Mencegah SLE

Tidak ada sistem pencegahan SLE atau lupus, karena penyebabnya tidak diketahui. Yang bisa dianjurkan adalah menjalani hidup sehat dengan pola makan sehat (banyak konsumsi sayur dan buah), olahraga teratur, dan hindari hal-hal yang tidak baik, misalnya rokok, minuman keras, begadang dan lain-lain. Dengan demikian sistem pertahanan tubuh kuat dan tidak mudah diserang penyakit. Jika Anda penyandang lupus yang disebabkan faktor genetik, maka dengan hidup sehat, lupus akan tiarap masuk dalam periode remisi (remission), tidak memunculkan gejala-gejala.

Pemeriksaan Penunjang pada SLE

Ada, yaitu :

* CBC (complete blood count), mengukur jumlah sel darah, maka terdapat anemia, leukopenia, trombositopenia.
* ESR (erythrocyte sediment rate), pada lupus ESR akan lebih cepat daripada normal.
* Fungsi hati dan ginjal.
* Urine analisis, mengukur urine : kadar protein dan sel darah merah.
* X-ray dada.
* Tes sifilis, false positive bila indikasi antibodi antifosfolipid.
* ANA (antibodi antinuklir), pola fluoresensi nucleus menunjukkan jenis antibodi yang terdapat dalam serum pasien dan dikenal dengan adanya 4 pola dasar :
– persamaan homogen atau difus biasanya mencerminkan antibodi terhadap kromatin, histon, dan DNA rantai ganda.
– pola pewarnaan melingkar atau perifer paling sering menunjukkan adanya antibodi terhadap DNA untai ganda.
– pola bercak adalah pola yang paling umum dan menunjukkan adanya bercak yang berukuran seragam atau berbeda-beda. Pola ini menggambarkan adanya antibodi terhadap unsur nukleus non-DNA : antigen Sm, RNP (ribonukleiprotein) serta antigen SSA dan SSb.
– pola nukleolar yang menggambarkan adanya sedikit bintik-bintik flurensensi yang terputus-putus di dalam nucleus yang memperlihatkan antibodi. Paling sering pada sclerosis sistemik.

Gejala SLE yang Telah Berhasil Disinyalir | Pengobatan SLE

This entry was posted in Lupus. Bookmark the permalink.