Migrain

Sejarah Migrain

Banyak tokoh sejarah terkenal yang menderita migrain. Beberapa penderita migrain yang diketahui termasuk Julius Caesar, Vincent van Gogh, Napoleon, Lewis Carroll, Presiden Thomas Jefferson, Sigmund Freud, Virginia Woolf dan Elvis Presley. Deskripsi pertama mengenai sakit kepala diperkirakan sekitar 3000 tahun Sebelum Masehi (SM) dan setelah berabad-abad kemudian, deskripsi dari migrain sangat mirip secara menakjubkan dengan tulisan sejarah yaitu nyeri yang sangat parah, mual, gejala gangguan penglihatan dan fisik yang melemah akibat dari migrain. Hippocrates yang sering disebut sebagai “Bapak pengobatan” adalah salah seorang yang pertama kali menggambarkan aura visual yang mengikuti penderita sakit kepala sekitar 300 tahun SM, dan kemungkinan ia juga yang pertama kali menggambarkan faktor pemicu yang mempercepat serangan migrain.

Asal kata “migraine” berasal dari kata hemicrania, artinya separuh dari kepala atau otak dan pertama kali digunakan pada abad kedua A.D. oleh Galenus dari Pergamon. Teori awal mendalilkan bahwa migrain berasal dari “cairan atau uap” yang beredar, dan dalil itu terus diyakini hingga tahun 1700-an saat konsep vasodilasi (pelebaran) dari pembuluh darah yang berada di sekeliling otak kemudian dikemukakan. Hanya dalam dekade terakhir dan seterusnya, kita baru menyadari pentingnya struktur otak tertentu dan neurotransmiter (cairan kimia yang membawa pesan dalam sistem saraf), sebagai salah satu penentu dari sebuah kejadian yang dapat memicu migrain. Canggihnya bidang ilmu genetik dan neurobiologi telah memfasilitasi kita untuk mengungkap penemuan baru dengan cepat, mengenai patogenesis dari migrain dan cara pengobatannya.

Definisi Migrain

Kemungkinan Anda adalah salah seorang dari jutaan warga yang menderita sakit kepala migrain. Kini migrain termasuk satu di antara beberapa tipe sakit kepala berat dan salah satu tipe nyeri terparah dalam sejarah manusia. Banyak yang mengalami migrain tidak menyadari, bahwa penyakit ini menyebabkan mereka menderita. Jika Anda sudah mengetahui tentang migrain, maka Anda harus waspada mengenai tumor otak atau masalah neurologis yang mengancam nyawa, ketika nyeri migrain menyerang Anda. Sangat umum jika Anda merasa tak berdaya atau frustasi ketika nyeri akibat migrain berlangsung terus menerus, dan bertanya-tanya apakah migrain sebagai diagnosis yang benar-benar tepat.

Migrain adalah satu penyakit neurologis yang hasil akhirnya tidak begitu menyenangkan, berkaitan dengan genetik, emosi, neurobiologi dan lingkungan. Tipe sakit kepala ini tidak seperti sakit kepala ringan yang sesekali dialami sebagian besar orang. Sakit kepala migrain dapat membuat Anda harus berbaring di tempat tidur, mematikan lampu penerangan, berbaring tanpa bergerak, menutup semua sumber suara dan aktivitas di sekitar Anda. Mungkin menyebabkan Anda tidak bisa bekerja, atau mengurus keperluan rumah tangga dan anak-anak, dan Anda juga dapat merasakan sakit hingga Anda muntah atau berharap Anda dapat muntah. Anda juga dapat mengalami diare dan lelah dan kesulitan untuk berkonsentrasi. Semua hal itu sebagai gejala tambahan dari nyeri berdenyut di kepala yang berat yang mungkin berganti dari satu sisi ke sisi yang lain, atau sebagian besar di kepala Anda. Jika Anda penderita migrain, kemungkian Anda mengalami serangan hanya sesekali atau juga Anda dapat merasakan sakit kepala beberapa kali dalam satu bulan. Anda bisa merasakannya hampir bersamaan dengan periode menstruasi jika Anda seorang perempuan, atau makanan tertentu atau faktor lingkungan seperti bau atau cuaca, atau Anda juga bisa merasakan sakit kepala melanda tanpa sebuah pola tertentu.

Migrain seringkali sangat menyakitkan, sehingga Anda berpikir yang Anda rasakan saat itu bukanlah “sekadar sakit kepala”. Mungkin Anda merasakan hal ini ketika Anda mengalami migrain yang tergolong menyusahkan atau berkelanjutan, meskipun Anda sudah merasakannya selama bertahun-tahun.

Home | Perubahan dalam Otak yang dapat Memicu Migrain

This entry was posted in Migrain. Bookmark the permalink.