Parkinson

Definisi Parkinson

Parkinson adalah penyakit sistem saraf. Pada awalnya, parkinson memengaruhi bagian otak yang disebut basal ganglia, bagian yang mengatur gerakan, postur, dan keseimbangan. Secara berangsur-angsur, parkinson mungkin memengaruhi korteks, bagian otak yang berfungsi untuk berpikir dan mengingat. Dan selanjutnya, parkinson dapat memengaruhi sistem saraf otonom, yang mengatur tekanan darah, gerakan saluran pencernaan, dan kandung kemih. Semua bagian ini terpengaruh oleh parkinson.

Parkinson adalah, sebagian, penyakit yang memperlambat gerakan: segala sesuatu yang Anda lakukan memerlukan waktu lebih lama. Parkinson juga, sebagian, penyakit dari gerakan cepat: tremor dari aprkinosn bergerak 4 sampai 6 siklus per detik – lebih cepat daripada yang dapat dihitung mata. Mengapa beberapa gerakan cepat dan yang lain lambat?

Kehendak, gerakan yang berada dalam kendali dimulai dalam korteks, bagian otak Anda untuk berpikir. Korteks Anda menentukan kecepatan, amplitudo, arah, bentuk, keteraturan, dan lama dari setiap gerakan yang Anda lakukan. Korteks seperti Presiden, atau eksekutif puncak, dari otak Anda. Setelah korteks Anda memutuskan rentang dari gerakan, seperti berjalan di jalan atau menaiki anak tangga, korteks Anda harus memutuskan bagaimana gerakan itu akan terlihat (kecepatan, amplitudo, lama dan seterusnya), kemudian korteks “meminta” basal ganglia (suatu bagian bawah sadar dari otak Anda) untuk menentukan aturan yang akan menentukan semua gerakan ini dan mengizinkan gerakan itu dilanjutkan atau berhenti sebagai respons atas perubahan kondisi, seperti adanya tonjolan di jalan atau ada seekor kucing yang berbaring di anak tangga. Basal ganglia berfungsi seperti Kongres – merumuskan perintah dari korteks menjadi gerakan berulang yang dilakukan terus menerus (misalnya, berjalan) yang berlanjut sementara korteks mengarahkan perhatian Anda pada hal lain.

Serupa dengan Kongres, basal ganglia mempunyai dua bagian. Pertama, termasuk substansia nigra, yang seperti partai “Setuju” yang ingin mewujudkan perintah Presiden. Dalam parkinson, substansia nigra rusak, membuat basal ganglia tidak dapat melaksanakan perintah korteks dengan benar, yang mengakibatkan gerakan yang lambat atau tidak tuntas. Basal ganglia juga termasuk globus pallidus dan nukleus subtalamus, yang berfungsi sebagai modulator dari perintah korteks, atau partai yang “Tidak Setuju”. Interaksi dari pihak “Setuju” yang rusak dan pihak “Tidak Setuju” menghasilkan berbagai kombinasi dari gerakan cepat dan lambat.

Serebelum (secara harafiah “otak kecil” dalam bahasa Latin) berada di bawah basal ganglia. Kerusakan pada otak kecil mengakibatkan gangguan keseimbangan. Pasien dengan penyakit pada otak kecil tidak dapat berdiri tegak dengan mantap dan mereka mungkin berusaha menjaga keseimbangan atau gerakannya tersentak seolah-olah seperti mereka mabuk. Otak kecil berfungsi seperti Mahkamah Agung bagi otak: menentukan apakah gerakan dilakukan oleh basal ganglia (Kongres) sesuai dengan perintah korteks (Presiden). Walaupun otak kecil tidak rusak dalam parkinson, para ahli percaya bahwa basal ganglia tidak berfungsi dengan benar, dan mencoba untuk “mengkoreksi” otak kecil, membuat keadaan menjadi lebih buruk dengan menyebabkan gerakan yang menyentak atau gemetar.

Home | Diagnosis Parkinson

This entry was posted in Parkinson. Bookmark the permalink.