Mengi pada Anak

Anak perempuan berusia 7 tahun memiliki mengi, mungkin tidak menandakan bahwa ia menderita asma, tapi asma sangat mungkin. Penyakit mengi berulang di usia sekolah anak-anak laki-laki dan perempuan – hampir selalu disebabkan oleh asma. Kemungkinan asma bahkan lebih besar ketika batuk disertai mengi. Adanya riwayat asma dan alergi dalam keluarga merupakan faktor risiko yang penting untuk pengembangan asma. Tidak semua anak yang memiliki mengi, bagaimanapun, menderita asma. Evaluasi kedokteran terhadap seorang anak dengan mengi harus mencakup pertimbangan kemungkinan penyebab lain mengi dalam menegakkan diagnosis. Daftar kemungkinan seperti ini disebut diagnosis diferensial. Penyebab mengi pada anak-anak mencakup kelainan bawaan, seperti jaring trakea, berbagai jenis infeksi, tumor, kondisi jantung, dan penyakit lain, seperti sistik fibrosis.

Penyebab Mengi pada Anak-anak

Mengi merupakan gejala utama asma dan anak-anak dengan episode mengi berulang kemungkinan menderita asma. Tidak semua anak-anak dengan mengi menderita asma.

Kondisi selain asma yang dapat menyebabkan mengi pada anak-anak termasuk :
* Kelainan Anatomi
– Displasia bronkopulmoner
– Hipertrofi tonsil atau adenoid
– Diskinesia siliari primer
– Retrognatia (Sindrom Pierre-Robin)
– Stenosis trakea
– Trakeo – bronkomalasia
– Cincin vascular
* Kardiomegali (pembesaran jantung)
* Sistik fibrosis
* Aspirasi benda asing
* Refluks gastroesofageal (GERD)
* Infeksi paru, epiglottis, dan area tonsil
– Bronkiolitis
– Bronkitis
– Epiglotis
– Abes peritonsiler
– Trakeitis (bakteri)
* Tumor
* Sindrom disfungsi pita suara (VCD)

Asma sering kurang terdiagnosis atau tidak terdiagnosis pada anak-anak. Seperti orang tua manapun tahu, bahwa anak-anak sering mendapat pilek setiap tahun, terutama ketika sekolah sedang berlangsung. Beberapa anak dengan asma yang tidak terdiagnosis, telah diduga keliru memiliki infeksi paru berulang ketika mereka sebenarnya menderita asma. Hal ini penting bagi dokter untuk membedakan asma dari episode berulang bronkitis dan infeksi, seperti pneumonia. Jangan menganggap bahwa anak Anda sedang mengalami “musim dingin yang buruk” jika ia tampak mendapatkan pilek dada berturut-turut, ia mungkin telah menderita asma. Jika demikian, pastikan bahwa ia mendapatkan perawatan medis yang sesuai untuk menegakkan perawatan medis yang sesuai untuk menegakkan diagnosis yang akuran dan menerima pengobatan yang tepat.

Diagnosis Asma pada Anak

Diagnosis asma pada seorang anak lebih mungkin bila terdapat gejala yang menyakinkan. Diagnosis asma mungkin sedikit lebih sulit pada anak dengan gejala yang tidak khas.

Gejala penting untuk dilaporkan dan direview dengan dokter anak Anda mencakup :
* Adanya mengi termasuk dalam bentuk pola apa saja dan identifikasi dari penyebab tertentu yang jelas mempercepat.
* Adanya batuk dan bersifat alamiah (seperti basah, kering dan/atau produktif), kondisi yang muncul yang menyebabkan gejala ini, seperti pajanan terhadap lingkungan tertentu (contoh, hewan peliharaan, saat berada dalam restaurant yang penuh dengan asap rokok, atau berada di sekitar bau parfum yang kuat) pada musim tertentu di tahun itu (contoh, di musim semi).
* Sensasi napas yang abnormal atau rasa tak nayman, dalam istilah medis disebut dispnea.
* Terjadi episode dada terasa sesak atau tertekan.
* Penurunan toleransi terhadap latihan, di mana terbatasnya partisipasi dalam latihan dan olahraga.
* Gejala paru pada malam hari seperti batuk, mengi, dan/atau dada terasa sesak yang membangunkan anak Anda dari tidurnya.
* “Pilek” yang tidak hilang-hilang yang “selalu ke paru” lebih dari 10 hari yang lalu.

Sebagai tambahan dalam mengevaluasi gejala asma anak Anda, dokter akan mempertimbangkan data tambahan yaitu :
* Riwayat kesehatan yang lalu dan riwayat keluarga: riwayat asma, alergi pribadi atau keluarga atau kondisi seperti eksema dan hay fever.
* Hasil tes khusus seperti :
– Tes fungsi paru (PFT) dan FEV1
– Pemantauan arus puncak ekspirasi (PEF)
– Sinar-X dada (kadang-kadang mungkin diperlukan)
– Tes alergi, baik langsung (tes cucuk kulit atau tes kulit intradermal) atau tidak langsung dengan tes darah (RAST/ImmunoCAP).

Asma pada Anak-anak | Apakah Produk Susu Menyebabkan Peningkatan Mukus pada Orang yang Memiliki Asma, Khususnya Anak-anak?

This entry was posted in Asma. Bookmark the permalink.