Obat bagi Penderita Sindrom Darah Kental

Terapi sindrom darah kental menggunakan obat-obat antikoagulasi. Pemberian harus berdasarkan hasil tes darah agar tepat. Tes darah gunanya untuk melihat kadar keenceran darah. Obat-obat tersebut dapat dibeli dengan resep dokter. Berikut ini contoh beberapa obat-obat antikoagulasi.

– Warfarin. obat antikoagulasi ini berbentuk pil hingga lebih mudah digunakan daripada obat heparin yang disuntikkan. Namun obat ini tidak diberikan kepada wanita hamil penyandang APS, disebabkan dapat mempengaruhi pertumbuhan janin dalam kandungan. Digunakan hanya bila perlu pada kehamilan karena warfarin berbahaya bagi janin dan bersifat racun pada masa kehamilan tertentu.

– Heparin. Obata ini diberikan lewat suntikan, dan bekerja lebih cepat dibanding wafarin. Heparin jenis baru dengan dosis rendah dapat disuntikkan senderi oleh pasien dengan mudah, menggunakan jarum suntik kecil yang telah tersedia didalam paket obat. Heparin dipilih bagi wanita hamil dengan APS terutama setelah terjadi trombosis karena kerja heparin lebih cepat daripada warfarin. Menjelang persalinan kerja obat dapat dihentikan dan kemudian dimulai lagi.

– Aspirin. Obat ini diberikan dalam dosis rendah antara 75-100 mg per hari karena dapat menimbulkan iritasu usus pada mereka yang sensitif atau elergi pada penderita asma. Aspirin merupakan obat pengencer darah yang efektif.

Terapi obat-obatan dan suntikan tersebut diharapkan mampu meningkatkan peluang kesembuhan APS sekitar 74-96%. Demikian hasil pengamatan Dr. Karmel terhadap 232 pasiennya yang telah menderita APS selama tiga tahun. Hasil itu dilaporkannya pada Kongres Trombosis Internasional di Paris.

Obat-obatan yang harus diberikan lewat suntikan, harus dilakukan setiap hari agar kecenderungan darah kental menjadi membaik. Karena itu, dokter biasanya menganjurkan agar ibu hamil dengan APS berani menyuntik dirinya sendiri. Menurut Dr. Karmel, obat-obatan tersebut sebenarnya bukan bertujuan menurunkan antibodi antifosfolipid, melainkan agar antibodi tersebut tidak menyebabkan trombosis (pengentalan darah). Yang bisa menurunkan antibodi tersebut adalah tubuh si penderita sendiri dengan cara memperbaiki gaya hidupnya menjadi gaya hidup sehat. Demikian Dr. Karmel. Selain itu, obat tersebut harganya tidak murah, sekali suntik antara 60 ribu sampai 100 ribu rupiah. dan itu harus dilakukan setiap hari selama kehamilan.

Obat-obat antikoagulan untuk mengatasi pembekuan darah tersebut harus diberikan dalam bentuk suntikan kepada ibu hamil penyandang APS karena yang dalam bentuk oral dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan janin. Karena itu obat dalam bentuk oral hanya diberikan kepada wanita yang tidak hamil atau yang telah melahirkan.

Pemberian heparin dapat dilakukan sesegera mungkin, demikian menurut Dr. Baharuddin. Apalagi jika ada riwayat janin pada usia kehamilan trimester akhir. Heparin selain berfungsi sebagai pengencer darah, ternyata juga memiliki efek menghambat pengikatan antibodi antifosfolipid, memicu terjadinya antiradang, dan memfasilitasi proses implatansi plasenta. Beberapa penelitian membuktikan bahwa kombinasi heparin dan aspirin memberikan hasil cukup baik. Sejumlah 84% bayi lahir selamat.

Janin yang Ibunya Menderita APS | Resiko APS terhadap Janin

This entry was posted in Sindrom Darah Kental. Bookmark the permalink.