Osteoporosis pada Laki-laki

Osteoporosis pada Laki-laki

Proses terjadinya osteoporosis pada laki-laki sangat kompleks dan belum diketahui dengan jelas. Karena laki-laki lansia yang mengalami andropause sedikit sekali keluhannya, mereka jarang ke dokter untuk memeriksakan diri. Gejala osteoporosis pada laki-laki memang gejalanya tidak sebanyak pada perempuan. Pada perempuan, osteoporosis terjadi akibat penurunan hormon estrogen yang sangat tajam, sedangkan pada laki-laki produksi hormon testosteron menurun secara perlahan-lahan, tidak drastis. Yang pasti, dengan makin bertambahnya jumlah lansia, tingkat kejadian osteoporosis juga meningkat. Dan para laki-laki baru pergi ke dokter dalam keadaan osteoporosis yang sudah parah atau patah tulang.

Menurunnya produksi berbagai jenis hormon seperti hormon testosteron, hormon pertumbuhan Insuline like Growth Factor-1 (IGF-1), serta hormon paratiroid, berkaitan erat dengan kejadian patah tulang pada laki-laki. Bahkan rendahnya hormon perempuan, estradiol, juga berperan pada proses terjadinya osteoporosis pada laki-laki. Pemberian estrogen pada laki-laki juga dapat mencegah osteoporosis pada laki-laki. Jadi, hormon estrogen tidak hanya berguna bagi perempuan, tetapi juga bagi kaum laki-laki. Namun tentunya pemberiannya harus ditangani oleh ahlinya untuk menghindari efek sampingnya.

Pemberian hormon laki-laki testosteron telah terbukti dapat meningkatkan massa tulang secara bermakna. Telah diketahui bahwa terdapat reseptor testosteron dalam jumlah besar pada sel-sel pembentuk tulang (osteoblas). Selain itu, tubuh akan mengolah testosteron menjadi estrogen melalui proses aromatisasi, yang dapat mencegah hilangnya massa tulang. Laki-laki yang kekurangan enzim aromatase dalam tubuhnya akan mudah mengalami osteoporosis.

Untuk mencegah atau mengobati osteoporosis pada laki-laki, selain diberikan testosteron, dapat juga diberikan kalsium dengan dosis 1.500 mg sehari dan vitamin D 800 IU sehari. Kaum laki-laki dapat juga memenuhi kebutuhan hormon estrogen yang terdapat dalam pangan berupa fitoestrogen. Pangan yang mengandung kadar fitoestrogen tinggi diantaranya: kacang kedelai, kacang merah, bengkuang, dan pepaya. Kontak yang cukup dengan sinar matahari pagi atau sore dan olahrgaa teratur juga dapat mencegah terjadinya osteoporosis.

Pencegahan dan Pengobatan Osteoporosis dengan Jus Sayuran dan Buah | Testimoni

This entry was posted in Osteoporosis. Bookmark the permalink.