Obat yang Bermanfaat dalam Mengobati Asma

Obat dari kelas yang berbeda berguna dalam pengobatan asma. Klasifikasi asma menurut NAEPP membantu menentukan tingkat keparahan asma seseorang dan membantu dalam membimbing terapi. Perhatikan bahwa untuk setiap klasifikasi asma, NAEPP membuat saran spesifik mengenai jenis obat terbaik ynag digunakan untuk mengobati tingkat asma spesifik.

Obat asma yang terbaik ditentukan dalam pendekatan bertahap. Dokter memulai pengobatan dengan satu atau dua jenis obat, berdasarkan tingkat awal keparahan asma pasien dan kemudian menambahkan atau mengurangi obat berdasarkan pada pengendalian gejala pasien, fungsi paru – paru, dan kondisi kesejahteraan secara keseluruhan. Penderita asma berulang diinstruksikan untuk menggunakan inhaler beta-2 kerja cepat, yang diperlukan untuk menghilangkan gejala. Pada saat musim dingin dan shuh dingin, gejala individu mungkin mulai menjadi lebih menonjol dan meningkat. Inhaler beta2, kerja cepat, yang sebelumnya menjaga gejala asma di bawah pengendalian mungkin dibutuhkan beberapa kali dalam sehari. Tidak lama kemudia tingkat intermiten, telah “meningkat” klasifikasinya menjadi asma persisten tingan. Sebagaimana klasifikasinya tersebut telah meningkat, pengobatan juga meningkat atay ditingkatkan. Untuk pasien ini, obat tambahan atau obat kedua dengan sifat anti inflamasi, seperti steroid inhalasi dosis rendah, akan menjadi pilihan baik. Setelah pengendalian asma yang baik tercapai dengan kombinasi anti inflamasi inhalasi dan bronkodilator inhalasi golongan beta-2, dan setelah perbaikan dapat dipertahankan minimal tiga bulan, maka saat yang tepat untuk mempertimbangkan penurunan dosis, terutama jika stimulai yang meningkatkan gejala asma telah berakhir (seperti musim dingin berakhir).

Tabel 3.1 Fakta obat asma

Bronkodilator golongan agonis beta-2 kerja pendek (SABA) yaitu albuterol (diluar AS dikenal dengan salbutamol), levalbuterol, pirbuterol, merupakan obat yang diperlukan, cepat menghilangkan asma.
•    Semua penderita asma membutuhkan resep obat hirup saba
•    Inhaler saba diresepkan untuk menghilangkan gejala dan digunakan hanya jika diperlukan
•    Inhaler saba adalah terapi yang paling efektif untuk pemulihan cepat gejala bronkokonstriksi
•    Inhaler saba memiliki onset kerja 5 menit atau kurang
•    Inhaler saba memiliki efek puncak 30 sampai 60 menit setelah inhalasi
•    Efek inhaler saba pada bronkokonstriksi berlangsung selama 4 sampai 6 jam
•    Ketika inhalasi dua isapan saba, anda harus menunggu 10 – 15 detik antara isapan
Kortikosteroid inhalasi (ICS)
•    Setiap orang dengan asma persisten (ringan, sedang, berat) harus menggunakan ICS setiap hari. Dosis akan bervariasi tergantung pada tingakatan asma
•    ICS adalah landasan terapi pencegahan segala bentuk asma persisten
•    ICS mengurangi dan menekan infalamasi disaluran pernapasan dan mencegah gejala asma
•    ICS merupakan obat pengendali penggunaan sehari – hari
•    Hasil penggunaan ICS sehari – hari dalam mengobati asma dan mengingkatkan kualitas hidup
•    Banyak dokter tidak mengikuti pedoman nasional seperti NAEPP untuk meresepkan ICS pada asma
•    Bronkodilator beta-2 agonis kerja panjang, tidak boleh digunakan tanpa obat anti inflamasi simultan seperti ICS.

Pengobatan asma harus diperhitungkan karakter asma itu sendiri yang sering berubah – ubah.

Cara yang berguna dan praktis dalam mengelompokkan obat asma adalah dengan metode kerjanya. Dalam skema, dua kategori utama obat yang digunakan dalam pengobatan asma yaitu cepat melegakan, obat – obatan kerja cepat dan obat-obatan kontrol jangka panjang. Obat asma cepat melegakan memiliki permulaan kerja cepat dan bertindak cepat untuk mengurangi penyempitan saluran udara (bronkokonstriksi).

