Osteoartritis Pada Anak (Bagian 3)

Gangguan Internal

Pada gangguan internal (internal dearangement), cakram di dalam sendi terletak lebih depan dari posisi normalnya. Pada gangguan internal tanpa reduksi, cakram tidak pernah bisa masuk kembali ke dalam posisi normalnya, dan pergerakan rahang menjadi terbatas. Pada gangguan internal yang disertai reduksi (lebih sering terjadi), cakram terletak lebih depan dari posisi normalnya hanya jika mulut dalam keadaan tertutup. Jika mulut terbuka dan rahang bergeser ke depan, cakram akan masuk kembali ke dalam posisi normalnya, dan terdengar bunyi ‘klik’. Jika mulut tertutup, cakram akan terdorong ke depan lagi, dan akan terdengar lagi bunyi ‘klik’. Satu-satunya gejala dari gangguan internal adalah bunyi ‘klik’ dalam sendi yang timbul, jika mulut terbuka lebar atau rahang bergeser dari kiri ke kanan, atau sebaliknya.

Sebanyak 20% penderita tidak menimbulkan gejala lainnya, selain bunyi tersebut.

Diagnosis ditegakkan dengan melakukan pemeriksaan pada saat penderita secara perlahan membuka dan menutup mulutnya. Jika penderita merasakan nyeri atau sulit menggerakkan rahangnya, maka diperlukan pengobatan. Jika segera setelah timbulnya gejala penderita mencari pengobatan, dokter gigi masih mampu mendorong cakram kembali ke posisi normalnya. Tetapi jika keadaan ini telah berlangsung kurang dari 3 bulan, biasanya digunakan untuk menjaga agar rahang bawah tetap mengarah ke depan.

Pembidaian akan mempertahankan cakram dalam posisinya, sehingga ligamen penyangganya semakin erta. Setelah 2 – 4 bulan, bidai akan disesuaikan agar dapat mengembalikan rahang kembali ke posisi normalnya, dengan harapan bahwa cakram akan tetap tinggal di tempatnya. Penderita diminta untuk menghindari membuka mulutnya terlalu lebar. Penderita harus menahan bila menguap, memotong-motong makanan menjadi potongan kecil-kecil, dan makan makanan yang mudah dikunyah.

Bila keadaan ini tidak dapat diatasi dengan cara-cara non-bedah, bisa dilakukan pembedahan untuk kembali membentuk cakram dan menempelkannya kembali ke tempatnya. Tetapi pembedahan jarang dilakukan.

Penderita seringkali juga merasakan nyeri otot; setelah nyeri otot diobati, gejala lainnya biasanya akan menghilang juga. Lebih mudah mengatasi nyeri otot daripada mengobati gangguan internal.

Osteoartritis Pada Anak (Bagian 2)

This entry was posted in Osteoartritis. Bookmark the permalink.