anda lakukan dengan sepenuh hati seakan-akan Anda masih berusia muda. Jangan biarkan anggota keluarga menaruh kasihan kepada Anda dan melarang Anda beraktivitas. Tetapi Anda pun harus tahu batas-batas kekuatan Anda karena lansia memang tidak sekuat, sesehat, dan sebugar ketika masih muda.

Tetaplah aktif secara fisik dan intelektual. Kalau belum pensiun Anda nyaris tidak mempunyai waktu untuk terlibat kegiatan sosial, lakukanlah sekarang. Arisan RT/RW, aktif di lingkungan agama, menjadi anggota klub olahraga, anggota pengajian atau gereja, atau ikut kursus hobi, dan sebagainya. Banyak yang bisa Anda lakukan untuk membuat diri Anda bermanfaat bagi orang lain tidak hanya bagi keluarga. Dengan tetap aktif, maka Anda akan berusaha selalu tampil modis, tidak kumuh. Anda pun tidak akan menjadi pikun karena otak Anda terus terpakai.

Anda bisa memulai suatu bisnis yang selama ini Anda cita-citakan tetapi tidak sempat Anda geluti. Membuka restoran atau gerai kue, menggeluti bidang fashion, membuka toko jual beli barang bekas berkualitas / bermerek dan lainnya yang memperluas hobi dan menjadikan hobi menjadi bisnis. Jika Anda senang menulis tapi dulu tidak mempunyai waktu, kinilah saatnya. Tulis komentar-komentar di koran, ciptakan cerpen atau novel, dan sebagainya.

Semua itu akan membuat Anda tidak sempat depresi malah akan menggembirakan karena Anda tidak ‘pasang target’. Anda tidak dikejar-kejar deadline, Anda tidak akan dimarahi majikan karena Anda adalah majikan diri sendiri. Tetapi, harap menyadari bahwa Anda tetap harus memperhatikan pola hidup sehat. Apakah itu?

* Lakukan pola makan sehat, pelajari bahan makanan dan pilihan menu sesuai dengan kondisi Anda yang sudah lansia. Minum suplemen-suplemen yang dibutuhkan wanita usia lansia. Dan yang sering terlupakan adalah jangan lupa banyak minum. Ini penting karena di usia lanjut ambang haus lansia tidak terasa, tahu-tahu sudah terjadi gangguan ginjal atau kandung kemih. Kurang minum juga bisa mengganggu kondisi kimia darah dan tekanan darah.

* Lakukan olahraga teratur dan terukur. Minimal tiga kali dalam seminggu dengan intensitas yang disesuaikan dengan usia dan kondisi tubuh Anda.

* Jangan biarkan otak Anda menganggur. Tetaplah banyak membaca dan mengikuti kejadian-kejadian di masyarakat, berdiskusi dengan pasangan dan anak-anak tentang berbagai masalah sosial dan politik, dan sebagainya.

* Berkebun, mendengarkan musik, menonton film di TV merupakan beberapa hal yang membuat Anda rileks, selain meditasi atau relaksasi (kalau Anda terbiasa melakukannya).

* Pelajari penyakit-penyakit yang berpotensi menyerang lansia, seperti jantung, diabetes, hipertensi, kolesterol, osteoporosis, rematik, kanker payudara, pencernaan, dan lainnya. Kemudian lakukan cara-cara meningkatkan daya tahan tubuh agar Anda terhindar dari penyakit-penyakit tersebut.

* Sekali-sekali bisa saja Anda merasa sedih atau depresi tanpa alasan yang jelas. Ini memang merupakan salah satu gejala sindrom menopause. Jangan biarkan diri / perasaan Anda larut dalam kesedihan atau depresi. Segera aktif (fisik atau mental), lakukan sesuatu.

* Masalah-masalah akan selalu datang dalam hidup kita. Kemungkinan kita ditipu atau dizalimi. Uraikan masalah itu, selesaikan face to face. Kalau tidak mungkin, biarkan berlalu, jangan membenci atau mendendam. Percayalah kepada Allah yang Mahakuasa dan Mahaadil akan memberikan hukuman, tidak perlu kita yang melakukannya. Dengan memaafkan mereka yang menzalimi atau menyusahkan kita dan menyerahkannya kepada Yang Mahakuasa, maka hidup kita akan tenang, terbebas dari rasa ingin membalas atau membenci. Pola mental dan emosional kita sehat.

Nah, mari kita tanamkan optimisme di hati kita sehingga bawah sadar kita akan tetap memberi semangat kepada kita untuk tetap aktif fisik dan mental sampai ajal menjemput. Dengan tetap menjaga kesehatan dan tetap beraktivitas, Anda dapat mempertahankan daya tarik Anda lewat sikap dan penampilan diri.

Persyaratan Olahraga Khusus bagi Wanita Menopause | Testi

This entry was posted in Menopause. Bookmark the permalink.