Osteoartritis Pada Anak (Bagian 1)

Meskipun osteoartritis adalah suatu penyakit sendi menahun, penyakit sendi degeneratif (karena menua) yang biasanya terjadi pada orang berusia di atas 70 tahun, baik pada pria maupun wanita, namun di bawah usia ini, dimulai usia 40 tahun, bahkan pada usia muda dan pada anak-anak sekalipun, dapat dijumpai penyakit osteoartritis. Osteoartritis pada usia muda dan pada anak, umumnya disebabkan kelainan bentuk sendi, cidera, misalnya, ketika bermain sepak bola, dan lain-lain, penggunaan sendi berlebihan, dan karena obesitas / kegemukan berlebihan. Obesitas merupakan faktor resiko untuk tekanan darah tinggi / hipertensi, DM dan osteoartritis.

Salah satu contoh dari osteoartritis pada anak yang mengalami cidera diuraikan di sini.

Cidera Pada Anak, Osteoartritis Pada Sendi Temporomandibuler

Kelainan Sendi Temporomandibuler

Sendi temporomandibuler adalah 2 tempat (masing-masing di setiap sisi wajah, tepat di depan telinga), di mana tulang temporal dari tengkorak berhubungan dengan rahang bawah (mandibula). Ligamen (jaringan ikat yang berbentuk seperti tali / pita, sebagai penghubung tulang-tulang atau pengikat alat-alat di dalam tubuh), tendon (ujung otot yang liat, yang melekat pada tulang), dan otot-otot menyokong persendian ini dan bertanggung jawab dalam pergerakan rahang.

Sendi temporomandibuler merupakan sendi yang paling kompleks, sendi ini membuka dan menutup seperti sebuah engsel, dan bergeser ke depan, ke belakang dari sisi yang satu ke sisi yang lainnya. Selama proses mengunyah, sendi ini menopang sejumlah besar tekanan. Sendi ini memiliki sebuah kartilago (tulang rawan) khusus yang disebut cakram, yang mencegah gesekan antara tulang rahang bawah dan tulang tengkorak. Kelainan pada sendi temporomandibuler bisa mengenai sendi dan otot-otot yang berada di sekitarnya.

Sebagian besar penyebab kelainan sendi temporomandibuler merupakan gabungan antara ketegangan otot dan kelainan anatomis pada sendi, kadang disertai faktor psikis.

Gejala-gejalanya bisa berupa sakit kepala, nyeri tumpul pada otot-ototo pengunyah dan sendi kecekik atau terkunci. Kadang nyeri lebih dirasakan di dekat sendi daripada di dalamnya.

Kelainan sendi temporomandibuler bisa merupakan penyebab salit kepala yang hilang-timbul, yang tidak memberikan respon terhadap pengobatan medis yang biasa.

Kelainan sendi temporomandibuler selalu didiagnosis hanya berdasarkan pada riwayat kesehatan penderita dan pemeriksaan fisik. Pemeriksaannya berupa penekanan pada bagian samping wajah, atau memasukkan jari tangan ke dalam telinga penderita dan dengan hati-hati menekan ke arah depan, pada saat penderita membuka dan menutup rahangnya. Juga dilakukan perabaan pada otot-otot yang digunakan untuk mengunyah, untuk menentukan adanya nyeri atau nyeri tumpul dan untuk menentukan apakah rahang menggeser ketika penderita menggigit.

Teknik rontgen khusus bisa membantu menegakkan diagnosis. Jika diduga terjadi kelainan letak dari cakram, dilakukan antrogram. Walaupun sangat jarang, bisa dilakukan mri atau ct scan untuk mengetahui mengapa penderita tidak memberikan respon terhadap pengobatan yang telah dilakukan.

Pemeriksaan laboratorium jarang dilakukan. Kadang digunakan elektromiografi untuk menganalisis aktivitas otot, untuk memantau pengobatan, dan untuk menegakkan diagnosis. Delapan persen penderita membaik dalam waktu 6 bulan tanpa pengobatan.

Pencegahan dan Penanggulangan Osteoartritis

This entry was posted in Osteoartritis. Bookmark the permalink.