Menipu Melalui Migrain

Seringkali kita mendengar bahwa penderita migrain juga orang-orang yang berhadapan dengan kondisi penyakit kronis khawatir bahwa anggota keluarga, teman dan rekan mungkin berpikir mereka mengeluhkan migrain untuk mangkir dari pekerjaan, menarik perhatian atau memanfaatkan dalam cara apapun. Mungkin seorang anggota keluarga atau seseorang telah menuduh Anda selama perdebatan.

Meskipun Anda tidak pernah bermimpi mengalami migrain untuk memperoleh sesuatu dari orang lain, sangat penting untuk memahami bagaimana sakit akibat migrain terkadang dapat menyebabkan perilaku sulit sebagai bagian dari penderita migrain. Meskipun seseorang tidak dapat membayangkan mendapatkan sesuatu yang baik dari sakit akibat migrain, nyatanya mungkin bahwa mereka memperoleh manfaat selama masa kesakitan. Pada saat episode migrain yang berat, Anda mungkin mengetahui bahwa orang lain membantu mengambil ahli tanggung jawab Anda sementara atau Anda diperbolehkan tidak hadir dari peran atau acara keluarga. Mungkin Anda “diperbolehkan” untuk beristirahat sementara yang lain harus menggantikan Anda. Sementara tidak menyarankan Anda sadar bermaksud untuk mendapatkan rasa sakit untuk alasan ini, sangat penting untuk menyadari jika Anda menerima beberapa manfaat ketika Anda merasa sakit. Pemeriksaan yang jujur bagaimana migrain memberi dampak bagi diri Anda dan orang lain juga penting. Hal ini mungkin membutuhkan percakapan yang jujur antara Anda dan anggota keluarga atau pasangan.

Psikolog terkadang mengacu pada manfaat yang diterima saat gangguan sebagai keuntungan sekunder. Sementara Anda mungkin tidak menyadari mencari keuntungan tersebut, sangat penting mengetahui bahwa hal ini dapat dan seringkali terjadi. Ini bukanlah alasan untuk menyalahkan atau membangkitkan rasa bersalah pada pasien, namun hal ini memberikan kesempatan untuk menentukan apakah penderita migrain sudah “belajar” bahwa dia mungkin menerima beberapa keuntungan ketika sakit. Jika hal ini tidak ditangani, risiko bahwa perilaku ini dapat membangkitkan sebuah pola di mana seseorang mendapatkan tindakan tertentu dari orang lain melalui rasa sakit migrain dibandingkan belajar meminta secara langsung. Terkadang hal ini merupakan ide yang sulit diterima, dan sekali lagi, ini bukanlah alasan untuk menyalahkan diri. Migrain adalah hasil dari aksi fisiologis yang rumit di dalam otak Anda. Namun, coba perhatikan dengan hati-hati bagaimana orang merespons Anda ketika Anda mengalaminya. Jika melalui pengamatan, Anda berpikir sangat mungkin Anda menerima respons dan manfaat tertentu dari orang lain yang mungkin tidak dapat Anda minta secara langsung, ambil kesempatan ini untuk mengetahui dan belajar cara untuk mengubah perilaku tersebut. Hal ini kembali pada tidak membiarkan migrain mengontrol hidup dan perilaku Anda, tapi yang terbaik, menyediakan Anda kesempatan untuk memahami dengan lebih baik bahwa memperkuat diri Anda sementara belajar mengatur dan mengatasi migrain.

Migrain Berdampak pada Keintiman Seksual

Ketika migrain terjadi seringkali dan menjadi bagian yang menahun dalam hidup. Keinginan dan kenikmatan seksual seringkali menjadi semakin menurun. Jika Anda merasa lelah secara fisik dan emosional, aktivitas seksual mungkin bukan pilihan menarik bagi Anda saat itu. Siklus dari migrain dan kehilangan gairah seksual dapat membuat Anda semakin tidak berminat atau menarik diri dari hubungan. Anda juga bisa menjadi tidak banyak berkomunikasi, pada saat yang sama, merasakan berbagai jenis emosi. Seringkali, hal ini membuat pasangan atau Anda berdua merasa marah, terluka, ditolak, lelah, menyesal, bingung atau tidak yakin bagaimana mengubah hal ini.

Rasa sakit akibat migrain kronis tidak selalu berarti bahwa kehidupan seksual Anda juga harus musnah. Di saat tak terkena migrain, dengan komunikasi efektif dan kejujuran, Anda tetap dapat memperoleh kehidupan seksual yang sehat dan memuaskan. Sebagaimana hubungan seksual dan intim lain, sangat penting bahwa kedua pasangan bersikap langsung dan jujur mengenai perasaan mereka. Meskipun tampaknya jelas bagi Anda bahwa aktivitas seksual pada saat episode migrain tidak menarik, pasangan Anda bisa saja teluka jika Anda menolak ajakannya. Anda mungkin bertanya-tanya, “Bagaimana saya dapat bergairah dengan yang saya rasakan dan penampilan saya?”

Berdiam diri sama sekali tidak akan membantu. Namun, yang terbaik adalah untuk membicarakan mengenai hal ini ketika Anda tidak merasakan migrain atau pada suatu waktu ketika komunikasi lebih mudah dan emosi tidak terlalu tinggi. Ungkapkan secara langsung dan beritahukan pasangan Anda bahwa ketika Anda mengalami migrain, Anda tidak dapat atau tidak bisa menikmati seks. Yakinkan ini tidak terkait dengan perasaan lain yang tersembunyi dan Anda tidak marah atau tidak tertarik secara seksual menjadi sangat penting. Jangan anggap pasangan Anda mengetahui apa yang Anda rasakan selama migrain. Jelaskan bahwa terkadang Anda mudah marah atau terganggu dan katakan bahwa hal ini juga sebagai gejala dari perasaan akibat penderitaan selama serangan migrain. Didik pasangan Anda mengenai kebutuhan dan keterbatasan Anda selama serangan.

