Mengukur Sendiri Tekanan Darah (Bagian 1)

Memeriksa Tekanan Darah Itu Mudah

Memeriksa tekanan darah sebenarnya sangat mudah dilakukan, bahkan lebih mudah daripada mendengarkan musik dari MP3 player. Selama ini ketrampilan memeriksa tekanan darah seolah menjadi monopoli beberapa kelompok tertentu saja. Coba saja bila Anda datang ke suatu klinik untuk meminta tolong memeriksakan tekanan darah Anda, maka kebanyakan pihak klinik akan meminta uang jasa. Bila Anda dapat memeriksa sendiri tekanan darah Anda, tentu Anda dapat berhemat dan lebih dari itu Anda juga dapat menolong memeriksakan tensi bagi seluruh anggota keluarga dan teman-teman Anda.

Sekarang Anda dapat memeriksa sendiri tekanan darah Anda atau anggota keluarga Anda. Kami akan menjelaskan bagaimana cara mengukur tekanan darah tahap demi tahap. Alat yang kita butuhkan untuk memeriksa tekanan darah adalah manset tensimeter (sphygmomanometer) dan stetoskop, kedua alat ini dapat kita peroleh di toko alat kesehatan dengan harga relatif murah. Sphygmomanometer ada yang model Air Raksa dan bukan Air Raksa (model jarum dan digital), anda dapat memilih yang mana saja sesuai selera dan kondisi keuangan, semuanya dapat dipakai dengan cukup presisi / akurat.

A. Tahapan Pemeriksaan Tekanan Darah

Beberapa hal yang perlu diketahui sebagai tahapan pemeriksaan tekanan darah ialah :

Lilitkan manset tensimeter pada lengan atas (kiri atau kanan) di atas siku. Manset dililitkan pada bagian ini karena di sana terdapat pembuluh darah arteri yang berasal langsung dari jantung. Pembuluh ini terletak dekat di bawah kulit, disebut juga Arteri Brachialis.

* Upayakan tensimeter diletakkan setinggi / sejajar jantung baik dalam posisi tidur maupun duduk / berdiri. Tangan yang diperiksa dalam keadaan rileks.
* Tutuplah katup pengatur udara pada pompa karet manset tensimeter dengan cara memutar kekanan sampai habis.
* Stetoskop dipasang pada telinga Anda, bagian yang pipih ditempelkan pada bagian dalam lipatan siku di sebelah bawah lilitan manset.
* Pompalah udara ke dalam manset dengan cara meremas pompa karet berulang-ulang sampai tekanan menunjukkan / mencapai 140 mmHg. Tekanan 140 mmHg ini atas dasar 20 mmHg di atas tekanan sistol yang diperkirakan pada orang dewasa normal (tidak menderita hipertensi) yaitu 120 mmHg. Bila yang diperiksa adalah penderita hipertensi, maka naikkan lagi 20 mmHg dan seterusnya secara bertahap.
* Manset yang dipompa menyebabkan tekanannya meningkat dan menekan Arteri Brachialis sehingga aliran darah berhenti mengalir.
* Buka kembali katup pengatur udara dengan cara memutar ke kiri sedikit dengan penuh perasaan agar udara dari manset keluar sedikit demi sedikit sehingga aliran darah arteri Brachialis mengalir kembali. Dengar dan awasi suara yang timbul ketika katup manset dibuka, akan terdengar suara duk-duk-duk.
* Suara duk-duk-duk yang pertama kali Anda dengar disebut juga suara Korotkof, penunjuk tekanan sistol.

B. Menentukan Tekanan Sistole dan Diastolenya

* Perhatikan ketika Anda memompa manset sampai suatu nilai tekanan (misal 140 mmHg) kemudian ketika udara dikeluarkan sedikit demi sedikit, maka tekanan manset berkurang. Mendadak akan terdengar suara yang jelas, pendek-pendek, bersifat ketukan (tapping) yang makin lama semakin keras, suara ini dinamakan suara Korotkoff. Suara ini terdengar selama tekanan manset diturunkan 10 – 14 mmHg.
* Suara berubah menjadi bising (murmur) dan kerasnya berkurang selama penurunan tekanan 15-20 mmHg.
* Suara menjadi jelas kembali dan lebih keras selama penurunan 5-7 mmHg berikutnya.
* Suara menjadi redup dan lemah dengan cepat selama penurunan 5-6 mmHg berikutnya.
* Suara mulai menghilang.

Ingat dan catat suara yang pertama kali terdengar (fase I) terjadi pada tekanan berapa? Itulah tekanan sistol. Suara yang menghilang (fase V) berkorelasi dengan tekanan diastol pada orang dewasa. Tekanan diastol pada anak-anak terjadi pada fase IV. Juga pada waktu kerja fisik pada orang dewasa, tekanan diastol terjadi pada awal fase IV.

Tekanan darah kita sepanjang hari tidaklah tetap, melainkan bervariasi tergantung aktivitas, makanan dan tingkat stres yang kita alami. Untuk penderita hipertensi, adalah penting untuk memantau tekanan darahnya secara teratur di rumah, agar bisa dicegah munculnya komplikasi yang serius. Hipertensi adalah kondisi dimana tekanan darah 140/90 mmHg untuk pria maupun wanita pada segala usia. Khusus untuk penderita diabetes, tekanan darah 130/80 mm Hg sudah dikategorikan sebagai hipertensi.

Secara umum tekanan darah di pagi hari lebih tinggi dibandingkan malam hari. Hal ini terjadi karena sebagian besar aktivitas kita dilakukan mulai pagi hingga sore hari. Dampaknya bagi penderita hipertensi adalah komplikasi serangan jantung atau stroke lebih sering terjadi pada pagi hari, sehingga muncul istilah populer bahwa saat yang paling kritis bagi pasien hipertensi adalah menjelang pagi hari. Dengan alasan ini pula banyak obat hipertensi yang dianjurkan di minum malam hari. Tujuannya adalah agar obat tersebut sudah efektif bekerja mencegah tekanan darah naik di pagi hari ketika penderitanya bangun tidur.

Penderita hipertensi sangat dianjurkan untuk mengukur tekanan darah di rumah 2 kali sehari, yaitu pada pagi dan malam hari pada jam yang sama, agar diketahui pola tekanan darahnya dalam sehari. Namun jika terlalu sibuk, maka bisa dipilih pengukuran pada malam hari saja. Jika hasil pengukuran di malam hari menunjukkan angka yang tinggi, maka dapat diprediksi bahwa tekanan darah di pagi hari berikutnya akan lebih tinggi lagi.

Meningkatnya kesadaran masyarakat tentang bahaya tekanan darah tinggi telah diantispasi oleh para produsen tensimeter. Dan sejalan dengan anjuran untuk lebih sering mengukur tekanan darah sendiri di rumah, kini telah tersedia beragam tensimeter digital di pasaran, yang akurat dan mudah dalam penggunaannya. Untuk mendapatkan hasil pengukuran yang akurat, sehingga anda tidak perlu khawatir angkanya jauh berbeda dengan hasil pengukuran di tempat praktek dokter.

Cara Menakar Denyut Jantung

This entry was posted in Penyakit Jantung. Bookmark the permalink.