Makanan yang Menimbulkan Alergi pada Pasien

Makanan dapat menimbulkan gejala fisik yang mengganggu dengan dua cara. Kategori pertama adalah yang kita sebut hipersensitivitas makanan. Reaksi ini terjadi saat sistem imun Anda bereaksi tidak normal terhadap protein yang terdapat pada makanan tertentu. Reaksi imunologi ini mungkin disebabkan oleh antibodi IgE, yang disebut alergi makanan, atau berkaitan dengan mekanisme yang tidak melibatkan IgE. Pasien alergi makanan yang disebabkan antibodi IgE sering mengalami gejala saluran cerna (mual, muntah, diare, dan kram perut), reaksi kulit (urtikaria dan eksim), dan reaksi sistemik menyeluruh yang disebut “anafilaksis” (pembengkakan tenggorok, mengi, dan turunnya tekanan darah). Hipersensitivitas makanan yang tidak berkaitan dengan antibodi IgE meliputi sejumlah gangguan yang relatif jarang, seperti enterokolitis (radang usus besar) yang diinduksi oleh makanan dan penyakit seliak (reaksi imun terhadapt gluten).

Kategori reaksi kedua yang banyak disebut adalah reaksi intoleransi makanan. Respon yang merugikan terhadap makanan ini relatif lazim dan tidak berkaitan dengan berbagai mekanisme imunologi. Sebuah contoh yang bagus adalah intoleransi laktosa.

Kacang tanah , kacang kedelai, kacang pohon, telur, susu sapi, gandum, kerang, dan ikan adalah makanan alergenik yang paling sering dilaporkan. Alergi terhadap kacang tanah, kacang kedelai, kacang pohon, telur, susu atau gandum sering terjadi dini dalam beberapa tahun pertama kehidupan, sedangkan hipersensitivitas terhadap kerang atau ikan lebih sering terjadi pada usia dewasa. Alergi terhadap susu atau telur sering hilang antara usia 3 sampai 5 tahun, sedangkan alergi terhadap kacang tanah, kacang pohon, kerang, atau ikan sering berlanjut seumur hidup pasien.

Sebagian besar reaksi terhadap susu, terutama reaksi susu yang terjadi pada saluran cerna, pada dasarnya bukanlah alergi. Reaksi merugikan yang paling lazim terhadap susu, umumnya berawal pada sekitar usia 7 atau 8 tahun, adalah intoleransi laktosa. Gejala intoleransi laktosa, yang mencukup kram perut, kembung, mual dan diare, terjadi 30 menit sampai 2 jam setelah mengkonsumsi produk susu. Intoleransi laktosa disebabkan oleh ketakmampuan untuk mencerna sejumlah laktosa, yang merupakan gula terbanyak ditemukan di dalam usus. Intoleransi laktosa disebabkan kekurangan enzim laktase, yang diproduksi oleh sel dalam usus halus. Beberapa orang yang defisiensi laktase tidak memiliki gejala intoleransi laktosa kecuali jika mereka makan produk makanan mengandung susu dalam jumlah yang amat besar.

Pasien yang mengalami intoleransi laktosa pada awal kehidupan dianggap mengidap defisiensi laktase “primer”. Pasien usia lanjut dengan penyakit saluran cerna kronis seperti kolitis ulserativa,mungki mengalami intoleransi laktosa juga. Pasien-pasien ini dianggap mengidap defisiensi laktase “sekunder”.

Sampai 15% dari semua penduduk Amerika mengidap intoleransi laktosa, sementara angka tersebut meningkat sampai 80% pada ras Afrika-Amerika, 80% pada ras Amerika asli, dan 90% pada Asia-Amerika. Bayi-bayi prematur juga mungkin menderita intoleransi laktosa, karena enzim laktase tidak meningkat sampai ke kadar maksimal sampai trimester terakhir kehamilan.

Intoleransi laktosa sulit didiagnosis hanya berdasarkan gejala, dan langkah pertama yang sering dilakukan oleh dokter adalah menghilangkan semua produk susu berbasis sapi dari menu makanan untuk melihat apakah gejalanya menghilang. Tes diagnostik yang paling umum digunakan untuk memastikan kasus intoleransi laktosa adalah uji pernapasan hidrogen yang diinstruksikan oleh dokter pada kasus yang membingungkan.

Tidak ada obat atau terapi lain yang meningkatkan jumlah enzim laktase dalam usus halus. Namun, gejala usus halus dapat dicegah melalui diet khusus. Sebagian besar orang dengan intoleransi laktosa tidak harus menghindari laktosa sepenuhnya, tetapi masing-masing orang berbeda dalam hal jumlah dan tipe makanan mengandung susu yang mereka dapat konsumsi. Misal, orang yang satu mungkin mengalami gejala setelah minum beberapa teguk susu, sedangkan yang lain dapat minum satugelas tetapi tidak dua gelas. Makanan tertentu dapat ditoleransi dengan lebih baik daripada yang lain: yogurt ditoleransi dengan lebih baik daripada keju, dan keju lebih baik daripada susu murni. Untuk orang-orang dengan intoleransi laktosa yang mengalami masalah pembatasan masukan makanan mengandung susu, enzim laktase dapat diberikan dalam bentuk pil atau cairan tambahan, yang membuat laktosa lebih mudah dicerna. Susu rendah laktosa dan produk lain juga tersedia di hampir semua supermarket.

Hubungan Pindah ke Daerah Lain dan Suasana Hati serta Tingkat Energi dengan Alergi pada Hidung | Zat Tambahan pada Makanan Terhadap Reaksi Alergi

This entry was posted in Alergi. Bookmark the permalink.