Jika kebutuhan dan kemampuan Anda menurun tidak hanya selama serangan migrain tapi juga untuk waktu yang lebih lama, maka perlu pemeriksaan terhadap kemungkinan penyebabnya. Jika Anda pikir obat-obatan mempengaruhi seksualitas Anda, maka bicarakan dengan dokter Anda. Untuk pria, sebagian obat-obatan dengan resep dokter kemungkinan memiliki dampak terhadap keinginan atau kemampuan seksual. Dokter Anda dapat mengubah dosis atau obat untuk mengatasi efek tersebut.

Penyebab lain dapat mempengaruhi keinginan atau kinerja seksual. Masalah emosional yang tersembunyi atau tidak terselesaikan dalam hubungan Anda dapat menjadi nyata dalam hubungan seksual Anda. Jika satu atau kedua pasangan mengalami emosi yang belum diatasi seperti marah, terluka atau penolakan, emosi tersebut seringkali secara sadar atau tidak sadar diekspresikan di tempat tidur. Kehilangan kemampuan atau keinginan seksual juga bisa menjadi akibat dari kondisi medis lain (ginekologi atau neurologis) dan/atau masalah emosional. Jika Anda pikir hal itu yang jadi penyebabnya, Anda harus berbicara dengan dokter dan mempertimbangkan konsultasi dengan ahli kesehatan medis yang menangani pasangan, seperti pekerja sosial klinis, psikolog atau psikiter.

Menghadapi Migrain dari Anggota Keluarga

Telah diketahui dengan luas bahwa migrain dapat memiliki pengaruh luas terhadap anggota keluarga dan pasangan, dan anggota keluarga dalam mengalami perasaan yang sama dengan penderita migrain. Pasangan, anak-anak, orangtua dan anggota keluarga yang lain dari penderita migrain juga bisa mengalami emosi seperti bersalah, sedih, kehilangan, marah dan tak berdaya. Biarkan diri mengakui bahwa memiliki perasaan semacam itu bagian normal dari hidup bersama dengan seseorang dengan penyakit kronis. Dalam beberapa tahun terakhir, komunitas penyedia layanan kesehatan telah mulai menyadari bagaimana dampak dari penyakit kronis terhadap anggota keluarga lain. Beberapa panduan umum yang perlu diketahui :

* Beri waktu untuk mengurus diri Anda sendiri. Sebagaimana kami menyarankan para penderita migrain untuk memperjelas kebutuhan dan keterbatasan mereka kepada orang lain, demikian pula Anda. Tetapkan apa saja yang dapat Anda lakukan untuk pasangan Anda, juga apa yang tidak dapat Anda lakukan. Beri waktu pada diri Anda untuk mengurus diri sendiri selama atau setelah periode yang membuat stres. Praktikkan beberapa dari teknik relaksasi. Jika Anda menemukan bahwa Anda mengalami waktu sulit dengan emosi yang rumit dan menantang hidup yang dapat terjadi dengan penderita migrain, Anda mungkin berpikir untuk berkonsultasi dengan Psikoterapis berizin untuk membantu Anda dengan hambatan tersebut.

* Tanyakan pada penderita migrain apa yang dapat Anda lakukan untuk membantu. Ketika seorang anggota keluarga sedang menikmati saat tanpa serangan migrain, tanyakan apa yang dapat Anda lakukan ketika mereka tengah mengalami migrain. Tanyakan mereka apa harapannya. Anda mungkin berpikir dengan mengatakan, “Jangan biarkan migrain merusak hari. Ayo pergi menonton saja, maka Anda akan merasa lebih baik setelah sampai disana,” akan membantu, padahal hanya akan membuat marah. Tanyakan mereka apa yang dapat membantu dan apa yang harus dan tidak Anda katakan. Mereka mungkin meminta Anda berada di sekitar untuk mendukung. Sebaliknya, mereka mungkin ingin dibiarkan sendiri dan sama sekali tidak berbicara.

* Jangan minimalisir penderitaan yang disebabkan oleh migrain. Hidup dengan seseorang dengan penyakit kronis sangatlah menantang. Waspada tendensi (yang memang normal juga) untuk marah dan meminimalisir penderitaan anggota keluarga Anda. Mereka berusaha semaksimal mungkin dan sudah cukup merasa bersalah. Meminimalisir rasa sakit atau menyalahkan mereka tidak akan membantu.

* Komunikasi. Meskipun hidup dengan penyakit kronis di dalam keluarga merupakan tantangan, hal itu juga menyediakan kesempatan untuk memperkuat dan memperdalam hubungan Anda. Hubungan yang merupakan hasil dari tantangan semacam ini punya kesempatan memiliki lebih banyak rasa kasih sayang. Jika Anda memiliki perasaan yang kuat, beritahu mereka pada saat tidak merasakan migrain.

Memperbaiki Situasi akibat Efek Negatif Migrain Terhadap Hubungan | Menghadapi Migrain Lebih Baik di Tempat Kerja

This entry was posted in Migrain. Bookmark the permalink.