Manfaat IVIg Bagi Pasien Lupus dengan Kondisi Sistem Imun Lemah

Adalah normal jika sistem imun memproduksi beberapa jenis antibodi untuk melawan infeksi. Antibodi-antibodi tersebut juga disebut imuno globulin. IVIg adalah singkatan dari intravenous immune globulin, yang artinya dosis tinggi dari antibodi yang diberikan melalui vena dengan cara suntik. Ada beberapa peran dari antibodi-antibodi tersebut. Pertama, mereka dapat memproteksi tubuh terhadap infeksi. Kadangkala pasien lupus mempunyai terlalu banyak antibodi-antibodi tersebut (disebut auto-antibodies). Antibodi-antibodi ini bekerja sama dengan sistem imun dapat menimbulkan radang. Namun diprediksi bahwa IVIg dapat memunculkan antibodi-antibodi yang dapat “menenangkan” sistem imun yang menyebabkan terlalu banyak inflamasi dalam situasi tertentu.

IVIg biasanya digunakan oleh pasien dengan manifestasi tipe lupus tertentu, terutama yang tidak merespons pengobatan awal. IVIg juga dipakai pada pasien yang masih membutuhkan obat-obat immunsuppressive padahal dia sudah minum terlalu banyak obat tersebut.

IVIg tidak digunakan secara rutin berupa pengobatan terus-menerus pada lupus. Meskipun pengobatan dengan IVIg dipercaya sangat efektif, namun obat tersebut sangat terbatas dan harganya mahal.

Efek Samping dari Pemakaian Obat-obat Steroid

Dosis tinggi dari minum obat-obat steroid pada penderita lupus dapat menimbulkan efek samping yang signifikan. Efek samping tersebut antara lain bertambahnya berat badan (tampak terutama pada pipi dan punggung bagian atas), jerawat, rambut rontok sehingga tampak tipis, pertumbuhan rmabut-rambut halus di wajah (terutama di dagu dan diatas mulut), suasana hati yang tidak stabil, sulit berkonsentrasi. Dokter juga akan mengindikasikan bahwa tekanan darah Anda meningkat, kadar gula darah dan kolesterol juga meningkat.

Perawatan Lupus Tanpa Obat (Non-Mediacation)

SLE adalah penyakit autoimun yang sangat potensial merusak setiap sistem tubuh. Dan penyebabnya belum diketahui dengan pasti. Namun dalam tahun-tahun terakhir ini, banyak pasien lupus yang mampu bertahan hidup normal, terutama jika penyakitnya diketahui secara dini, dan berhasil mempertahankan kondisi remisi selama mungkin. Kerja sama yang baik antara pasien, keluarga dan dokter yang merawatnya biasanya mampu mengatasi setiap masalah yang muncul sehubungan dengan penyakitnya.

Berikut ini beberapa tip perawatan nonmedis yang dianjurkan dokter.

* Banyak istirahat dan usahakan tidur yang bermutu. Kenali tanda-tanda menjelang flare dan usahakan mengantisipasinya dengan cara mengurangi atau memodifikasi aktivitas.

* Minimalkan stres dengan cara mendelegasikan beberapa pekerjaan kepada bawahan atau teman sejawat (di kantor). Atau minta bantuan anggota keluarga atau suami/istri untuk mengerjakan/ meringankan tugas rumahtangga sehari-hari. Dengan demikian, penyakit dapat terkontrol.

* Hindari kondisi yang bisa memunculkan gejala, misalnya sinar matahari, terlalu lelah, pemakaian obat-obat tertentu, dan lain-lain.

* Waspadai munculnya gejala lupus, segera laporkan ke dokter.

Apakah Kanker Lazim Pada Penderita Lupus? | Apakah Wanita dengan Lupus Boleh Hamil?

This entry was posted in Lupus. Bookmark the permalink.