Osteoartritis Pada Anak (Bagian 4)

Artritis

Artritis bisa terjadi pada sendi temporomandibuler, seperti halnya sendi lainnya.

Osteoartritis (penyakit sendi degeneratif) merupakan sejenis artritis di mana kartilago sendi mengalami pengeroposan, hal ini lebih sering terjadi pada orang tua. Kartilago pada sendi temporomandibuler tidak sekuat kartilago pada sendi lainnya. Osteoartritis terutama jika cakramnya hilang atau telah membentuk lubang, sehingga penderita merasakan sendinya berderik pada saat membuka atau menutup mulutnya.

Pada osteoartritis yang berat, ujung tulang rahang akan menjadi rata, dan penderita tidak dapat membuka mulutnya lebar-lebar. Rahang juga bisa bergeser ke sisi yang sakit, dan penderita tidak mampu untuk memindahkannya kembali.

Tanpa pengobatan, hampir seluruh gejala akan membaik setelah beberapa tahun, mungkin karena jaringan di belakang cakram membentuk jaringan parut dan berfungsi seperti cakram yang asli.

Artritis rematoid hanya terjadi pada 17% penderita yang mengalami artritis pada sendi temporomandibuler. Jika artritis rematoid sangat berat (terutama pada orang muda), ujung tulang rahang bisa mengalami pengeroposan dan memendek.

Kerusakan ini bisa menyebabkan maloklusi (salah temu antara gigi atas dan gigi bawah) secara tiba-tiba. Jika kerusakannya parah, tulang rahang pada akhirnya akan melebur dengan tulang tengkorak (ankilosis), sehingga sangat membatasi kemampuan membuka mulut.

Artritis pada sendi temporomandibuler juga bisa terjadi akibat cidera, terutama cidera yang menyebabkan perdarahan ke dalam sendi. Cidera seperti ini biasanya terjadi pada anak-anak yang tertabrak pada sisi dagunya.

Penderita osteoartritis pada sendi temporomandibuler harus mengistirahatkan sendi tersebut selama mungkin, menggunakan bidai atau alat lain untuk mengendalikan ketegangan ototnya, dan minum pereda nyeri untuk mengurangi nyerinya. Rasa nyeri akan menghilang dalam waktu 6 bulan dengan atau tanpa pengobatan.

Biasanya, pergerakan rahang cukup memadai untuk aktivitas normal, walaupun rahang tidak dapat dibuka lebar seperti sebelumnya.

Artritis rematoid pada sendi temporomandibuler diobati dengan obat-obatan yang digunakan untuk artritis rematoid pada sendi yang lain. Pengobatannya terdiri dari obat pereda nyeri, kortikosteroid, metotreksat dan senyawa emas. Mempertahankan pergerakan sendi dan mencegah ankilosis sangat penting.

Biasanya, cara terbaik untuk mencapai tujuan ini adalah dengan melakukan latihan di bawah pengawasan seorang terapis. Untuk mengurangi gejala (terutama ketegangan otot), penderita menggunakan sebuah bidai pada malam hari yang tidak membatasi pergerakan rahang.

Pada ankilosis, mungkin diperlukan pembedahan dan penggunaan sendi buatan untuk mengembalikan pergerakan rahang (jarang terjadi).

Osteoartritis Pada Anak (Bagian 3)

This entry was posted in Osteoartritis. Bookmark the permalink.