Tabel 3.2 Obat yang digunakan dalam pengobatan asma : Klasifikasi

Obat kontrol jangka panjang penggunaan sehari – hari :
•    Kortikosteroid inhalasi : beklometason, budesonid, flunidsolid, flutikason, mometason, triamsinolon
•    Kromolin dan nedokromil inhalasi : kromolin, nedokromil
•    Oral leukottriena modifikasi : montelukas, zafirlukas, zileuton
•    Agonis beta-2 kerja lama (LABA) : salmatero, formoterol
•    Metilxantin : pelepasan terus menerus teofilin
•    Imunomodulator : omalizumab
Obat kerja cepat, cepat melegakan :
•    Agonis beta-2 inhalasi kerja cepat : albuterol, levalbuterol, pirbuterol
•    Antikolinergik inhalasi : iprattropium tiottropium
•    Kortikosteroid oral untuk metil prednisolon, prednison

Anda mungkin mengenalnya sebagai obat – obatan “pemulih” atau “penyelamat”. Obat tersebut termasuk bronkodilator agonis beta-2 kerja cepat, atau SABA, antikolinergik inhalasi, dan kortikosteroid oral ( pil atau cair ) yang banyak. Obat – obatan yang mengendalikan asma jangka panjang harus digunakan setiap hari untuk mencapai asma yang terkendali, dan kemudian untuk mempertahankan tingkat pengendalian. Obat – obatan tersebut bergantian disebut sebagai “preventif jangka panjang”, “pengendali”, atau obat – obatan “Pemeliharaan”.

Obat – obat itu termasuk kortikosteroid inhalasi, bentuk inhalasi kromolin dan nedokromil, pengubah leukotriena, bronkodilator agonis beta-2 kerja panjang, atau LABA, teofilin, dan obat imunomodulator anti – IgE.

Penderita asma persisten memerlukan pengobatan dengan obat dari masing – masing dua kelas yang luas dari obat asma, menggunakan baik obat cepat melegakan maupun obat – obatan pengendalian jangka panjang untuk mengendalikan asma secara optimal. Obat dan dosis yang sebenarnya, tentu saja, yang terbaik dipilih oleh dokter yang merawat. Individu dengan asma intermiten, menurut klasifikasi dan kriteria NAEPP, biasanya akan direspkan dengan obat cepat melegakan sajam seperti bronkodilator agonis beta-2 kerja cepat (SABA) inhalasi yang diperlukan untuk menghilangkan gejala.

Sebagian besar obat asma adalah dalam bentuk inhalasi. Cara dihirup lebih disukai karena memberikan obat langsung ke saluran pernapasan. Mengapa mesti menggunakan obat bentuk pil yang menyebabkan kadar obat terukur di seluruh tubuh sedangkan anda bisa menggunakan obat secara efektif persis di mana ia dibutuhkan untuk menghilangkan gejala secara cepat? Selain itu, efek samping, jika ada, minimal. Agen beta-2 kerja cepat (SABA) seperti albuterol, levalbuterol, dan pirbuterol semua contoh yang ideal bentuk inhalasi, obat cepat melegakan yang merelaksasi otot polos dan brokodilasi saluran pernapasan.

Obat tersebut adalah terapi pilihan untuk menghilangkan gejala aku dan untuk perawatan pralatihan pada orang dengan EIB. Oleh karena itu, inhaler cepat melegakan atau “penyelamatan” biasanya diresepkan untuk penggunaan bila diperlukan. Onset kerja cepat dan efek yang menguntungkan berakhir antara 4 dan 6 jam. Anda harus menyimpan inhaler yang berguna cepat melegakan pada waktu itu. Simpan dalam tas kantor, saku, dompet, atau tas olahraga. Seperti kunci rumah anda, inhaler cepat melegakan seharusnya menemani anda ke manapun anda pergi.

Obat pengendali asma harian, penggunaan jangka panjang digunakan untuk tambahan obat cepat melegakan pada pengobatan asma persisten : ringan, sedang dan berat. Obat pengendali mencakup baik dihirup (inhalasi) dan oral. NAEPP merekomendasikan kortikosteroid inhalasi sebagai lini pertama pengobatan anti – inflamasi inhalasi dan mendorong penggunaannya mulai dari asma persisten ringan. Kelas pengubah leukotriena dari obat pengendali asma merupakan jenis terbaru obat pengendali asma. Kelompok itu mencakup montelukas dan zafirlukas, dari sub kelas LTRA (reseptor antagonis leukotriena). Kedua LTRA yang disetujui FDA digunakan untuk anak 0 anak yang lebih kecil di samping remaja dan dewasa. Karena montelukas memerlukan doses sekali sehari dan dapat digunakan baik dengan makanan atau pada waktu pertu kosong, lebih mudah untuk pasien dibanding zfirlukas yang diminum dua kali sehari dan cara yang terbaik yaitu diminum pada saat pertu kosong. Pengubah leukotriena tampaknya paling bermanfaat pada orang dengan dua diagnosis, yaitu asma dan alergi, terutama jika rinitis alergi dan asma terdapat bersama – sama. Pengubah leukotriena juga efektif pada bronkospasme yang diinduksi oleh lathihan (EIB). Obat pengendali jangka panjang harus digunakan seperti yang ditentukan, terus – menerus, bahkan jika gejala tidak muncul. Sebagian besar obat pengedali dapat dibiarkan di rumah dan digunakan satu atau dua kali sehari, tergantung pada obat dan resepnya.

Anak yang Menderita Asma juga Alergi terhadap Hewan Peliharaan | Penggunaan Obat Asma Selamanya

This entry was posted in Asma. Bookmark the permalink.