Mencegah Komplikasi yang Disebabkan Trombofilia

Menurut dr. Chatarina Suharti komplikasi dapat dicegah jika trombofilia terdeteksi sejak dini. Menurutnya, resiko trombofilia paling besar dialami oleh pasien operasi ortopedi, sebab operasi tersebut memungkinkan terjadinya kerusakan pada dinding pembuluh vena (pembuluh darah balik) yang memicu pembekuan darah. Pasien ortopedi biasanya sudah berusia lanjut sehingga para pasien lansia ini rentan mengalami trombofilia.

Pada kurun waktu pasca operasi ortopedi biasanya pasien dalam keadaan istirahat, tidak banyak bergerak, sedangkan trombosis dapat terjadi jika pasien dalam kondisi imobilitas lebih dari tiga hari. Kondisi kurang gerak juga bisa dialami oleh pegawai kantoran yang sepanjang hari duduk (kurang lebih selama 7 jam duduk di depan komputer) tanpa mengubah posisi, atau mereka yang sedang melakukan perjalanan lama (lebih dari 6 jam)

Untuk mencegah komplikasi, dokter akan memberikan obat bersifat trombosit. Antitrombosit yang paling banyak digunakan dan paling terjangkau harganya adalah aspirin. namun aspirin sering kali berefek iritasi lambung bagi meraka yang peka sehingga kemungkinan dokter akan memberikan obat yang lebih aman misalnya clopidogrel. Obat lainnya adalah warfarin yaitu obat antikoagulan yang bekerja pada plasma darah.

Meskipun menurut Dr. Aru W. Sudoyo, MD, PhD, spesialis Hematologo-Onkologi daari Fakultas Kedokteran  Universitas Indonesia, darah kental yang disebabkan faktor keturunan tidak banyak, hanya menimpa sedikit saja dari populasi penduduk indonesia, dan belum ada data yang akurat, namun hampir setiap hari selalu ada pasien baru yang didiagnosis menderita darah kental di Hematologi RSCM dan Medistra tempat Dr. Aru praktik.

Menurut Dr. Chatarina Suharti, trombofilia dideteksi terjadi perubahan pada faktor genetik, yaitu adanya mutasi faktor V di posisi 506 (R 506 Q) atau yang disebut faktor V-leiden (V-L). Mutasi ini meningkatkan risiko pembekuan darah.

Menurut dr. Catharina Suharti, jika salah satu orang tua memiliki kecenderungan darah mudah mengental, maka peluang anak dengan darah mudah mengental adalah 50%, sedangkan peluang anak yang sehat juga 50%.

Obat-obatan tersebut gunanya adalah untuk menjaga agar darah tidak mengental. Dan pengentalan darah yang diderita oleh pasien trombofilia adalah disebabkan faktor genetik atau faktor-faktor lain yang tidak diketahui persisnya. Tanpa obat-obatan tersebut, darah akan mengental. Karena itu pasien trombofilia harus minum obat. Meminjam kata-kata dr. Chatarina Suharti, “Saya tidak pernah bisa menjawab jika ditanya sampai kapan pasien trombofilia harus minum obat. Paling saya jawab, obatnya anggap vitamin saja”. Alias harus diminum seumur hidup.

Trombofilia | Darah Kental pada Kehamilan

This entry was posted in Sindrom Darah Kental. Bookmark the permalink.