Mitos Seputar Kanker Testis

Mitos memang tidak pernah lepas dari kehidupan manusia, terutama bagi kita sebagai warga negara Indonesia yang memiliki banyak pulau dan kebudayaan. Mitos berawal dari sebuah pendapat dan pemikiran dari nenek moyang kita dan kemudian diturunkan kepada anak cucunya sehingga tertanam dalam benak dan pikiran kita. Namun, sebetulnya mitos tersebut tidak semuanya benar dan tidak semuanya salah. Hanya saja dalam mitos terkadang memiliki alasan yang kurang pas dalam penyampaiannya dan penjelasannya.

Berikut ini adalah beberapa mitos yang bersangkutan dengan kesehatan alat reproduksi pria.

1. Bedah menyebabkan kanker menyebar

Asal : Mitos ini berawal ketika dulu ada seseorang yang memiliki penyakit sampai pada tahap yang sudah parah, sebelum menemukan perawatan medis. Kemudian, orang tersebut membawa penyakitnya ke dokter, lalu dokter tersebut mengoperasinya dan menemukan bahwa kanker tersebut sudah menyebar ke seluruh jaringan tubuhnya. Kemudian, para pengamat keliru mengartikan bahwa operasi dapat menyebabkan penyebaran kanker.

Kebenarannya : operasi biasanya dilakukan agar kanker tidak menyebar. Bagi semua jenis kanker, ada prosedur kecil yang disebut dengan biopsi. Biopsi sepenuhnya dilakukan untuk memastikan apakah seseorang menderita kanker atau tidak. Biopsi melibatkan pengambilan sampel kecil jaringan dan menampilkannya di bawah mikroskop.

Dalam kasus kanker, biopsi mungkin memang dapat menyebarkan kanker sehingga dalam prakteknya mereka jarang melakukannya. Sebaliknya, jika seorang pria yang diduga menderita kanker testis, seluruh testisnya akan dihilangkan (dalam suatu prosedur yang dikenal sebagai orchiectomy) untuk menghilangkan kesempatan kanker agar tidak menyebar.

2. Kanker testis akan mengakhiri kehidupan seks Anda

Asal : seperti yang sudah disebutkan bahwa operasi kanker testis biasanya berakhir dengan tindakan pengangkatan salah satu atau kedua dari testis. Menimbang bahwa alat vital pria dipandang sebagai aspek yang dapat menentukan kejantanan dari seorang pria, tidak heran jika pengangkatan testikel sebagai akhir dari kehidupan seks seorang pria.

Kebenarannya : pada kenyataannya, hanya akan ada satu testis saja yang akan dihilangkan. Untuk sebagian besar dari kasus ini, seseorang tidak akan melihat adanya perubahan terhadap dorongan seksual atau kemampuan untuk memiliki anak (kesuburan). Dengan menghilangkan kedua testis, apapun alasannya akan membuat seorang pria menjadi lebih steril dan lebih cenderung kehilangan minat pada seks. Walaupun kesuburan tidak dapat dipulihkan kembali, suntikan hormon setidaknya dapat mengatasi masalah dorongan seks.

3. Kanker testis adalah penyakit orang tua

Asal : terjadinya kanker umumnya meningkat dengan usia yang lebih tua. Walau demikian, tidak jarang menumpukkan semua kanker dalam kategori usia tua.

Kebenarannya : kanker testis adalah penyakit yang dialami oleh laki-laki muda dengan sebagian besar kasus terjadi pada pria berusia 15 – 40 tahun. Bahkan, kanker testis pada pria yang paling umum terjadi pada pria pada usia berapapun, kanker testis dapat disembuhkan dan paling mudah untuk diobati. Menurut National Cancer Institute, lima tahun relatif survival rate (nilai kelangusngan hidup) untuk semua orang yang dengan kanker ini adalah 95%, jadi pastikan untuk melakukan pemeriksaan dini secara teratur untuk mengidentifikasi kanker sedini mungkin.

4. Vasektomi dapat menyebabkan kanker testis

Asal : beberapa dekade belakangan, beberapa studi menunjukkan bahwa peningkatan kecil kanker testis pada pria yang sudah menjalani vasektomi.

Kebenarannya : beberapa tahun ini, jauh lebih besar studi bahwa tidak ada hubungannya antara vasektomi dan kanker testis serta pengembangan dari kanker testis tersebut. National Cancer Institute percaya bahwa tidak ada asosiasi antara vasektomi dengan kanker testis. Hal ini juga sama dengan kanker prostat.

5. Testis yang tidak turun akan menyebabkan kanker testis

Asal : kriptorkismus adalah gangguan ketika salah satu atau dua dari testis gagal turun ke dalam skrotum setelah lahir.

Kebenarannya : kanker testis merupakan salah satu kejadian langka. Pada pasien dengan testis yang tidak turun, memiliki resiko berkembangnya penyakit ini sekitar 40 – 100 kali lebih besar daripada populasi umum. Namun, gangguan ini sangat langka, sedangkan masa resiko kanker testis untuk berkembang pada individu dengan testis yang tidak turun sekitar 2% saja.

Pemeriksaan Terhadap Diri Sendiri | Testimoni

This entry was posted in Kanker Testis. Bookmark the permalink.