Osteoartritis

Osteoartritis adalah penyakit sendi yang sering ditemukan dan mnejadi penyebab kecacatan, terutama pada usia lanjut, dewasa, muda-tua, bahkan sering juga dijumpai pada anak dengan berbagai kelompok usia. Kelainan yang utama pada osteoartritis adalah kerusakan rawan sendi yang diikuti pertumbuhan osteosit, yaitu pembentukan tulang baru pada subkondral dari tepi tulang, peradangan synovium dan kerusakan ligamen. Osteoartritis pada umumnya menyerang sendi-sendi penopang tubuh, yaitu sendi lutut, panggul. Osteoartritis dapat pula menyerang sendi tangan.

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) telah mencanangkan Bone and Joint pada dekade 2000 – 2010, yang bertujuan memperbaiki kualitas hidup individu / manusia yang menderita penyakit muskuloskeletel (otot, rangka tulang) termasuk penyakit osteoartritis, di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, dengan cara memberdayakan upaya pencegahan yang efektif. Di samping itu, upaya mengidentifikasi faktor-faktor resiko osteoartritis amat penting diketahui untuk kepentingan berbagai cara pencegahan.

Definisi lain tentang osteoartritis sebagai berikut :

Osteoartritis adalah penyakit rematik yang banyak ditemukan di seluruh dunia. WHO memperkirakan 10% dari penduduk berusia lebih dari 60 tahun terserang penyakit ini.

Osteoartritis didefinisikan pula sebagai penyakit yang diakibatkan oleh kejadian biologis dan mekanik yang menyebabkan gangguan keseimbangan antara proses degradasi dan sintesis dari kondrosit matriks ekstraseluler tulang rawan sendi dan tulang subkondral. Penyakit osteoartritis diawali oleh banyak faktor, antara lain faktor genetik, metabolis, dan traumatik.

Penampilan / manifestasi klinik ditandai dengan nyeri sendi, nyeri gerak, keterbatasan gerak, dan lain-lain. Gejala klinik dari osteoartritis nonspesifik dan bervariasi antara individu pada berbagai lokasi sendi yang terkena, serta dipengaruhi oleh banyak hal, selain kerusakan sendi.

Osteoartritis dilaporkan dapat menyerang berbagai usia, paling banyak menyerang orang usia di atas 40 tahun sampai usia lanjut. Osteoartritis juga ditemukan, meskipun agak jarang, pada orang dengan usia di bawah umur 40 tahun dan pada anak-anak. Pada kelompok di bawah usia 40 tahun biasanya ada hubungannya dengan akibat peristiwa biokimia dan biomekanik abnormal yang dialami rawan sendi, berupa ketidakseimbangan antara tekanan pada sendi dengan kemampuan fisiologi sistem peredam jaringan lunak, tulang rawan dan tulang pembentuk sendi, faktor metabolis dan faktor kegemukan (obesitas), serta cidera karena trauma, kecelakaan.

Home

This entry was posted in Osteoartritis. Bookmark the permalink.