Osteoartritis Pada Anak (Bagian 2)

Nyeri otot

Nyeri otot di sekitar rahang terutama disebabkan oleh penggunaan otot yang berlebihan, yang seringkali bersumber dari stres psikis yang menyebabkan penderita mengatupkan atau mengertakkan giginya (bruksisme). Pada umumnya orang dapat meletakkan ujung jari telunjuk, jari tengah, dan jari manisnya secara vertikal pada ruang antara di antara bagian atas dan bawah gigi depan tanpa tekanan. Tetapi jika terdapat kelainan otot-otot di sekitar sendi temporomandibuler, ruang tersebut biasanya menjadi lebih kecil. Biasanya timbul rasa nyeri yang sangat ringan pada sendi. Tetapi penderita lebih sering merasakan nyeri pada kedua sisi wajah selama terjaga atau sepanjang hari, setelah saat-saat yang menegangkan. Nyeri ini merupakan akibat kejang otot yang disebabkan oleh pengatupan otot dan pengertakan gigi yang berulang-ulang.

Orang-orang yang menyadari bahwa mereka melakukan gerakan mengatupkan atau pengertakan giginya dapat menghentikan kebiasaan ini. Biasanya pengobatan utama adalah pembidaian. Pembidaian mengurangi pengatupan dan pengertakan, sehingga otot-otot rahang dapat beristirahat dan sembuh kembali. Pembidaian juga dapat mencegah kerusakan gigi, karena penekanan yang luar biasa ketika penderita mengatupkan atau mengertakkan giginya.

Terapi fisik yang dilakukan bisa berupa :

1. Pengobatan ultrasonik
Suatu metode yang memberikan panas ke daerah yang nyeri. Jika dihangatkan dengan ultrasonik, pembuluh darah akan melebar dan darah bisa lebih cepat mengangkut asam laktat yang terkumpul, menyebabkan timbulnya nyeri otot.

2. Electromyographic biofeedback
Teknik ini memantau aktivitas otot dengan sebuah meteran. Penderita berusaha untuk mengendurkan seluruh tubuh atau otot tertentu sambil melihat ke meteran. Dengan cara ini, penderita belajar untuk mengendalikan atau mengendurkan otot tertentu.

3. Obat semprot dan latihan peregangan
Menyemprotkan pendingin kulit pada pipi dan pelipis dapat meregangkan otot-otot rahang.

4. Pemijatan gesekan
Handuk yang kasar digesekkan di atas pipi dan pelipis untuk meningkatkan peredaran darah dan mempercepat pengangkutan asam laktat.

5. Perangsangan saraf elektrik transkutaneus
Digunakan sebuah alat yang merangsang serat-serat saraf yang tidak menyalurkan nyeri. Impuls (rangsangan hantaran saraf) yang terjadi diduga akan menghalangi impuls nyeri yang dirasakan oleh penderita.

Mengatasi stres seringkali membawa perubahan yang drastis. Obat-obatan yang diberikan bisa berupa obat yang melenturkan otot, untuk menghilangkan sesak dan nyeri. Tetapi pemberian obat tidak bersifat menyembuhkan, dan tidak dianjurkan pada orang lanjut usia dan hanya diberikan dalam waktu yang singkat (biasanya 1 bulan atau kurang). Obat pereda nyeri (misalnya, anti peradangan non-steroid, contohnya aspirin) juga bisa mengurangi nyeri. Obat tidur kadang diberikan untuk membantu penderita yang mengalami kesulitan tidur karena nyeri yang timbul.

Osteoartritis Pada Anak (Bagian 1)

This entry was posted in Osteoartritis. Bookmark the permalink.