Menopause Rawan Terhadap Kanker Payudara

Usia setengah baya merupakan masa dimana, secara statistik, resiko mengalami kanker payudara meningkat. Menurut penelitian, bagi wanita yang tinggal dalam masyarakat perkotaan/industri, faktor usia ada dalam urutan pertama resiko terserang kanker payudara. Berikut ini beberapa resiko kanker payudara :

* Usia lebih dari 50 tahun.
* Menstruasi pertama dialami sebelum berusia 12 tahun.
* Ada riwayat kanker payudara dalam keluarga, baik keluarga dekat (ibu, saudara kandung), maupun keluarga jauh (bibi, nenek).
* Melahirkan pertama kali pada usia di atas 30 tahun.
* Mengikuti Terapi Sulih Hormon.
* Pernah mengalami masalah payudara dan dilakukan biopsi yang menunjukkan adanya hyperplasia atypical.

Sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan payudara secara berkala. Bisa dilakukan sendiri (dengan metode SADARI) atau dengan memeriksakannya ke dokter (menggunakan alat mammogram).

Memang sebaiknya Anda melakukannya sendiri di rumah dengan telaten dan sabar. Dan jangan malas. Metode memeriksa payudara sendiri atau dikenal dengan SADARI seharusnya disebut “mengenal payudara sendiri” karena merupakan pemeriksaan rutin yang sebaiknya dilakukan setiap bulan. Dengan rajin memeriksa keadaan dan kondisi payudara sendiri secara rutin, Anda akan mengenal payudara Anda, Anda akan mengenali jika ada benjolan yang mencurigakan yang sebelumnya tak ada. Anda pun akan mengetahui apakah benjolan (otot atau kelenjar susu) yang selama ini Anda kenal tiba-tiba berubah menjadi sakit. Anda pun akan mengetahui jika ada benjolan baru yang bisa “jalan-jalan”.

Sebaiknya pemeriksaan rutin itu sudah dilakukan sebelum menopause karena kondisi payudara secara fisik berubah sebelum dan sesudah menstruasi. Juga jika terjadi kehamilan, bentuk payudara pun berubah. Dan sesudah melahirkan, sebaiknya juga sering diperiksa sebelum dan sehabis menyusui.

Mengenai metode SADARI, berikut ini langkah-langkahnya :

1. Pemeriksaan visual
Berdirilah di depan cermin dengan telanjang dada. Amati payudara Anda. Perhatikan dan kenali lekukan, kerutan, atau benjolan yang tampak. Adakah sesuatu yang mencurigakan? Misalnya ada darah atau cairan yang menetes dari puting? Adakah lapisan-lapisan kering pada puting (indikasi penyakit Paget)?

2. Pemeriksaan visual dengan tangan terangkat
Angkat kedua lengan ke atas kepala sambil berdiri di depan cermin. Perhatikan gejala-gejala yang mencurigakan seperti pada langkah 1. Dengan mengangkat lengan, payudara akan tertarik sehingga jika ada gejala yang mencurigakan, lebih tampak jelas.

3. Palpasi
Berbaring di ranjang. Letakkan bantal di bawah bahu kiri, lalu taruh kepala Anda menindih lengan kiri. Periksa payudara menggunakan ujung jari tangan kanan. Gerakkan jari-jari Anda melingkar searah jarum jam. Apakah ada benjolan di payudara kiri? Gerakan melingkar mencakup daerah puting dan ketiak. Lakukan juga palpasi pada payudara kanan.

4. Jika menemukan benjolan
Cermati ukuran, bentuk, dan intensitas rasa sakitnya. Jika benjolan berukuran 0,5 – 1,25 cm, tidak sakit jika disentuh, dan tidak berubah sampai sebulan kemudian setelah menstruasi berikutnya, maka Anda harus memeriksakannya segera ke dokter karena kemungkinan besar benjolan tersebut adalah kanker. Namun jika benjolan tersebut kemudian mengecil dan rasa sakitnya berkurang, dapat dipastikan benjolan tersebut bukan kanker. Bisa jadi benjolan adalah kista payudara. Gejalanya seperti benjolan kanker, kadang terasa lunak.

5. Jika cairan menetes dari puting
Apakah itu cairan seperti susu, atau bening, atau darah, segeralah periksakan ke dokter. Jangan menunda!

6. Jika puting kering atau bersisik
Segera ke dokter, jangan menunda!

Mempercepat Aliran Limfe | Pola Makan yang Memengaruhi Kesehatan Payudara

This entry was posted in Menopause. Bookmark the permalink.