Menjaga Kesehatan Jantung

Untuk melindungi jantung, kini para ahli jantung dunia cenderung mengatur pola makan. Vitamin C sangat penting karena mampu mengurangi resiko penggumpalan darah. Vitamin C banyak dikandung jenis-jenis jeruk, jambu biji, kiwi, dan sebagainya. Bawang putih, bawang merah, bawang bombay, dan seledri baik utnuk menurunkan kadar kolesterol jahat LDL. Selain itu konsumsilah sayuran yang bervariasi, hindari / kurangi lemak dan daging merah. Yang dimaksud dengan lemak adalah lemak hewan maupun minyak goreng dan mentega.

Dan tentu saja faktor resiko paling penting penyakit jantung adalah rokok. Karena itu hindari rokok. Dan jangan lupa kendalikan nafsu makan agar Anda tidak kelebihan berat badan. Satu lagi, kelola stres dengan baik, dan jangan lupa melakukan olahraga secara teratur dan terukur. Lakukan olahraga Jantung Sehat di bawah bimbingan instruktur, di rumah sakit jantung.

Diperkirakan 90% penyakit jantung bisa dicegah dengan perubahan gaya hidup.

Pola Makan Sehat untuk Jantung Sehat

Mencegah penyakit jantung diawali dari pola makan rendah lemak, dan memangkas asupan karbohidrta sederhana.

Lemak

Apa yang dimaksud dengan lemak? Secara teknis lemak disebut asam lemak, dan sebetulnya merupakan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Kita sesungguhnya tidak dapay hidup tanpa lemak / asam lemak. Ada tiga jenis lemak yaitu asam lemak jenuh (padat), asam lemak tak jenuh tunggal atau monounsaturated fatty acid (lembek), dan asam lemak tak jenuh ganda atau polyunsaturated fatty acid (cair). Ketiga asam lemak tersebut bergabung dengan gliserol membentuk trigliserida. Mengurangi lemak dalam makanan kita dan menggantinya dengan serealia, sayuran segar, dan buah-buahan merupakan cara terbaik menurunkan resiko penyakit jnatung, tekanan darah tinggi, dan kanker usus. Lemak berasal dari daging, susu dan produk-produknya, dan minyak nabati. Selain ketiga jenis lemak tersebut, ada jenis lain yaitu asam lemak trans. Ini adalah lemak buatan, ada dalam margarin. Lemak trans termasuk lemak tidak sehat. Untuk mudahnya kita kelompokkan lemak menjadi lemak baik dan lemak jahat.

Lemak jahat adalah jenis lemak yang meningkatkan gangguan jantung, pembuluh darah, dan kanker (terutama kanker usus besar dan kanker payudara). Lemak ini sebetulnya tidak bermasalah jik dikonsumsi dalam jumlah sedikit (atau sama sekali tidak dikonsumsi). Lemak jahat baru menimbulkan masalah jika dikonsumsi berlebihan. Sebaiknya Anda memahami lemak jahat ini yang bisa diperoleh dari daging olahan, lemak daging (gajih), mentega, margarin, cokelat, dan minyak goreng. Lemak jahat lainnya adalah lemak trans. Di dalam tubuh kita, lemak sintetis ini sifatnya sama dengan lemak jenuh.

Lemak baik adalah lemak yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh termasuk jantung. Disarankan untuk dikonsumsi dan disertakan dalam pola makan Anda. Apa saja lemak baik itu?

* Lemak tak jenuh, berbentuk cair atau lembek pada suhu kamar. Bersifat menurunkan kadra kolesterol darah. Makin cair makin baik. Termasuk di dalamnya, lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda. Sumber-sumber lemak tak jenuh adalah minyak sayur (minyak kanola, minyak biji bunga matahari, minyak jagung), serealia, dan kacang-kacangan. Sebaiknya Anda mengetahui bahwa lemka tak jenuh berasal dari tanaman (kecuali minyak kelapa).

* Lemak ikan alias asam lemak omega-3, ebrasal dari ikan-ikan yang hidup di laut dalam seperti ikan salmon, tuna, makarel, sarden, dan lainnya. Anda bisa mengkonsumsi ikannya atau minum kapsulnya.

Karbohidrat

Karbohidrat adalah bahan makanan yang mengandung tepaung seperti nasi, roti, pasta, kentang yang kalau dikonsumsi berlebihan akan tersimpan di dalam tubuh sebagai lemak.

Ada dua jenis karbohidrat, yang sederhana dan yang kompleks. Karbohidrat sederhana digolongkan dalam karbohidrat jahat (beras giling, bahan makanan yang sudah diproses, gula pasir) dan karbohidrat kompleks (beras merah, beras tumbuk, gandum utuh) adalah karbohidrat baik.

Karbohidrat di dalam tubuh diubah menjadi glukosa dan glukosa merupakan bahan bakar / energi bagi tubuh kita. Kita akan merasa lemah, letih, lesu jika kekurangan glukosa (gula darah), namun jika berlebihan akan mengganggu fungsi organ-orgna tubuh. Karbohidrat sederhana akan diubah dengan cepat menjadi glukosa darah dan dalam sekejap kadar gula darah akan meningkat. Ini tidka baik terutama bagi mereka yang menderita diabetes. Sedangkan karbohidrat kompleks diubah dengan lambat menjadi glukosa draah sehingga kadar gula darah tidak melejit naik.

Dianjurkan agar Anda lebih sering mengkonsumsi karbohidrat kompleks, selain lebih sehat karena vitamin dan mineral yang dikandungnya masih lebih lengkap dibanding karbohidrat sederhana, juga mengandung serta tinggi yang melancarkan BAB (buang air besar). Juga tidak akan meningkatkan kadar gula darah secara drastis.

Serat

Serat adalah bagian tanaman yang tidak dapat diserap tubuh. Digolongkan dalam dua jenis, yaitu serat terlarut (larut dalam air) dan serat tak larut (menyerap air). Keduanya sama baiknya bagi tubuh kita, yaitu melancarkan BAB.

Serat terlarut dapat menurunkan kadar kolesterol jahat LDL. And abisa mendapatkan serat terlarut dalam kacang-kacangan, biji-bijian, wortel, jeruk, pisang, dan kedelai. Kedelai sangat baik bagi pengidap kadar kolesterol tinggi. Selain itu kedelai mengandung fitoestrogen yang dapat menghambat pertumbuhan kanker payudara dan mampu meredam ketidaknyamanan akibat menurunnya dan menghilangnya estrogen ketika menopause.

Sementara itu, serat tak larut tidak berpengaruh terhadap kadra kolesterol, tetapi berpengaruh besar terhadap kelancaran BAB. Sumber serat tak larut yang baik adalah roti gandum yang utuh yang setara dengan beras merah dan beras putih tumbuk.

Salah Satu Konsekuensi Menopause adalah Masalah Kesehatan Jantung | Tanda Serangan Jantung

This entry was posted in Menopause. Bookmark the permalink.