Memperbaiki Situasi akibat Efek Negatif Migrain Terhadap Hubungan

Satu dari sebagian besar efek yang paling membuat tertekan dari sakit kepala migrain adalah efeknya terhadap keluarga dan kehidupan perkawinan. Migrain secara potensial mempengaruhi setiap aspek dari kehidupan keluarga, menyebabkan perubahan yang mendalam dalam lingkungan emosional dan sosial kehidupan perkawinan dan keluarga. Migrain yang seringkali terjadi dapat mengubah kemampuan Anda menjalankan peran sebagai ibu, ayah, saudara laki-laki, saudara perempuan, atau pasangan dari biasanya. Acara keluarga dengan anak-anak atau hubungan sosial yang penting dengan pasangan Anda mungkin dibatalkan terkait dengan episode migrain yang intens. Sekali lagi, Anda mungkin merasa Anda telah merusak kesempatan lain untuk keluarga atau untuk Anda dan pasangan Anda untuk memiliki waktu berkualitas. Hal ini dapat tampak sebagai rasa bersalah, juga sedih kecewa atau marah yang kemudian akan berkontribusi meningkatkan intensitas sakit kepala. Hal ini dapat membuat Anda merasa takut secara fisik dan emosi. Meskipun pengalaman ini membuat tertekan, dengan berbagai konflik atau masalah dalam hubungan, migrain juga dapat meningkatkan kesempatan untuk hubungan yang lebih kuat dengan orang-orang terpenting dalam hidup Anda. Mempertahankan kehidupan perkawinan atau keluarga yang sehat dalam menghadapi migrain adalah tantangan, namun ada cara efektif dalam mengidentifikasi masalah-masalah itu dan mencari cara untuk memperbaikinya.

Karena dampak dari migrain seringkali mengganggu rutinitas keluarga atau perkawinan, migrain juga seringkali menjadi pusat dari berbagai konflik. Jika konflik itu terus berlanjut tanpa pemahaman masing-masing pihak dan komunikasi langsung dan jujur, maka akan dapat menjadi perusak bagi bahtera perkawinan atau keluarga. Terkadang, orang yang berada dalam keluarga mengalami rasa sedih, kehilangan, marah, menyalahkan, frustasi atau bersalah karena hilangnya kesempatan dan tertekan saat tinggal dengan penyakit kronis. Seringkali anggota keluarga menyimpan emosi ini sendiri, sehingga emosi sulit itu kemudian menjadi intensif, yang dapat berkontribusi menjadi rasa benci. Berikut ini adalah beberapa langkh yang membantu Anda dan keluarga mengatasi dengan cara yang lebih baik :

* Didik anggota keluarga, pasangan, dan rekan. Jangan anggap mereka mengerti apa yang sedang Anda hadapi. Keluarga Anda mungkin merasa bingung dan tidak yakin apa yang harus dilakukan ketika Anda mengalami migrain. Usaha mereka untuk menolong mungkin justru dapat mengganggu Anda. Rasa sakit adalah sesuatu yang sangat pribadi dan pengalaman subjektif. Ketika Anda tidak mengalami migrain, duduk bersama dengan pasangan, anak-anak atau anggota keluarga dan beritahu mereka apa yang Anda alami ketika migrain menyerang. Beri mereka bahan bacaan yang mungkin dapat membantu. Mereka dapat membaca sendiri dan akan mendapatkan pemikiran lebih baik mengenai naik turun fisik dan emosi yang kadang terjadi pada kehidupan penderita migrain. Informasikan pada mereka bahwa migrain adalah penyakit media dan neurologis yang resmi. Sangat penting untuk sabar, langsung dan jujur. Hati-hati untuk tidak tampak menghakimi atau marah ketika mereka tidak mengerti. Berhubungan dengan migrain Anda bisa menjadi sangat membingungkan dan situasi yang sulit untuk mereka, sebagaimana juga bagi Anda.

* Pisahkan masalah migrain dengan masalah keluarga lainnya. Sangat penting untuk tidak membiarkan masalah keluarga, hubungan atau komunikasi mejadi “topeng” terhadap masalah-masalah yang terkait dengan migrain Anda. Jika ada konflik terkait dengan seberapa banyak waktu yang Anda habiskan bersama dengan keluarga, masalah financial atau tanggung jawab orangtua, misalnya, sangat penting untuk tidak terperangkap dengan menyalahkan migrain untuk masalah tersebut, padahal sebenarnya hal itu sudah menjadi masalah sebelumnya. Jangan biarkan diri Anda atau anggota keluarga menggunakan migrain sebagai alasan dari konflik yang tak berhubungan.

* Jangan biarkan migrain menjadi identitas Anda. Mengalami migrain jelas sebagai sesuatu yang Anda alami, namun, sangat penting untuk memahami rasa sakit akibat migrain bukanlah diri Anda. Apa yang dimaksudkan oleh kami dengan hal ini? Seringkali orang dengan kondisi penyakit kronis atau sakit kepala mulai merasakan sakit sebagai bagian atau seluruhnya diri mereka. Coba untuk berpikir bahwa rasa sakit adalah sesuatu yang akan Anda lalui, hanya sementara. Hal itu akan berlalu pada akhirnya. Anda dan rasa sakit Anda adalah sesuatu yang terpisah. Jika Anda mulai berpikir bahwa sakit adalah aspek permanen dari kepribadian Anda, maka hal itu akan sulit diatasi. Ingat, Anda bukanlah rasa sakit Anda. Anda mungkin menderita, tapi penderitaan itu bukalah Anda.

Jadi jika Anda mulai melihat diri Anda sebagai identitas atau peran sebagai penderita migrain, ingat bahwa identitas lain seperti ayah, ibu, suami, istri dan sebagainya adalah peran utama Anda dalam kehidupan. Ketika Anda tidak terserang migrain atau pada hari ketika Anda berperan lebih baik, lakukan terbaik dan nikmati peran-peran tersebut. Anggota keluarga akan cenderung berhubungan dengan Anda lebih baik saat Anda menderita migrain, jika mereka melihat Anda terhubungan dengan penting dalam aktivitas keluarga saat Anda merasa lebih baik. Jangan biarkan semua percakapan keluarga berpusat pada migrain Anda.

Mengatasi Migrain dengan Lebih Baik | Menipu Melalui Migrain

This entry was posted in Migrain. Bookmark the permalink.